Tampilkan postingan dengan label Hutagalung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hutagalung. Tampilkan semua postingan

Kamis, 25 April 2019

Video Profil: AKBP. Reynold Hutagalung



AKBP. Reynold Hutagalung

Sumber: Channel Youtube mixproproduction29

Senin, 01 April 2019

KONGRES I HUTAGALUNG DOHOT BORUNA SE-DUNIA



Panggilan Kepada seluruh marga/boru Hutagalung di seluruh dunia unutk turut serta menghadiri:

KONGRES I HUTAGALUNG DOHOT BORUNA SE-DUNIA

yang akan diadakan di Jakarta, 2 Februari 2020 (02-02-2020)

Mohon mendaftarkan diri sekarang.

Untuk informasi lebih lengkap, dapat menghubungi:
ONDA HUTAGALUNG: 0813-14122777
VICTORIA: 0811-8404266

Horas.

Senin, 27 Februari 2017

Ceyco Georgia Zefanya Hutagalung - Si Jago Karate Indonesia

Ceyco Georgia Zefanya Hutagalung
Ceyco Georgia Zefanya Hutagalung tampil memukau di final Kejuaraan Dunia Karate WKF, Kadet, Junior, dan U21 yang berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE), Serpong, Jumat (13/11/2015). Ceyco yang tampil di nomor Kumite Putri Junior Kelas 59+ sukses merebut medali emas.

Menariknya Ceyco meraih emas lewat pertarungan sengit melawan wakil Turki, Eltemur Elda di babak final. Sempat terkejar 5-5 lewat tendanan mawahi geri lawan, Ceyco akhirnya menang setelah pukukannya berhasil meraih angka pada detik-detik terakhir pertandingan. Ceyco pun menang 6-5.

Ini merupakan emas pertama Ceyco di kejuaraan dunia WKF.  Wanita kelahiran 24 Juni 1999 itu mengaku tidak menyangka bisa keluar sebagai juara karena sejak awal hanya menargetkan perunggu.

Karena itu dia sangat senang saat mampu melampaui targetnya. Namun siapa sebenarnya yang mengenalkan Ceyco ke dunia karate? "Tante saya," jawabnya singkat saat ditanya usai pertandingan.

"Kebetulan dia juga dulu atlet karate," sambung siswi kelas II SMA 39 Jakarta tersebut.

Yang dimaksud tante oleh Ceyco tenyata adalah mantan karateka nasional Jenny Zeanet. Menurut wanita berdarah Batak itu, Jenny punya hubungan adik-kakak dengan ibunya, Dessy Yovita.

Semasa aktif, Jenny memang merupakan salah satu karateka putri andalan Merah Putih. Jenny pernah mendulang medali emas pada SEA Games XXI Hanoi, 2003 lewat nomor kumite perorangan putri -53kg. Dan saat ini, Jenny melanjutkan karirnya sebagai salah satu pelatih di tim karate DKI Jakarta.

"Iya, tante Jenny Zeanet masih saudaraan sama mama. Dulu sering diajak lihat latihan sama tante."

Di keluarganya, Ceyco juga bukan satu-satunya yang menggeluti olahraga karate. Kakaknya, Caesar George Issac Hutagalung juga bergelut di dunia yang sama. Caesar bahkan pernah satu kontingen dengan Ceyco di Kejuaraan Karate Asia Tenggara (SEAKF) di Vietnam, 16-18 April 2014.

Saat itu, Ceyco merebut emas di nomor kumite kadet 59kg putri. Sedangkan Caesar hanya mampu mendulang perunggu dari nomor kumite 84kg putra senior.

Sekian dan Terima kasih.

Sabtu, 29 Maret 2014

Foto Pengurus Punguan Rahut Bona Kota Medan Periode 2014-2019

Pengurus Punguan Rahut Bona Kota Medan Periode 2014-2019

Foto Pengurus Punguan Si Raja Hutagalung dohot Boruna (Rahut Bona) Kota Medan 2014-2019

FOTO UKURAN ASLI


Sumber Foto : Jefree S. Hutagalung, profil facebook klik via :

HORAS!

Kamis, 06 Maret 2014

Punguan Hutagalung Boru, Bere, Ibebere Bogor Nahumaliangna atau Parrahutbona

Logo Komunitas Hutagalung Bogor

Bagi kita yang bermarga dan boru Hutagalung yang berdomisili di Bogor mari kita bergabung ke Punguan Hutagalung Boru Bere Ibebere Bogor Nahumaliangna.

Dan kita juga dapat bergabung di grup Facebook Punguan Hutagalung Boru Bere Ibebere Bogor Nahumaliangna atau Parrahutbona klik :
- via komputer : https://www.facebook.com/groups/707309515986836/
- via seluler : https://m.facebook.com/groups/707309515986836

Admin Grup dan Ketua Hutagalung di Bogor a.n. Rudy Hutagalung, klik :
- via komputer https://www.facebook.com/rudy.hutagalung.75
- via seluler https://www.facebook.com/rudy.hutagalung.75



 
Horas!

Kamis, 27 Februari 2014

Hutagalung Bersatu!


Bagikan ke saudara/i kita!
Bagihon tu keluarganta!
Bgihno\ T kELra\gn\t!
Share for our brothers/sisters!

Hutagalung Bersatu!
  Kepada para marga/boru Hutagalung sedunia yang terkasih mari bersatu di mana pun kita berada! Salam Sejahtera!

Tu marga/boru Hutagalung sa-portibi na hinaholongan marsada ma hita manang di dia pe hita marluat. Horas!
T mr\ga (boR) HtgL^ spro\tibi n hinholo<n\ mrsd m hit mn^ dia pE hit mr\Lta\. hors\!
 
Dear clan of Hutagalung around the world beloved let's unite wherever we are! Best Regards!

Jika tulisan aksara batak yang ada dalam blog ini tidak jelas maka mohon terlbih dahulu font batak toba didownload : Downloadlah disini!

Minggu, 26 Januari 2014

Olivia Hutagalung Pemenang Juara Pertama pada ASEAN Television Melodies Festival 2012 Vietnam

Olivia Hutagalung(sumber foto dari berbagai sumber)

Olivia Hutagalung adalah seorang penyanyi yang sekaligus bekerja di Sound and Music Entertainment yang telah berhasil mengharumkan nama Indonesia dengan meraih juara pertama pada ASEAN Television Melodies Festival 2012 Vietnam.

Olivia lahir pada tanggal15 Nopmber 1990, yang marupakan alumni dari Universitas Tarumanegara (jurusan Akuntansi) dan SMA Negeri 70 Jakarta.


