Follow by Email




Hutagalung Cyber

Kunjungi Link Hutagalung Cyber:

klik Blog Hutagalung Cyber

klik halaman FB Hutagalung Cyber

klik group FB Hutagalung Cyber

klik Twiter @HutagalungCyber


Logo Komunitas Hutagalung Se-Dunia

Download lagunya, klik :
Lagu Mars Hutagalung
atau langsung download partitur dan musik midinya:

klik halaman FB Lagu Mars Hutagalung

Download lagunya, klik : Lagu Mars Hutagalung atau langsung download partitur dan musik midinya:

Silsilah dan Monumen Hasibuan

Written By Hutagalung Cyber on Senin, 18 Agustus 2014 | 02.31



Hasibuan adalah salah satu marga Batak Toba, jika dirunut dari si Raja Batak maka Si Raja Hasibuan berada pada keturunan (sundut) kedelapan : Si Raja Batak -- Raja Isumbaon -- Tuan Sorbadibanua alias Sisuanon -- Siraja Sobu alias Toga Sobu -- Hasibuan.

Dalam silsilah masyarakat suku batak (dalam struktur tarombo) bahwa si Raja Hasibuan adalah keturunan dari si Raja Sobu, si Raja Sobu yang hidup pada abad xv atau sekitar tahun 1455 adalah keturunan ke V dari si Raja Batak, ayahnya bernama Tuan Sorbadibanua anak dari istrinya yang ke dua bernama si Boru Basopaet (Putri Mojopahit).

Si Raja Sobu memiliki dua orang anak putra yang bernama Raja Tinandang atau lebih dikenal dengan bernama Toga Sitompul dan si Raja Hasibuan.

Di masa kecil, Toga Sitompul dan si Raja Hasibuan tinggal bersama orang tuanya di Desa Lobu Galagala yang terletak di kaki Gunung Dolok Tolong (Kabupaten Toba Samosir saat ini) dan setelah beranjak dewasa si Raja Hasibuan pergi merantau ke Desa Sigaol – Uluan dan menetap di sana yang pada akhirnya menjadi bonapasogit marga Hasibuan, dan ia pun meminang boru Simatupang dari Muara.

Toga Hasibuan memiliki keturunan :
  1. Raja Manjalo : tinggal di Sigaol, Uluan dan tetap memakai marga Hasibuan, namun setelah berumah tangga Raja Marjalo membuat atau membuka perkampungan baru yang diberi nama Hariaramarjalo di Lumban Bao Sigaol saat ini, Hariara (pohon ara) marjalo (namanya) dan membuat pertanda dengan menamakan pohon Hariara (ara) yang sampai saat ini masih berdiri kokoh dan di sampingnya telah dibangun Monumen si Raja Hasibuan yang sudah diresmikan tahun 2002 lalu.
  2. Guru Mangaloksa : pergi merantau ke daerah Silindung dan menetap disana di kampung Marsaitbosi dan menikah dengan marga boru (putri) Pasaribu. Keturunan Guru Mangaloksa telah memakai nama/marga baru yaitu marga Hutagalung, marga Hutabarat, marga Hutatoruan dan marga Lumbantobing, sementerata keturunan marga Panggabean ada yang menjadi marga Simorangkir dan keturunan dari Guru Mangaloksa ini dikemudian hari dikenal dengan sebutan "Si Opat Pusoran", menurut cerita bahwa sebahagian keturunan Guru Mangaloksa yang merantau ke Tapanuli Sealatan Sipirok tetap memaki marga Hasibuan, begitu juga dengan marga Hasibuan dan marga Lumbantobing yang bermukim di Laguboti.
  3. Guru Hinobaan : pergi merantau ke Barus/Sibolga atau Asahan dan tetap memakai marga Hasibuan.
  4. Raja Manjalang : pergi merantau ke Padang Bolak/Sibuhuan Tapanuli Selatan dan tetap memakai Marga Hasibuan
  5. Raja Maniti : dikabarkan pergi meranatau ke daerah Aceh (Nangro Aceh Darussalam saat ini), dan kemungkinan keturunan inilah yang mengaku batak sampulu pitu (17) yang bermukim di kabupaten Alas saat ini, dan hingga saat ini Parsadaan Pomparan ni Raja Hasibuan dimanapun berada masih menanti kembalinya keturunan anak yang hilang ini.Anak ke lima adalah Guru Marjalang, dan ini pergi merantau ke Padang Bolak/Sibuhuan Tapanuli Selatan dan tetap memakai Marga Hasibuan.
  6. Lima putri si Raja Hasibuan :
  • Si Boru Turasi : marhamulian/marhuta (kawin) ke marga Sitorus Pane di Lumban Lobu,
  • Si Boru Tumandi : marhamulian/marhuta (kawin) ke Marga Panjaitan di Sitorang,
  • Si Boru Taripar laut : marhamulian/marhuta (kawin) ke marga Simanjuntak di Sitandohan Balige,
  • Si Boru Sande Balige : marhamulian/marhuta (kawin) ke marga Siahaan di Hinalang Balige, dan
  • Si Boru Nauli : marhamulian/marhuta (kawin) ke marga Siringo-ringo di Muara.

