Tampilkan postingan dengan label Galery Photo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Galery Photo. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 Juni 2014

Taingot ma na opat on


Taingot ma na adong tarsurat di gambar na di ginjang on.

Mauliate jala Horas!

Logo dibuat oleh: B. Marada Hutagalung

Sabtu, 29 Maret 2014

Foto Pengurus Punguan Rahut Bona Kota Medan Periode 2014-2019

Pengurus Punguan Rahut Bona Kota Medan Periode 2014-2019

Foto Pengurus Punguan Si Raja Hutagalung dohot Boruna (Rahut Bona) Kota Medan 2014-2019

FOTO UKURAN ASLI


Sumber Foto : Jefree S. Hutagalung, profil facebook klik via :

HORAS!

Kamis, 09 Mei 2013

Rimbang atau Takokak


Pernahkah Saudara/i melihat atau mendengar Rimbang (Takokak)? Ternyata rimbang tidak hanya ada di daerah Tapanuli (Batak) saja, namun ada juga di daerah lain bahkan di luar negeri juga dibudiyakan. Bagaimana dengan di Indonesia sendiri?

Seperti apakah rimbang itu? Mari kita baca dan simak di bawah ini.

Klasifikasi ilmiah
Kerajaan : Plantae
Ordo : Solanales
Famili : Solanaceae
Genus : Solanum
Spesies : S. torvum
Nama binomial : Solanum torvum - Sw.


Rimbang atau Takokak atau terung pipit (Solanum torvum Sw.) adalah tumbuhan dari suku terung-terungan (Solanaceae) yang buah dan bijinya dipakai sebagai sayuran atau bumbu. Nama dalam perdagangan internasional tidak baku, beberapa di antaranya adalah turkey berry (buni turki) atau mini-eggplant (terung mini).

Nama lain di daerah-daerah adalah rimbang (Batak Toba, Minangkabau) dan tekokak.


Deskripsi

Takokak adalah tumbuhan semak kecil, yang tingginya dapat mencapai 5 m. Namun biasanya, kurang dari 2 m. Hampir semua bagian tumbuhan ini berduri, kecuali hanya buah yang ditutupi rambut. Daunnya bulat telur dengan pangkal seperti jantung atau membulat, dengan ujung yang tumpul. Panjang daun 7-20 cm dan lebarnya 4-18 cm. Tangkai perbungaannya pendek, sering bercabang-cabang dan banyak bunganya. Bunganya berbentuk bintang berwarna putih, yang ditengahnya kuning. Buahnya berjenis buah buni, kecil, dan banyak.


Persebaran dan habitat

Spesies ini tersebar di Antilla. Namun kini tersebar luas di wilayah tropis. Di Indonesia, ia tumbuh liar di hutan-hutan semak dan hutan-hutan terbuka. Hidup dari dataran rendah sampai pada ketinggian 1600 mdpl.

Rimbang dapat ditanam baik di dataran rendah maupun dataran tinggi. Penanamannya lebih baik dilakukan pada musim kemarau, tetapi pada musim penghujan, rimbang masih dapat ditanam.


Kegunaan

Takokak adalah salah satu tanaman yang memiliki khasiat cukup tinggi, tetapi kebanyakan masyarakat tidak mengetahuinya. Di zaman sekarang ini, dengan umur yang masih muda anak-anak sudah mengalami gangguan mata. Bisa di lihat banyak sekali anak-anak yang memakai alat bantu kacamata akibat pengaruh teknologi seperti televisi dan komputer. Bagaimana untuk mengatasinya? kita dapat menemukan obatnya di pasar. Buah rimbang banyak sekali dijual di pasar. Cukup dengan mencucinya dan makan mentah-mentah sebanyak 5 butir per hari, lama kelamaan mata anda akan membaik. sebab rimbang sangat kaya akan vitamin A yang sehat untuk mata, selain itu rimbang juga mengandung vitamin C.

Tetapi tanaman ini tidak begitu diketahui khasiatnya oleh masyarakat. Apalagi, orang-orang cenderung tidak suka karena rasanya sangat pahit. Kalau kita tidak suka karena terlalu pahit, kita bisa mencampur rimbang ke makanan lain seperti Sup, taucho, dan lain-lain. Tetapi tetap saja rimbang yang mentah memiliki khasiat yang lebih. Cucilah terlebih dahulu sebelum memakan yang mentah.

Pohon takokak dikenal tahan penyakit yang menyerang batang dan biasa dijadikan batang bawah untuk terung, meskipun praktik ini hanya dipakai bagi pertanaman di pekarangan.