Mari kita simak berita tentang Olivia Hutagalung di bawah ini.

A. Olivia Hutagalung, Jawara yang Demam Panggung

TEMPO.CO, Jakarta - Jumat, 9 Maret lalu, merupakan hari spesial dan akan selalu dikenang oleh Olivia Hutagalung. Penyanyi 21 tahun ini berhasil menyabet gelar juara pertama dalam ASEAN Television Melodies Award di Ho Chi Minh, Vietnam, bersama Muhamad Ananta Kusuma Negara. Suara alto dengan power yang kuat saat ia menyanyikan lagu I'm Telling You dari Jennifer Hudson mampu membuat para juri terpesona. Olivia mengalahkan sepuluh kontestan lainnya di kategori pop. "Aku sendiri tidak menyangka," kata Olivia saat ditemui di kediamannya di Ciledug, Rabu lalu.

Rupanya kontes menyanyi yang diikuti sebelas penyanyi dari negara-negara Asia Tenggara itu merupakan kompetisi internasional pertama yang diikuti Olivia. Berangkat ke negeri dengan payung kelompok Geronimo, ia tak membekali diri dengan target muluk. "Yang penting pengalamannya. Menang atau kalah, itu nanti," katanya.

Dunia tarik suara bukan hal baru bagi dara keturunan Batak ini. Sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama, ia kerap mendapat tawaran menyanyi di banyak acara. Dari satu acara ke acara itulah vokalnya terasah.

Saat kuliah pun, Olivia kerap tampil di berbagai pusat belanja dan kafe bersama kelompok The Chorus.

Pada 2004, untuk pertama kalinya Olivia mengantongi penghargaan. Pada usianya yang ke-13 tahun, ia merebut juara III dalam Singing English Contest. Penghargaan berikutnya ia peroleh pada tahun yang sama, yakni juara II kategori solo remaja dalam Festival Pemuji Rohani. Prestasi tersebut layak dicapai oleh penyanyi yang mampu bersuara rendah alto dan sanggup mencapai mezzo-soprano itu.

"Keluarga selalu kasih semangat dan dorong aku ikut kontes," kata bungsu dari tiga bersaudara ini.

Olivia memang sejak kecil tak jauh dari dunia seni suara. Ibunya kerap menyumbangkan suara meski hanya di lingkungan sekitar rumah dan pekerjaannya. Begitu pula neneknya, yang gemar olah vokal. Kakak lelakinya nomor dua, Mario, merupakan salah satu personel grup Pasto.

Namun, tentu saja, semua kehebatan di sekelilingnya tidak otomatis membuat Olivia hebat dalam bernyanyi. Setiap hari, dia berlatih menyanyi. Ia juga selalu mengusahakan berolahraga setiap hari untuk menjaga kondisi bugar tubuh dan suaranya dengan berlari atau senam. Asupan makanan dan minuman yang masuk pun selalu dijaganya.

Selain itu, Olivia harus berjuang menghilangkan grogi sebelum manggung. Dulu, saking groginya, ia selalu susah berdiri karena kakinya gemetaran. Tapi, seiring dengan bertambahnya pengalaman, kini masalah itu bisa dia atasi. "Demam panggung masih banget, tapi aku buat bercanda sambil menggumam saja," ucapnya.

Kini, lulusan jurusan akuntansi di sebuah universitas swasta tersebut memutuskan untuk berfokus menyanyi. Di tengah maraknya demam band Korea, Olivia berencana mengeluarkan single tahun ini. Jenis lagunya masih seputar pop, yang memang menjadi kesukaannya. Keinginan berikutnya adalah membuat album. "Dan kalau bisa, saya juga ingin go international," ucapnya.

Yang memicu cita-cita tersebut adalah kehebatan para penyanyi idolanya: Beyonce, Whitney Houston, Mariah Carey, serta penyanyi Indonesia, Ruth Sahanaya. "Mereka penyanyi yang memiliki kualitas vokal suara yang sangat bagus," kata penggemar musik R&B ini.

Meski sibuk dengan dunia nyanyi, Olivia masih sering melakukan hobinya: jalan-jalan dan wisata kuliner. "Biasanya, setelah menonton acara televisi tentang kuliner, saya pasti segera mengajak keluarga pergi berburu tempat makan itu." Kali ini, untuk urusan tersebut, ia tak pilih-pilih.

Biodata
Nama : Olivia Hutagalung
Lahir : Jakarta, 15 November 1990
Pendidikan :
- TK-SD-SMP Strada Bhakti Utama, Jakarta
- SMA Negeri 70 Jakarta
- Universitas Tarumanagara
Prestasi :
- Juara II kategori solo remaja, Festival Pemuji Rohani, November 2004.
- Juara III Singing English Contest, Maret 2004.
- Juara I ASEAN Television Melodies Festival di Vietnam, Maret 2012.



B. Olivia Hutagalung & Ananta Kusuma Juara ASEAN Television Melodies Festival 2012 di Ho Chi Minh, Vietnam

Dua penyanyi Indonesia, Olivia Hutagalung dan Muhamad Ananta Kusuma Negara, mengharumkan nama bangsa dengan berhasil menjadi juara di ajang ASEAN Television Melodies Festival 2012 yang diselenggarakan di Stasiun Ho Chi Minh City Television (HTV) pada 9 Maret 2012.

Olivia dinyatakan sebagai pemenang pertama kategori lagu pop dengan membawakan lagu I’m Telling You (Jennifer Hudson), sementara Ananta yang menyanyikan lagu Kereta Tanah Abang sebagai pemenang pertama lagu kategori folk, ciptaan Dr. Anton Issoedibyo, Geronimo.

Selama 2 kali penyelenggaraan terdahulu, tahun 2010 dan 2011, acapkali penyanyi Vietnam merebut berbagai penghargaan hiburan, sebelum akhirnya menerima penghargaan tertinggi.

Olivia dan Ananta, dua penyanyi kelompok Geronimo asuhan Dr. Anton Issoedibyo mengikuti acara ASEAN Television Melodies Festival 2012, yang dimulai pada 5 Maret 2012 untuk mempertandingkan lagu kategori folk. Pada 7 Maret 2012 acara dilanjutkan dengan mempertandingkan lagu pop.

Acara yang diselenggarakan oleh HTV tersebut, diikuti oleh kontestan dari Brunei, Indonesia, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Philipina, Thailand, Singapore dan Vietnam, dimaksudkan sebagai wahana untuk meningkatkan solidaritas dan persahabatan antara negara-negara anggota ASEAN melalui kegiatan kompetisi lagu dan pertukaran budaya.