Monumen Hasibuan

Tidak semua keturunan Hasibuan (termasuk keturunan Guru Mangaloksa) tahu di mana dan bentuk seperti apa monumen/Tugu Hasibuan.




Ketika diadakan perayaan Monumen si Raja Hasibuan di Lumban Bao Hariaramarjalo tahun 2002 lalu semua perwakilan dari si Raja hasibuan dan boru hadir bersama rombongannya masing-masing, kecuali keturunan dari Guru Maniti yang tidak hadir.


Polemik Hukum Adat Pernikahan sesama keturunan Hasibuan

Dalam Hukum ada pernikahan Batak Toba tidak boleh saling menikahi sesama marga, demikian halnya dengan Hasibuan, tidak boleh menikah dengan sesama Hasibuan, namun hal itu tidak disadari oleh beberapa keturunan Hasibuan bahwa sesungguhnya telah terjadi saling menikahi sesama Hasibuan, dan keturunan Hasibuan yang saling menikahi tersebut adalah keturunan dari Guru Mangaloksa sendiri. Parahnya ada pula aturan atau padan yang menyatakan bahwa keturunan Guru Mangaloksa tidak boleh menikah dengan Hasibuan yang menggunakan marga/boru Hasibuan.

Lalu kenapa sesama Si Opat Pusoran bisa saling menikahi? Ada sejarahnya, sebab pada zaman dahulu marga dan boru lain tidak sebanyak sekarang yang dijumpai pada waktu itu i daerah Si Opat Pisoran. Apalagi teknologi Informasi dan komunikasi serta transportasi tidak secanggih sekarang, maka untuk menghindari para putra dan putri Guru Mangaloksa tidak menjadi lajang terus atau tidak ketuaan menikah maka diberilah kebebasan untuk saling menikahi. Sebenarnya pemberian kebebasan seperti itu adalah melanggar aturan yang dijelaskan di atas.

Haruslah disadari, semua keturunan si opat pisoran atau keturunan Guru Mangaloksa berhak memakai marga/boru Hasibuan.

Bila memang sudah terjadi biarlah terjadi dan berlalu, namun jangan diulang lagi kebiasaan lama tersebut. Sebagai contoh: Buat apa dibuat kumpulan/punguan Guru Mangaloksa tapi saling menikahi? Bayangkan bila kumpulan tersebut membuat acara dan tentunya yang banyak bekerja atau repot adalah pihak "boru", dan ternyata pihak "boru" tersebut adalah bermarga salah satu keturunan Guru Mangaloksa, otomatis yang merasa bermarga salah satu keturunan Guru Mangaloksa tidak akan melakukan pekerjaan sebagai pihak "boru".


Referensi:
  • W. M. Hutagalung, PUSTAHA BATAK Tarombo dohot Turiturian ni Bangso Batak.
  • http://agusthutabarat.wordpress.com/guru-mangaloksa-dan-hutabarat/
  • http://id.wikipedia.org/wiki/Tarombo_Batak
  • http://id.wikipedia.org/wiki/Hasibuan
  • Dari berbagai sumber.
02.31 | 1 komentar | Baca Selengkapnya...

Berita tentang Pusaka Peninggalan Guru Mangaloksa

Written By Hutagalung Cyber on Minggu, 10 Agustus 2014 | 02.10

Mungkin masih banyak di antara para keturunan Guru Mangaloksa bertanya-tanya tentang Pusaka peninggalan Guru Mangaloksa, namun mengenai hal tersebut dapat kita simak di bawah ini berita dari Harian Sinar Indonesia Baru Edisi Sabtu, 2 Agustus 2014.