Bertindak sebagai juri pada ASEAN Television Melodies Festival 2012 adalah Fathan Haji Anuar seorang produser musik , penyanyi dan pembawa acara dari Brunei; Rachmasari Nurdin dari Indonesia; penulis lagu Tran Long An, penyanyi Ta Minh Tam dan Anh Tuyet, ketiganya dari Vietnam.


Mari kita lihat videonya :

Daftar Tautan/Link Olivia Hutagalung :
- Facebook : https://www.facebook.com/olivia.hutagalung.7
- Twitter : https://twitter.com/olivehutagalung atau @olivehutagalung
- Youtube : http://www.youtube.com/user/oliviahutagalung

Refrensi :
- Tempo.co
- Rujukan Indonesiaproud.wordpress.com dari Kemlu.go.id (KJRI Ho Chi Minh City)
- berbagai sumber.


Senin, 20 Januari 2014

Instagram untuk Ani Yudhoyono dari Vita Sinaga-Hutagalung Korban Sinabung


Yth. Ibu Ani Yudhoyono, nama sahaya Vita Sinaga-Hutagalung, satu dari puluhan ribu korban letusan Gunung Sinabung yang letaknya di Sumatera, bukan di Jogjakarta atau Magelang. Sahaya ingin sekali menuliskan dan melukiskan Sinabung lewat jepreten tustel seperti Ibu Ani lewat telegram, eh, Instagram. Atau melukiskan keindahan derita Sinabung dengan mengabadikan jepretan kamera dan menampilkan di Instagram. Namun, apa daya. Kami para pengungsi tak memiliki apa-apa lagi.

Ibu Ani yang cantik jelita bulat mukanya, surat ini sahaya tuliskan menjelang kedatangan Bapak Susilo Bambang Yudhonono - suami dan presiden Ibu Ani ke Tanah Karo. Sahaya dengar dan yakin Ibu Ani sangat berperan menentukan kebijakan negara Indonesia, sama halnya para koruptor yang selalu disetujui dan didukung oleh para isteri mereka. Sahaya dengar dari wartawan yang selalu datang ke mari selama enam bulan ini, bahwa Ibu Ani aktif sekali di dunia maya ya Ibu Ani. Kata para wartawan Ibu Ani hobby sekali main Instagram, Twitter dan Facebook.

Ibu Ani yang cantik bulat menarik hati, katanya Ibu bahkan senang sekali mengabadikan apapun. Bahkan bisa juga Ibu Ani ribet mengurus Instagram dan main tustel. Itu adalah aktivitas sangat positif sebagai Ibu Negara. Aktivitas Ibu Ani bermanfaat untuk bangsa dan negara Indonesia. Di situlah kedekatan rakyat sampah jelata dengan para pejabat dan istri pejabat tinggi yang menjulang ke langit ketujuh dapat terjembatani.

Ibu Ani, dengan aktivitas Ibu Ani di Istagram, maka kami sebagai korban Gunung Berapi Sinabung telah tertolong. Dengan melihat kebahagiaan Ibu Ani, Anissa Pohan - yang menjuluki Ibu Ani sebagai mertua terbaik di dunia dan akhirat, cucu-cucu yang cantik dan gagah menarik, Ibas yang berenang dengan baju mau menyelam padahal di kolam renang dangkal, lalu ke pantai dengan memakai batik resmi, itu pertunjukan yang mampu memberikan kebahagiaan buat kami.

Ibu Ani, kami para pengungsi tak membutuhkan apapun selain gambar-gambar di Instagram. Kami tak butuh tanah pertanian yang telah rusak untuk direhabilitasi. Kami tak butuh makanan. Kami tak butuh obat-obatan. Kami tak butuh selimut. Kami tak butuh pembalut wanita. Kami tak butuh pakaian. Kami tak butuh tempat tinggal karena tempat tinggal kami ya di 59 tempat pengungsian selama enam bulan ini. Kami pun tak butuh apa-apa selain melihat dan menonton foto-foto kebahagiaan Ibu Ani sekeluarga melalui Instagram. Instagram Ibu Ani adalah kebahagiaan kami.

Ibu Ani yang cantik jelita dengan muka bulat sempurna. Dari muka Ibu kami tahu Ibu adalah orang paling baik di Bumi, Langit dan Surga nanti. Untuk itu, kami sebagai warga negara merasa puas dan senang berbagi melihat kebahagiaan keluarga Ibu Ani. Sementara di pengungsian ini, kami selama enam bulan, merasakan kurang makan, kurang tidur, kurang nyaman dan kurang kebahagiaan - namun sekali lagi, melihat kebahagiaan keluarga Presiden RI, kami sudah kenyang dan berbahagia. Sudah selayaknya sahaya dan rakyat melayani pejabat dan orang besar serta penguasa. Maka, biarkanlah kami di Tanah Karo dan Sinabung menikmati pengorbanan sebagai hamba kepada penguasa.

Ibu Ani yang terhormat, bolehlah sahaya pesankan kepada Ibu agar memberi tahu Bapak Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhyono, suami Ibu yang besar badannya itu, untuk :
(1) jangan menetapkan bencana Sinabung sebagai bencana nasional, agar kami tak mendapatkan bantuan berskala nasional,
(2) jangan kami diberi bantuan apapun karena kami bangsa Indonesia dan Batak akan pergi ke saudara-saudara kami untuk mencari kehidupan - itu yang banyak diperhatikan bahwa bangsa Batak memiliki kekuatan sendiri,
(3) biarkan kami tetap di pengungsiaan selama-lamanya,
(4) jangan Ibu Ani hentikan kegiatan main tustel, kamera standard professional seharga Rp 250 juta, untuk menampilkan foto-foto Ibu Ani, Annisa Pohan - anak koruptor bernama Aulia Pohan - dan juga cucu-cucu dan anak-anak tercinta, karena foto-foto Instagram Ibu Ani adalah kebahagiaan bagi kami semua: warga pengungsi yang tak memiliki apa-apa selain air mata.

Ibu Ani yang terhormat, demikian surat Instagram kami. Karena kami tak tahu Istagram itu apa maka mohon maaf yang sahaya tahu adalah telegram di kampung kami dulu. Sahaya pikir dengan menulis Instagram ini, yakni istagram tanpa foto karena tak memiliki tustel, maka pesan yang sahaya sampaikan rasanya sampai. Kami warga korban gunung berapi hanya membutuhkan gambar-gambar yang indah hasil jepretan Ibu Ani di Instagram. Kami di pengungisan sudah puas dan bahagia meskipun kami sakit, kurang makan, kurang pakain, tak memiliki tempat bekerja karena pertanian kami hancur, anak-anak mahasiswa kami sebanyak 25,000 terancam tak bisa bayar uang kuliah dan makan, namun itu semua tak penting. Yang penting kami menonton foto-foto Instagram Ibu Ani sekeluarga yang berbahagia. Itulah rentetan nestapa duka derita sengsara kami selama enam bulan letusan Gunung Sinabung paling dalam yang Ibu tak pernah pikirkan - sama dengan suamimu dan para menteri yang sibuk nyaleg lagi.