SIB/Prins Jhon Manalu/ r / BARANG PUSAKA: Sorangan Raja Guru Mangaloksa, Dedy Boy Lumban Tobing (23) duduk memegang salah satu barang peninggalan Guru Mangaloksa yakni Tungkot Tunggal Panaluan yang ditemukan di hutan Garoga. Dedy didampingi Panitia Pembangunan Monumen Gold Paulus Hutabarat, Firma Lumban Tobing dan Sabang Simorangkir serta, Hula-hula Pasaribu dari Barus, di Desa Simarangkir Kecamatan Siatas Barita, Tarutung.


Berbagai Pusakko Peninggalan Raja Guru Mangaloksa Ditemukan di Beberapa Daerah


Tarutung (SIB) - Atas  petunjuk  'sahala raja'  kepada seorang “sorangannya”, berbagai barang “pusakko” (pusaka) peninggalan Raja Guru Mangaloksa  ditemukan di beberapa daerah. Penemuan barang pusaka tersebut setelah sorangannya bernama Dedy Boy Lumban Tobing (23) mendapat ilham dan petunjuk dari  'sahala ni'  Raja Guru Mangaloksa tentang keberadaan barang-barang pusaka yang berada di berbagai daerah.

Pengumpulan puluhan barang pusaka tersebut telah dilaksanakan sejak empat bulan lalu sampai sekarang. Pencarian dan pengambilannya dilakukan secara sakral. Barang-barang tersebut ditemukan di hutan belantara yang tidak dapat dilihat mata manusia secara langsung, namun melalui petunjuk 'sahala raja' kepada sorangannya barang tersebut dapat ditemukan dengan utuh dan langsung disaksikan  oleh 'pomparannya' yang mewakili empat marga yakni Hutabarat, Panggabean Hutagalung dan Hutatoruan serta Hula-hula Pasaribu dari Barus Tapanuli Tengah.

Menurut  Ketua Panitia Pembangunan Monumen Ompui Raja Guru Mangaloksa, Gold Paulus Hutabarat didampingi Sekretaris Firma Lumban Tobing,  Kamis (31/7), sejak empat bulan lalu sampai sekarang sudah ada 14 pusakko peninggalan Raja Guru Mangaloksa ditemukan di berbagai daerah dan sekarang  dikumpulkan  di rumah sorangannya di Desa Simarangkir Julu Kecamatan Siatas Barita,Tarutung. Barang-barang tersebut antara lain; buku lak-lak dari Barus, tano sanjomput,  kursi Guru Mangaloksa, keris (tujuh bayangan) dari Desa Portibi Gunung Tua, pinggan pasu dari Siatas Barita, buka parsantabian dari Siatas Barita, piso halasan  dan batu pitonggam dari Siatas Barita, tawar, baju moncak dari Marsait Bosi Simorangkir, sarung keris marsait, batu bola portibi (batu parpadanan) dari Aek Tangga Garoga, miak tawar dari Kabanjahe, piso yang datang sendiri dan tungkot Tunggal Panaluan dari Garoga. Semua barang itu ditemukan di hutan belantara di berbagai daerah.  

Pencarian barang-barang pusaka itu selain dihadiri marga keturunan Guru Mangaloksa juga disaksikan ratusan warga yang kepingin tahu di masing-masing tempat. Penemuan terakhir sampai saat ini yakni Tongkat Tunggal Panaluan di hutan Garoga yang pencariannya diawali dengan gondang sabangunan sehingga mendapat perhatian 300-an warga.

Sementara itu salah seorang pomparan Guru Mangaloksa, Sabang Simorangkir SE saat ditanya SIB mengatakan, pencarian barang-barang milik ompui sudah cukup banyak menghabiskan energi dan biaya, karena lokasinya berbeda-beda dan pengambilannya sudah dilakukan sejak empat bulan lalu. Namun atas dukungan dan bantuan dana yang diberikan mantan Bupati Tapanuli Utara Torang Lumban Tobing pihaknya jadi terbantu.

"Kami menyampaikan banyak terima kasih kepada mantan bupati Taput bapak Torang Lumban Tobing yang memberikan perhatiannya dan memberikan bantuan dana sehingga proses pengumpulan barang-barang peninggalan Ompui Raja Guru Mangaloksa dapat terbantu," ucapnya.    
 
Belum diketahui secara pasti apakah masih ada lagi barang lain yang akan ditemukan karena sorangannya masih menunggu petunjuk 'sahala raja. Namun telah direncanakan akan memindahkan makam dari Desa Sigaol Porsea ke Siatas Barita, Tarutung.(E1/ r)

* * * * *

Demikian info yang disampaikan, untuk selanjutnya belum ada tanggapan kami, Saudara/i dapat menanggapi sendiri. Terima kasih dan Horas.

Sumber:


02.10 | 2 komentar | Baca Selengkapnya...

Taingot ma na opat on

Written By Hutagalung Cyber on Kamis, 12 Juni 2014 | 01.04


Taingot ma na adong tarsurat di gambar na di ginjang on.

Mauliate jala Horas!

Logo dibuat oleh: B. Marada Hutagalung
01.04 | 1 komentar | Baca Selengkapnya...

Aksara Batak Toba Baru Untuk Komputer

Written By Hutagalung Cyber on Minggu, 01 Juni 2014 | 03.18



Puji Tuhan kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena atas berkat dan karunia-Nyalah salah satu dari Saudara kita keturunan marga Hutagalung berhasil memperbaharui Font/Huruf Aksara Batak Toba yang dibuat oleh Uly Kozok sebelumnya.

Dalam hal ini saya memperbaharui kekurangan Font yang diciptakan oleh beliau dan semua itu adalah untuk menjaga dan mempertahankan budaya kita.

Telah disediakan dua file, satu file Font dan satu file Cara pengetikan, dan untuk mendapatkannya klik gambar Download di bawah ini:





Setelah kita klik DOWNLOAD di atas maka akan muncul seperti di bawah ini:
Klik tombol yang dilingkari warna merah! (klik gambar untuk melihat dengan jelas)

Klik kiri tombol yang ada dalam lingkaran warna merah di gambar di atas, lalu pilih tulisan Download. Ingat,  file yang kedua yang harus didownload, setelah didownload lalu ekstrak file zipnya. Jika kurang paham, klik Judulnya Batak Toba New.ttf, kemudian save as, dan juga Cara Pengetikannya, lalu save as.

Bagi yang memiliki akun 4shared.com (daftar bila belum memiliki) : klik DOWNLOAD!

Jika yang di atas tidak berhasil, maka, silahkan klik ini : DOWNLOAD! (otomatis)



CATATAN: Font ini bisa digunakan di komputer berbasis Linux dan Machintos, namun rumit cara instalnya, cara mudah salin terlebih dahulu fontnya ke komputer Linux/Machintos, klik font tersebut lalu klik tulisan instal.


Marilah kita menjaga, memelihara dan mempertahankan budaya kita.

HORAS!
03.18 | 1 komentar | Baca Selengkapnya...

Meninjau Pusaka Guru Mangaloksa

Written By Hutagalung Cyber on Minggu, 18 Mei 2014 | 19.22

Dua Tim Admin HC (kanan), bersama Jekson Tobing dan Tulus Panggabean (kiri).

Siatas Barita, Tapanuli Utara (18/05/2014)

Peninjauan Pusaka Guru Mangaloksa yang telah ditemukan itu tidaklah direncanakan oleh admin, namun berkat rasa penasaran oleh salah satu admin Hutagalung Cyber (Dans Hutagalung), maka beliau langsung ke Kecamatan Siatas Barita, Kabupaten Tapanuli Utara bersama Tulus Panggabean, SH (Camat Sibabangun Kabupaten Tapanuli Tengah) dan salah seorang marga sihombing yang datang langsung dari Tapanuli Tengah.


Namun sebelumnya admin Dans Hutagalung telah terlebih dahulu komunikasi dengan Jekson L. Tobing, SE (Balige) supaya bersama-sama meninjau penemuan tersebut, dan hal itu terjadi setelah admin Dans Hutagalung membaca postingan HC sebelumnya.