Salam bahagia ala saya Ibu Ani Yudhoyono yang cantik jelita bulat sempurna.

Sumber dari Kompasiana. Sayang sekali, artikel ini sudah dihapus di kompasiana, tidak tahu kenapa dihapus! Tapi unik, ternyata ada juga menyalin ulang ke website lainnya. Silahkan cari melalui google. Akan ketemu.

Horas.

Kamis, 09 Januari 2014

Alm. Ir. Felix Hutagalung Telah Tidur Selamanya

Ir. Felix Hutagalung dan Logonya
Bpk. Ir. Felix Hutagalung lahir di Surabaya, 20 Desember 1965 dan tutup usia pada tanggal 15 Desember 2013, dini hari pukul. 01:27 WIB di RS. Siloam MRCCCN Semanggi.

Disemayangkan di rumah duka, Jl. Bajubang, No. 12, Kompleks Pertamina, Jakarta Timur.

Ibadah tutup peti dan dikebumikan pada hari Selasa, 17 Desember 2013 di TPU Pondok Kelapa Jakarta Timur.

Sungguh tidak kita duga, bahwa salah satu Admin dari Halaman  dan Grup Hutagalung telah pergi meninggalkan dunia untuk selamanya. Dan telah banyak berjasa untuk mengembangkan grup.

Istri : Ira Miranda, klik fbnya : Ira Miranda.

Kiranya Tuhan memberkati dan memberi ketabahan bagi keluarga yang ditinggalkan. Amin.

Karya-karyanya :

Klik untuk memperbesar
 
Klik untuk memperberbesar - Editor B. Marada Hutagalung
Karya-karyanya yang lain bisa dilihat di fbnya : klik Felix Hutagalung.

SELAMAT JALAN BUAT BELIAU!

Minggu, 04 Agustus 2013

Hilangnya keasrian Teluk Tapian Nauli, Tapanuli Tengah



Inilah Teluk Tapian Nauli Kabupaten Tapanuli Tengah, yang telah dirusak ke-ASRI-annya. Karena daerah ini telah menjadi daerah Industri; Kilang Kayu, Plywood, PLTU, Tambak dan Lanal.

Keindahan, Ketenangan, dan Kenyamanan Teluk ini telah merubah nama Tapian Nauli menjadi; PORIAHA, yang berasal kata dari Bahasa Belanda sebelum Indonesia dijajah oleh Belanda. Tapi kini kenangan sejarah yang sempat terukir Indah itu, yang telah mencuat samapai ke Manca Negara pada zaman doeloe, telah sirnah ditelan zaman Industri sekarang. Teluk Tapian Nauli, Poriaha yang Indah Asri telah Sirnah.

Satu hal lagi yang membuat kesedihan Hatiku, mengingat daerah ini adalah daerah Kerajaan Sutan Lamiadam Hutagalung, dan Sibolga tetangganya Tuanku Dorong Hutagalung.

Tulisan/Foto : Dans Hutagalung (klik profil fb-nya)
Editor : B. Marada Hutagalung (klik profil fb-nya)

Jumat, 17 Mei 2013

Konsep Tugu Si Raja Hutagalung


Gambar di atas masih merupakan konsep gambar tugu Si Raja Hutagalung, hal ini dibuat mengingat belum adanya tugu Si Raja Hutagalung (secara keseluruhan marga Hutagalung), yang ada hanya adalah tugu keturunan marga Hutagalung tertentu, salah satunya Tugu Si Raja Anggoli Hutagalung (No. V, anak dari Op. Ujung Oloan dan Cucu dari Tuan Napitu), di Desa Lobusingkam, Kec. Sipoholon, Kab. Tapanuli Utara.

Konsep gambar sudah ada (belum sempurna), tempat pembangunan wajib di desa Si Raja Hutagalung, namun yang menjadi masalah :
  1. kesepakatan dari keturunan Hutagalung se-Dunia belum ada, karena membuat tugu harus ada upacara adat dan kepanitiaannya;
  2. biaya pembangunan belum ada;
  3. memang wajib dibangun di desa Si Raja Hutagalung, namun letak atau lokasinya belum tahu dan siapa yang rela memberikan areal pembangunan tugu.
Gambar masih konsep, namun gambar ini bisa diperbaharui atau diganti oleh Saudar/i marga Hutagalung yang lainnya atau ada kesepakatan untuk membuat atau membangunnya.

Semoga konsep gambar ini menjadi pemicu buat keturunan marga Hutagalung untuk mendirikan Tugu Si Raja Hutagalung, sekali pun konsep gambar ini tidak dipakai.

Tugu Raja Anggoli Hutagalung V (anak dari Op. Ujung Oloan dan Cucu dari Tuan Napitu), di Lobuksingkam, Kec. Sipoholon, Kab. Tapanuli Utara.
Konsep gambar didisain oleh : B. Marada Hutagalung (klik profilnya di facebook).
Sumber foto tugu Raja Anggoli Hutagalung oleh : Eddy Golfrid Hutagalung (klik profilnya di facebook).


HORAS!

Selasa, 23 April 2013

Sejarah Berdirinya Kota Sibolga

Logo Kota Sibolga (Kota berbilang kaum)
Kota Sibolga (Sumber Foto: Binner Lumbagaol binnergaolsibolga.blogspot.com)
Mengingat Kota Sibolga didirikan oleh orang Batak Toba yang bermarga Hutagalung maka kita akan menyampaikan tentang Sejarah Berdirinya Kota Sibolga.

Jauh sebelum kota Sibolga terbentuk di pesisir teluk Tapian Nauli, teluk Tapian Nauli telah ramai dengan aktivitas perdagangan  di ketahui melalui catatan pelawat Islam abad ke-7 dan Portugis di abad ke-16 M,  dimana teluk Tapian Nauli merupakan salah satu pintu masuk perdagangan yang pertama di pantai barat sumatera  utara  dengan Bandar ( pelabuhan) nya Barus (Tengku Luckman sinar, SH, “Lintasan Sejarah Sibolga dan Pantai Barat Sumatera Utara", Harian Waspada, 23 juni 1981).