 
Oleh karena itu Admin Dans menghubungi salah satu Admin Hutagalung Cyber yang berdomisili di Tarutung, yakni B. Marada Hutagalung (Penulis/Editor Artikel Red.).
Setelah meninjau penemuan tersebut dan juga setelah salah satu admin Hutagalung Cyber (B. Marada Hutagalung Red.) mensurvei penemuan ternyata penemuan tersebut tidak dipublikasi karena dikuatirkan menimbukan kontroversi. Dengan demikian penemuan tersebut tidak disajikan namun saudara/i bisa membaca artikel yang telah diposting sebelumnya, yakni lihat dan klik di
http://hutagalung-cyber.blogspot.com/2014/05/MisteriGMditemukan.html


Horas.
19.22 | 0 komentar | Baca Selengkapnya...

Misteri Guru Mangaloksa Ditemukan?

Written By Hutagalung Cyber on Jumat, 09 Mei 2014 | 23.54


"Apa maksud dan tujuan judul tersebut mari kita baca dan simak penjelasannya di bawah ini!"


Misteri Guru Mangaloksa Ditemukan? 
Oleh: Jekson L. Tobing, SE

  • Telah Ditemukan Beberapa Benda Pusaka dari tempat yg berbeda;
  • Utusan PGM di Silindung sudah mengadakan Rapat.
# Surat Terbuka buat Pinompar Guru Mangaloksa#
Syalom / Assalamu Alaikum WWW


Sehubungan dengan adanya informasi yang beredar (Berita di Koran SIB, Sabtu 12 April 2014) perihal: adanya “Sorangan/Sandaran” atau orang yang menjadi sumber berita muncul, di mana Ompu i, Guru Mangaloksa “menunjukkan diri” (dalam tanda kutip) melalui orang yang kita sebut saja, Boy Tobing, umur 23 tahun, tinggal di Siatas Barita - Tapanuli Utara; dan ditemukannya Hinambor / Makam/ Kuburan di Sigaol – Lumban Bao dan beberapa benda pusaka (seperti Kursi, Keris, Buku Laklak) dari beberapa tempat yang berbeda yang diyakini sebagai peninggalan Ompung Guru Mangaloksa, Oleh berita tersebut sudah banyak terjadi pro kontra khususnya di media jaringan sosial.

Sebagaimana disampaikan oleh Amang MPL. Tobing (Sekjen PGM) pada pertemuan awal tanggal 11 April 2014, di Siatas Barita yang dihadiri oleh 43 org yang mewakili PGM, menyampaikan bahwa berita atau kabar tersebut nantinya akan menjadi perdebatan, menimbulkan beragam pendapat baik yang berupa pertanyaan, kritik, rasa penasaran bahkan sinisme yang kita kuatirkan dapat menimbulkan rasa ketidakenakan, perpecahan atau sikap bermusuhan di antara sesama kita.
Pada prinsipnya, wajar saja kalau tidak semua sepaham, percaya atau bahkan akan ada yang memandang sinis akan berita tersebut. Semua itu karna KITA keluarga besar PGM, adalah orang atau pribadi yang berbeda dalam banyak hal dalam Umur, Pengalaman, Pendidikan, Latar belakang, Era/zaman, bahkan berbeda Kepercayaan, dan lain-lain.

Penulis dan rekan Jurnalis yang lain, yang hadir dalam pertemuan tersebut memandang perlu untuk menyampaikan informasi dengan tujuan agar hal-hal yang tidak kita inginkan sedini mungkin dapat diantisipasi, agar jangan sampai ada orang atau kelompok yang memanfaatkan isu tersebut demi kepentingan pribadi atau memengaku-ngaku sorangan (titisan) dari Ompung kita, Guru Mangaloksa.
Oleh karena itu, sepanjang yang Penulis ikuti, ada beberapa hal atau fakta yang ingin disampaikan sebagai berikut:
  1. Bahwa benar, pada hari Jumat, 11 April 2014 telah diadakan pertemuan yang dihadiri oleh sekitar 50 orang (dalam daftar Absensi berjumlah 43 orang), bertempat di Siatas Barita, di rumah keluarga Tobing untuk membicarakan, mendengar penjelasan dari orang-orang yang terlibat langsung dalam proses penemuan tersebut, membahas langkah-langkah selanjutnya sehubungan dengan adanya Penemuan Makam dan benda peninggalan (Harta Pusaka) dari Ompung kita Guru Mangaloksa dari beberapa tempat dan waktu yang berbeda.
  2. Bahwa dari penuturan beberapa orang yang terlibat langsung mencari Pusaka tadi, diperoleh penjelasan-penjelasan serta cerita yang cukup dan dapat dipercaya dan dari orang terpercaya juga. Dalam pertemuan awal tersebut, yang dihadiri Bendahara PGM, Freddy L. Tobing dan Amang Sekjen PGM (MPL.Tobing) dan di mana Amang MPL. Tobing, ternyata sudah ikut serta (minggu lalu) ke Sigaol – Lumban Bao dalam proses pencarian, yang belakangan ini diinfokan ditemukan Hinambor (Makam), tempat dikuburkan Ompung kita. Dengan berurai air mata, Beliau bercerita telah menyaksikan langsung hahomion (Keanehan/keajaiban) dalam proses penentuan lokasi Makam Ompung Guru Mangaloksa. Diceritakan bahwa sebelum Makam diketemukan, terlebih dahulu diinfokan oleh kita, sebut saja tondi (roh) melalui sorangan-nya (Boy Tobing) bahwa nanti akan ada ‘tanda’ jika sorangan sudah terjerembab/tergeletak di tanah, maka di situlah Ompung tersebut dikubur, lalu Kilat dan Petir tiba-tiba datang, hujan gerimis yang sebelumnya turun juga segera reda.
  3. Bahwa sudah ada 3 (tiga) jenis benda peninggalan yang diyakini sebagai Harta Pusaka yang ditemukan dari tempat dan waktu yang seperti Barus, Portibi, dan Batu Mardinding (Siatas Barita) dan sekarang diamankan di suatu tempat. Sehubungan dengan proses penemuan tersebut, orang yang terlibat juga menceritakan hal-hal yang tidak masuk akal yang menuntun mereka kepada tempat-tempat yang harus mereka tuju.
  4. Bahwa masih ada Peninggalan Ompung Guru Mangaloksa yang harus diambil dari beberapa tempat yang proses pencarian (pengambilannya masih harus melalui proses yang bertahap).
  5. Bahwa pada hari Sabtu, 12 April 2014 telah diadakan gotong-royong yang dihadiri oleh utusan PGM yang ada di wilayah Silindung untuk ‘mangarintis’ (membersihkan) jalan di Dolok Siatas Barita (di bawah Patung Yesus), titik kumpul di Rumah Amang Tobing (Pak Kembar) di Simorangkir.
  6. Bahwa semua yang hadir pada pertemuan tadi, yang sudah mewakili PGM telah sepakat untuk mensosialisasikan “BERITA” tersebut kepada Marganya masing-masing.
  7. Bahwa pada hari Senin, 14 April 2014, juga ditemukan benda berupa Hujur (tombak?) dari Batu Mardinding Siatas Barita.

Saran-saran :
  • Untuk semua PGM di mana pun berada, diharapkan agar: jika belum mengetahui jelas atau tidak mengikuti sejarah dari awal, tidak terlibat langsung, diharapkan tidak sembarangan membuat berita, meng-upload (mengunggah/memosting) topik yang dapat menimbulkan perdebatan yang tidak perlu, yang berhubungan dengan Ompung kita, Guru Mangaloksa.
  • Adalah lebih baik, kita semua secara arif dan bijaksana, bersabar menunggu HASIL KESEPAKATAN atau perkembangan dan penjelasan dari pihak-pihak yang berkompeten, sehingga Kabar/Berita yang muncul tidak simpang siur.
Jayalah PGM. Mari kita bersatu, dalam Kasih Persaudaraan!
HORAS! HORAS! HORAS!


Editor HC: B. Marada Hutagalung (lihat profilnya -> klik FB - B. Marada Hutagalung )
23.54 | 0 komentar | Baca Selengkapnya...

Logo 6 tahun Hutagalung Cyber

Written By Hutagalung Cyber on Minggu, 27 April 2014 | 20.03

Logo 6 Tahun Hutagalung Cyber
HORAS!
20.03 | 0 komentar | Baca Selengkapnya...

Foto Pengurus Punguan Rahut Bona Kota Medan Periode 2014-2019

Written By Hutagalung Cyber on Sabtu, 29 Maret 2014 | 00.26

Pengurus Punguan Rahut Bona Kota Medan Periode 2014-2019

Foto Pengurus Punguan Si Raja Hutagalung dohot Boruna (Rahut Bona) Kota Medan 2014-2019

FOTO UKURAN ASLI


Sumber Foto : Jefree S. Hutagalung, profil facebook klik via :

HORAS!
00.26 | 0 komentar | Baca Selengkapnya...