Mengutip apa yang di sampaikan oleh Tengku Luckman Sinar dalam tulisannya yang bertajuk (lintasan sejarah sibolga dan pantai barat sumatera utara 1981) di mana dalam tulisanya   tersebut beliau menyampaikan bagaimana kondisi teluk Tapian Nauli pada saat itu  telah terjadi interaksi antara masyarakat di pesisir pantai teluk Tapian Nauli dengan Orang-orang yang tinggal di pedalaman, yang sangat membutuhkan garam, dan bahan bahan lainya yang hanya dapat bisa diperoleh dari pesisir pantai, mereka melakukan barter dengan hasil hutan yang mereka peroleh, dengan garam dan lain-lain, hal ini sering dilakukan oleh “Parlanja” (Pengertian parlanja  adalah orang yang membawa barang dengan pikulan), makin lama makin banyak orang hilir mudik, dan menetap di pesisir pantai.

Berdirinya sibolga berawal dari di bukanya kampung oleh Ompu Datu Hurinjom yang berasal dari daerah Silindung (Tapanuli Utara) di Simaninggir yang pada saat ini Simaninggir merupakan wilayah yang termasuk ke dalam wilayah administratif Kabupaten Tapanuli Tengah. Letak Simaninggir tersebut berada di gunung dekat dengan teluk Tapian Nauli. Simaninggir/Tinggir yang dalam bahasa Toba Batak mempunyai arti tajam pendengaran/pemantauan. Oleh para parlanja daerah ini sering dijadikan sebagai tempat istirahatnya ketika hendak menuju daerah pesisir pantai atau pun sesudah sekembali dari daerah  pesisir pantai sebelum kembali ke daerahnya.

Semenjak Ompu Datu Hurinjom bermukim di Simaninggir, kawasan teluk Tapian Nauli diwarnai dengan perdagangan secara paksa antara penduduk dengan pihak Inggris yang berkembang menjadi perang. Walau pun demikian Ompu Datu Hurinjom yang memiliki postur tubuh tinggi besar tidak gentar menghadapi keadaan, bahkan memindahkan pemukiman mendekati teluk, yaitu di Simare-Mare (salah satu daerah di kecamatan Sibolga kota) di bawah kaki Dolok Simarbarimbing dan terus melakukan perlawanan terhadap pihak Inggris yang memonopoli perdagangan di teluk Tapian Nauli).

Dikarenakan taktik perang dan taktik wilayah dan untuk menjamin keperluan garam maka sekitar tahun 1700 M cucu Datu Horinjom bernama Raja Luka Hutagalung yang dalam perjalanan sejarahnya yang kemudian lebih dikenal sebagai Tuanku Dorong membuka perkampungan baru di sekitar aliran sungai Aek Doras (sungai di wilayah kecamatan Sibolga kota).

Ompu Datu Horinjom sebagai pemuka kampung pertama di Simaninggir merupakan seseorang yang dihormati oleh kalangan masyarakatnya di samping memiliki postur tubuh tinggi besar  ompu tersebut juga memilki kesaktian/tenaga hal ini juga  turun kepada anak dan cucunya yang juga memilki tubuh tinggi besar. Di mana dalam masyarakat Batak adalah Tabu  untuk menyebut nama seseorang apalagi orang tersebut lebih tua dan di hormati, sehinnga yang ingin bertemu dengannya sering disampaikan dengan sebutan : beta tu huta ni Sibalga’i, yang apabila diartikan sebagai berikut ayo ke tempat/kampung orang yang tinggi besar itu, kata tersebut merupakan awal kata di mana kemudian dalam perjalanan sejarah berikutnya berkembang menjadi Sibolga (Drs. Raja Ja’far  Hutagalung, “Sibolga Nama Legendaris Seorang Pejuang”, dalam buku “Hari Jadi Sibolga”, Pemko Sibolga 1998:111).
  
Periode 1815 pihak Inggris mengadakan perjanjian yang mana perjanjian tersebut disebut dengan perjanjian Tigo Badusanak, dengan Raja Sibogah serta Datuk-Datuk yang berada di pulau-pulau kecil di sekitar teluk Tapain Nauli yaitu pulau Poncan Ketek (kecil) dan Poncan Gadang (besar) yang saat itu tunduk di bawah kekuasan inggris, pihak inggris menyebut Poncan dengan Fort Tapanooly dikarenakan di sanalah Inggris mendirikan benteng dan pada tahun 1801 ditetapkan Jhon Prince sebagai residennya.

Menurut Tengku Luckman Sinar bahwa dari hasil catatan riset  seorang pembesar belanda E. B. Kielstra bahwa dalam periode 1833-1838 di Sibolga penuh berdiam penduduk segala bangsa terutama orang batak yang berasal dari wilayah Angkola yang mengungsi, dan setelah pusat  pemerintahan asisten Residensi Tapanuli bertempat di sekitar Aek Doras,  Sibolga menjadi ramai, meski pun di kelilingi oleh sawah dan rawa-rawa, penduduk asal batak yang sudah beragama islam sudah menjadi “Pesisir” dengan adat sendiri yang spesifik. Di masa Sibolga dibagun istana raja yang berada di tepi sungai Aek Doras dan perkampungan di sekelilingnya dipindahkan ke daerah baru  di Sibolga Ilir, dan sebagai pemangku adat berdasarkan data dan silsilah raja-raja/kepala kuria di Sibolga adalah sebagai berikut:
  1. Raja Luka Hutagalaung gelar Tuanku Dorong pembuka kampung pertama di sekitar sungai aek Doras yang kemudian berkembang menjadi kuria sibogah   
  2. Sutan Manukar
  3. Raja Ombun
  4. Sipalenta 
  5. Sultan Parhimpunan  
  6. Muhamad Sahib (merupakan kepala kuria terakhir, karena setelah zaman kemerdekaan istilah raja/kepala kuria sudah tidak ada lagi) (“Hari Jadi Sibolga”, Pemko Sibolga, 1998:13:111)
Periode selanjutnya antara tahun 1838-1842 setelah Belanda membuka jalan dari Sibolga hingga Portibi (Tapanuli Selatan) dan pada saat itu Sumatera Barat sudah meningkat menjadi “Gouvernement” (Propinsi) dan Tapanuli menjadi salah satu “Resident”-nya, di mana dengan Beslit Gubernur Jenderal Hindia Belanda tanggal 7 Desember 1842 ditetapkan Sibolga menjadi ibukota  Residen Tapanuli yang  dipimpin oleh seorang Afdelinghoof   (kepala daerah).

Afdeling di bawah Kerisidenan Sibolga  :
1  Afdeling Singkil 
2  Afdeling Barus  
3  Afdeling Mandailing
4  Afdeling Natal 
5  Afdeling Angkola
6  Afdeling Nias
7  Afdeling Sibolga

Wilayah yang termasuk distrik afdeling  Sibolga ialah : Sibolga, Tapian Nauli, Badiri, Sarudik, Kolang, Tukka, Sai Ni Huta, dan pulau-pulau kecil di depan teluk Tapian Nauli, yang mana setiap distrik dikepalai oleh seorang Districhoof (Demang). Selanjutnya di tahun 1871 Belanda menghapuskan sistem pemerintahan Raja-Raja/Kepala Kuria dan diganti oleh Demang tetapi sebagian masyarakat masih mengangap Raja/Kepala kuria sebagai pemangku adat yang sah, pada tahun 1898 hampir semua daerah di Sibolga ditelan a mukan api akibat dari perlawanan masyarakat terhadap Belanda, dan pada tahun 1906 ibukota residen Tapanuli dipindahkan ke Padang Sidempuan. Pada masa pemerintahan militer Jepang, Sibolga dipimpin oleh seorang Sityotyo  (baca Sicoco) yang memegang pimpinan kota, sebagai kelanjutan dari kepala distrik yang masih dijabat oleh bekas Districhoofd (Demang) pada masa pendudukan belanda yaitu Z. A. Sutan Kumala Pontas.

Periode berikutnya tahun 1947, A. M. Djalaluddin diangkat menjadi kepala daerah di Sibolga di waktu jabatan beliau inilah Sibolga di bentuk menjadi daerah otonom tingkat B sesuai dengan surat keputusan Residen Tapanuli N.R.I (Negara Republik Indonesia) tanggal 29 November 1946 Nomor 999, dan selaku realisasi dari surat keputusan Gubernur Sumatera Utara N.R.I tanggal 17 Mei 1946 Nomor 103, dan kota otonom Sibolga itu dipimpin oleh seorang Walikota yang dirangkapkan  kepada Bupati Tapanuli Tengah (Prof. M. Solly Lubis, SH, “Sibolga  dan sekeping sejarahnya”, dalam buku “Hari Jadi Sibolga”, Pemko Sibolga, 1998:16:111).

Terhitung tanggal 24 November 1956 sejak  berlakunya Undang-Undang Darurat Nomor 8 Tahun 1956, yang mengatur pembentukan daerah otonom kota-kota besar dalam lingkungan daerah propinsi Sumatera Utara, di mana dalam pasal 1 Undang-Undang Darurat Nomor 8 Tahun 1956 itu ditetapkan pembentukan 4 kota besar yaitu : Medan, Pematangsiantar, Sibolga dan Kutaraja, menurut Undang-Undang Darurat ini Sibolga menjadi kota besar, dengan batas wilayah sesuai dengan keputusan residen Tapanuli tanggal 29 November 1946 Nomor 999.

Setelah keluarnya Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri RI tanggal 14 Desember 1957 Nomor u.p15/2/1 diangkatlah D. E.  Sutan Radja Bungaran menjadi Walikota Sibolga, dan sejak 1 Januari 1958 berakhir pula perangkapan jabatan Walikota Sibolga oleh Bupati kabupaten Tapanuli Tengah dan secara administratif menjadi daerah kotamadya di luar Kabupaten Tapanuli Tengah.

Referensi/sumber :
  • Repository.usu.ac.id
  • Tengku Luckman sinar, SH, “Lintasan Sejarah Sibolga dan Pantai Barat Sumatera Utara”, Harian Waspada, 23 juni 1981;
  • “Buku Hari Jadi Sibolga”, Pemerintah Kota Sibolga, 1998.

Link terkait :

Dirangkum oleh: B. Marada Hutagalung (klik profil facebooknya atau klik twitternya @MaradaGv).

HORAS!

Pelabuhan Sibolga di tahun 1910-an (Sumber Foto : id.wikipedia.org/wiki/Sibolga atau collectie.tropenmuseum)

Jumat, 19 April 2013

Foto Satelit Desa Si Raja Hutagalung

Desa Si Raja Hutagalung (untuk memperbesar klik Gambar)
Gambar di atas adalah Foto Satelit Desa Si Raja Hutagalung, Kecamatan Siatas Barita, Kabupaten Tapanuli Utara, dan tanda panah warna merah adalah Dusun Si Opat Bahal.






dari Jembatan Harean sampai ke Gereja Hutagalung (untuk memperbesar klik Gambar)

Gambar di atas adalah Foto Satelit dari Jembatan Harean sampai ke Gereja Hutagalung, Desa Si Raja Hutagalung, Kecamatan Siatas Barita, Kabupaten Tapanuli Utara.


Sumber foto dari : Hotma Hutagalung (Klik Profil Facebook Hotma Hutagalung).

Sabtu, 06 April 2013

Keturunan Si Raja Hutagalung

Logo Komunitas Hutagalung se-dunia



Keturunan Guru Mangaloksa Hasibuan :
  1. Raja Nabarat (Hutabarat)
  2. Raja Panggabean
  3. Raja Hutagalung
  4. Raja Hutatoruan
  5. Putrinya menikah dengan marga Aritonang Rajagukguk.

Mari kita simak keturunan Si Raja Hutagalung di bawah ini.


Raja Hutagalung (menikah dengan Boru Simatupang) dengan keturunan :
  1. Putra 2 orang : Raja Miralopak (menikah dengan Boru Simatupang Sianturi) dan Si Raja Inaina (menikah Boru Simatupang Sianturi)
  2. Putri 2 orang : yang pertama menikah dengan marga Simamora Rumaijuk, dan kedua menikah marga Tambunan Lumbanpea

Raja Miralopak, memiliki putra 2 orang :
  1. Ompu Datu Harean (menikah dengan Boru Simatupang Sianturi)
  2. Ompu Tuan Napitu (menikah dengan Boru Siamtupang Sianturi)

Raja Inaina memiliki 4 putra :
  1. Ompu Matasapiak Langit
  2. Ompu Datu Sorga
  3. Ompu Sibulungmotung
  4. Ompu Partombus


Ompu Datu Harean memilik 3 putra :
  1. Ompu Datu Nalimuton
  2. Ompu Datu Mulia
  3. Ompu Nihobol

Ompu Tuan Napitu memilik 3 putra :
  1. Ompu Ni Ujung Oloan
  2. Ompu Namora Tonggor
  3. Ompu Datu Timpus

Ompu Ni Ujung Oloan memiliki 3 orang putra:
  1. Raja Anggoli
  2. Bagot Pinayungan
  3. Ompu Manahan

Ompu Namora Tonggor memiliki 4 putra :
  1. Datu Parngongo
  2. Dari Sabungan
  3. Namora Tanggul
  4. Raja Mangihuthon

Ompu Datu Timpus memiliki 2 putra :
  1. Saha Panaluan
  2. Saha Oloan

Raja Anggoli memiliki 2 putra:
  1. Ujung Tali
  2. Marluntak Dalan

Datu Parngongo memiliki 3 putra:
  1. Ompu Momos
  2. Jurampang
  3. Sodunggulon

Saha Panaluan memiliki 2 putra:
  1. Raja Bandol
  2. Saha Oloan, memiliki 1 orang putra : Ompu Somuana

Bagot Pinayungan memiliki 3 putra :
  1. Todo (??)
  2. Raja Usu
  3. Batu Rihit

Dari Sabungan memiliki 2 putra :
  1. Ompu Raja Bonar
  2. Ompu Raja Monang

Namora Tanggul memiliki 1 putra : Namora Toga Dua

Raja Mangihuthon memiliki 1 putra : Raja Soulangan

Keturunan keenam dari Si Raja Hutagalung adalah : Ujung Tali – Marluntak Dalan – Todo – Raja Usu – Batu Rihit/Ompu Momos – Jurampang – Sodunggulon – Raja Bonar – Raja Monang – Namora Togadua – Raja Soulangan/Raja Bandol – Ompu Somuana


Dari Nini Ompu Tuan Napitu :
  1. Cucu Ujung Oloan : 5 orang dari 2orang Putranya
  2. Cucu Namora Tonggor : 7 orang dari 4 orang Putranya
  3. Cucu Datu Timpus : 2 orang dari 2 orang Putranya

Catatan :
Kekurangan keturuanan Miralopak dan Raja Inaina hanya berpedoman pada keturunan laki-laki, sehingga kita tidak tahu berapa orang putri yang menikah.

Mari kita teruskan silsilah kita sesuai dengan nama Ompu sapai ke nama Ompung dari Amangnya yakni Bona ni Arina. Contoh :
Bila diketahui nomor ketuirunannya No. 13,  maka Nomor 12 adalah Amangnya, Nomor 11 adalah Ompungnya dan Nomor 10 adalah Ompung dari Amangnya yang disebut  “Hula Bona ni Ari ma marga  Ompungboru dari Amangnya. Jadi diketahui marga Ompungboru dari Amangnya tentu akan tahu nama Ompung dari Amangnya.


Pada tahun 18920-1962, Tuanku Rao berperang ke Silindung, sudah sampai ke keturunan kedelapan (sebagian kesembilan) keturunan si Raja Hutagalung yakni cucunya dari Miralopak bernama Tuan Napitu


Banyak orang yang menjadi korban perang diiris-iris , keturunan Hutagalung Tuan Napitu yang dibantu adik-adiknya berperang melawan Bonjo tersebut. Tetapi pasukan Bonjo lebih banyak dilengkapi senjata sehingga banyak keturunan Hutagalung mati dibunuh, dan dibuang ke sungai Situmandi, dan rumah-rumah mereka pun dibakar. Oleh karena itulah keturunan Tuan Napitu pindah ke Onan Sitahuru, dan dari situ dilanjutkan ke Lobu Singkam, ke Aek na las di bawah Gunung Martimbang, sampai ke Sigotom dan Parsingkaman. Mereka akhirnya membuka perkampungan dan menjadi, karena Ompu Raja Bonar putra dari Ompu Namora Tonggor menikah dengan boru Simanungkalit yang diberikan oleh Raja Simanungkalit dengan juga menghibahkan pertapakan di kampung mereka, yang berada di daerah Sipoholon.


Sumber :

Link :
http://faecbook.com/HutagalungCyber
http://twitter.com/HutagalungCyber atau @HutagalungCyber
http://facebook.com/LaguHutagalung

Rabu, 03 April 2013

Film Batak - Permata di Tengah Danau (Dokumenter)


'''Permata di Tengah Danau''' adalah salah satu film dokumenter Indonesia karya Andi Parulian Hutagalung, sineas muda dari Medan, Sumatera Utara.

Tema film

Film Permata di Tengah Danau mengangkat kisah anak-anak di Pulau Samosir yang serba minim fasilitas belajar namun mampu kritis melihat situasi lingkungannya karena dibimbing para aktivis lingkungan di Sopo Belajar.

Sinopsis film :
Berawal dari kegelisahan '''Togu Simorangkir''' sebagai perantau, ia meninggalkan kemapanan di Jakarta dan kembali ke tanah Batak. Di sebuah desa di Pulau Samosir, ia mendirikan sanggar belajar yang diberi nama Sopo Belajar. Sopo Belajar meretas keterbatasan akses anak-anak desa terhadap informasi dan pengetahuan. Melalui buku dan permainan, anak-anak diajak menyelaraskan diri dengan kehidupan dan alam sekitar. Meski tantangan silih berganti, niat untuk melahirkan permata-permata yang berani bermimpi tak pernah surut.

Sophia Pakpahan salah seorang anak yang ikut aktif dalam sanggar “Sopo Belajar”, Samosir . Dalam film dokumenter tersebut Sophia mengisahkan tentang beberapa hal yang membuat warga Samosir bersemangat untuk bangkit, terutama dalam penyelamatan masa depan Danau Toba dan masa depan pendidikan anak-anak Pulau Samosir, Sumatera Utara.


Tim kru pembuatan film

Beberapa kru yang ikut terlibat dalam pembuat film dokumenter "Permata di Tengah Danau:
  • Sutradara, produser, penulis, juru kamera dan editor : Andi Parulian Hutagalung
  • Reporter : Rudianto Sitohang, Rosmelina Sinaga
  • illustrasi musik : "Mangandung" (Marsius Sitohang); "Andung-andung anak siampudan" (Juni); "Gondang" (Hardoni Sitohang).
  • Penyelarasan bahasa : S. E. Pryhandi
  • Pengarah suara : Ferrari Narotama
  • Penerjemah bahasa Inggris : Patar Simatupang
  • Pengelolaan produksi : Yani Kelly
  • Disribusi : Media Identitas, Medan

Penghargaan

Film Permata di Tengah Danau mendapat penghargaan pada :
  • Piala Maya 2012
  • Festival Film Dokumenter (FFD) Bali tahun 2012

Referensi :

Kamis, 28 Maret 2013

Surat permohonan bantuan

Surat Permohonan Bantuan (klik gambar untuk memperbesar)
Isi Ringkas Surat Punguan Si Raja Hutagalung dohot Boruna Se-Jabodetabek No. JKT/03/2013 tanggal 24 Maret 2013 perihal Permohonan Bantuan, yakni :
 
Pada tanggal 17 Maret 2013, sekitar pukul 10.00 WIB telah terjadi kebakaran di kampung Pendongkelan, Jakarta Timur, dan rumah saudara kita Efendi Hutagalung (Ama Aldo) / br. Tobing ikut menjadi korban api.

Surat ini ditujukan kepada semua pengurus/anggota Punguan Si Raja Hutagalung dohot Boruna Se-Jabodetabek untuk sudi memberi bantuan, namun bila ada keluarga Hutagalung dan boru dari luar Jabodetabek yang bersedia memberi bantuan dapat menyampaikannya ke sekretariat Punguan Si Raja Hutagalung dohot Boruna Se-Jabodetabek di Jl. Tomang Utara I No. 28, Tonang, Jakarta Barat, 11440, Telp. 021-5670773, Hp. 08129197940 an. St. P. Hutagalung (Ketua Umum).

Sumber Gambar : Rudy Hutagalung (klik Profil Facebook Rudy Hutagalung)



Rabu, 13 Maret 2013

Electric-Man (E-Man) atau Manusia Listrik

Electric-Man

Fiksi Electric-Man (E-Man) atau Manusia Listrik adalah sebuah cerita Fiktif tentang kisah Kepahlawanan seorang Manusia Listrik, yang dibumbui oleh nuansa percintaan dan juga persahabatan.


Cerita ini adalah karya seorang bermarga Hutagalung, yakni B. Marada Hutagalung di Tarutung, tahun 2001, dan selesai pada tahun 2013. Bagi yang berminat dapat mengunduhnya atau mendownloadnya secara gratis, format dokumen yang digunakan adalah PDF yang digabungkan ke format Rar. Pastikan komputer anda memiliki aplikasi WinRar dan Adobe Reader atau Foxit Reader.


Buku tersebut terdiri dari dua bagian yakni : 
  1. Bagian pertama : sampul, kata pengantar, profil penulis, dan Tokoh-tokoh dalam cerita. 
  2. Bagian kedua : bagian isi cerita novel
Jika berminat, silahkan diunduh atau didownload dari http://maradahtgalung.blogspot.com/2013/03/Electric-Man.html

HORAS!

Link Penulis :
http://facebook.com/B.MaradaHutagalung
http://twitter.com/maradagv


Jumat, 14 Desember 2012

Profil Singkat Sanggam Hutagalung sang calon Bupati Tapanuli Utara

Sanggam Hutagalung


Sanggam Hutagalung lahir di Tarutung, 26 Pebruari 1958 adalah merupakan salah satu yang ikut mencalonkan diri menjadi Bupati Tapanuli Utara pada periode 2014-2018 nanti dengan motto "Kubangun Desaku, Kubangun Bonapasogitku."


Keluarga :
Kakek (Ompung) : St. Balameha Hutagalung (Alm.)/ Theresia br. Hutabarat (Alm.)

Orang tua, Ayah : Oliver S. P. Hutagalung (Alm.)
Orang tua, Ibu : Dermawan Br. Sitompul (Alm.)

Istri : Prof. Dr. Prihatin Lumbanraja, SE, M.Si

Anak/Menantu :
1. Immanuel B. P. Hutagalung / Elisabeth N. Br Ambarita, SH
2. Arga J. P. Hutagalung, SH / Melysa Y. N. Br. Lumbantobing, SH
3. Naomi Karina Br Hutagalung


Riwayat Jabatan :
1. Tahun 1986 : Pelaksana Kepala Seksi IPEDA pada Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Tapanuli Tengah,
2. Tahun 1987 : Kepala Seksi IPEDA pada Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Tapanuli Tengah (Eselon IV B),
3. Tahun 1989 : Kepala Bagian Umum pada Setwilda Tk. Kabupaten Tapanuli Tengah (Eselon IV A),
4. Tahun 1991 : Kepala Bagian Perekonomian pada Setwilda Tk. II Kabupaten Tapanuli Tengah (Eselon IV A),
5. Tahun 1992 : Kepala Dinas Pendapatan Tk. II Setwilda Tk. II Kabupaten Tapanuli Tengah (Eselon III B),
6. Tahun 2001 : Ketua BAPPEDA Kabupaten Tapanuli Tengah (Eselon III A),
7. Tahun 2002 : Sekretaris BAPPEDA Kabupaten Tapanuli Tengah (Eselon III A),
7. Tahun 2002 : Kepala BAPPEDA Kabupaten Tapanuli Utara (Eselon II B),
8. Tahun 2004 : Sekretaris Daerah Kabupaten Tapanuli Utara (Eselon II A),
9. Bulan Juli 2012 : Staf pada Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Sumatera Utara.

Beliau masih merupakan Ketua Punguan si Raja Hutagalung se-Kabupaten Tapanuli Utara, dan merupakan Hutagalung generasi No. 15, Keturunan Miralopak - Datu Harean - Datu Nalimuton - Radja Ulang.


Jika ada kesalahan dan menyampaikan info ini mohon saran yang membangun. Atas perhatiannya diucapkan terima kasih. Horas!

Rabu, 05 Desember 2012

Weshley Hutagalung, Sang Pengamat dan Wartawan Bola

Diambil dan diedit dari Facebook Weshley Hutagalung Full.

Weshley Hutagalung, Sang Pengamat dan Wartawan Bola

Ternyata ada juga marga Hutagalung, yang menjadi Pengamat Sepak Bola sekaligus Wartawan dari Tabloid Bola. Tentu pasti banyak kita yang sudah mengenalnya, terutama para pecinta bola.

Weshley Hutagalung lahir pada tanggal 04 Juli 1971, istri bernama Indira C. Pareira - klik facebook Indira http://www.facebook.com/indira.pareira, dan Weshley memiliki satu putra (Ruben) dan satu putri (Gwendolyne).

Daftar linknya :
Twitter : https://twitter.com/weshley atau @weshley
Office site : http://bolanews.com

Weshley telah banyak membawakan acara tentang olahraga Bola dan juga telah banyak menulis berita tentang bola internasional.

Beberapa Video Youtube tentang Pengamatan Weshley tentang Bola yang diposting oleh Bolanews di youtube - http://www.youtube.com/user/bolanewsdotcom










Data dirangkum langsung oleh Admin HC dari berbagai sumber. ***


Logo Hutagalung Sedunia
Flag Counter