Buahnya bisa dimakan, baik yang muda maupun yang tua. Orang mandailing/tapanuli biasanya menggunakan rimbang sebagai campuran sayur daun ubi tumbuk (daun singkong tumbuk), penggunaan buah takokak umum di dalam masakan Sunda, dan diperlakukan seperti ranti (leunca), yaitu dijadikan lalap atau dimasak sayur. Di Thailand, buah takokak muda menjadi bagian dari kari sayur (แกงเขียวหวาน) yang populer. Orang Laos dan Kamboja juga memanfaatkan buahnya.

Selain mengobati mata dan memperjelas penglihatan rimbang juga dapat digunakan sebagai antioksida, mengobati kepala pusing, mengatasi kurangnya nafsu makan, mengatasi tekanan darah tinggi, dan melancarkan sirkulasi.


Sumber :

HORAS!

Jumat, 19 April 2013

Foto Satelit Desa Si Raja Hutagalung

Desa Si Raja Hutagalung (untuk memperbesar klik Gambar)
Gambar di atas adalah Foto Satelit Desa Si Raja Hutagalung, Kecamatan Siatas Barita, Kabupaten Tapanuli Utara, dan tanda panah warna merah adalah Dusun Si Opat Bahal.






dari Jembatan Harean sampai ke Gereja Hutagalung (untuk memperbesar klik Gambar)

Gambar di atas adalah Foto Satelit dari Jembatan Harean sampai ke Gereja Hutagalung, Desa Si Raja Hutagalung, Kecamatan Siatas Barita, Kabupaten Tapanuli Utara.


Sumber foto dari : Hotma Hutagalung (Klik Profil Facebook Hotma Hutagalung).

Kamis, 28 Maret 2013

Surat permohonan bantuan

Surat Permohonan Bantuan (klik gambar untuk memperbesar)
Isi Ringkas Surat Punguan Si Raja Hutagalung dohot Boruna Se-Jabodetabek No. JKT/03/2013 tanggal 24 Maret 2013 perihal Permohonan Bantuan, yakni :
 
Pada tanggal 17 Maret 2013, sekitar pukul 10.00 WIB telah terjadi kebakaran di kampung Pendongkelan, Jakarta Timur, dan rumah saudara kita Efendi Hutagalung (Ama Aldo) / br. Tobing ikut menjadi korban api.

Surat ini ditujukan kepada semua pengurus/anggota Punguan Si Raja Hutagalung dohot Boruna Se-Jabodetabek untuk sudi memberi bantuan, namun bila ada keluarga Hutagalung dan boru dari luar Jabodetabek yang bersedia memberi bantuan dapat menyampaikannya ke sekretariat Punguan Si Raja Hutagalung dohot Boruna Se-Jabodetabek di Jl. Tomang Utara I No. 28, Tonang, Jakarta Barat, 11440, Telp. 021-5670773, Hp. 08129197940 an. St. P. Hutagalung (Ketua Umum).

Sumber Gambar : Rudy Hutagalung (klik Profil Facebook Rudy Hutagalung)



Minggu, 04 November 2012

Sekilas tentang Guido Firdaus Hutagalung (Gido) di Indonesian Idol ke-5




Sekilas tentang Guido Firdaus Hutagalung (Gido) di Indonesian Idol ke-5

Guido Firdaus Hutagalung, biasa disapa “Gido”, Anak Siantar yang sedang bertarung dengan para kontestan Indonesian Idol se-Tanah Air yang saat itu masuk 24 besar, berharap dapat menjadi yang terbaik.

Gido yang lahir di Medan, 12 Pebruari 1984 mempunyai bakat bernyanyi sejak kecil dan beragam bakat seperti MC dan paduan suara, serta aktif di group band. Ia telah beberapa kali menjuarai ajang perlombaan semacam "Indonesian Idol" di Kota Pematang Siantar.

Sebagai Anak Siantar Gido tentunya sangat bangga bisa terpilih dan masuk ke dalam 24 besar di ajang bergengsi ini bersaing dengan ribuan peserta dari penjuru tanah air. Gido yang terlahir dari keluarga yang sederhana, semenjak ditinggalkan oleh Ayah tercintanya untuk selama-lamanya harus pontang-panting untuk membantu kehidupan keluarganya. Bahkan Sempat Guido hampir gagal mengikuti Audisi di Medan karena hingga detik-detik terakhir, ia masih belum mampu mengumpulkan ongkos untuk berangkat dari Pematang Siantar. Untungnya di hari Minggu ia mendapat pekerjaan menjadi MC di sebuah plaza. Hari kedua Audisi diadakan, Guido berangkat berbekal uang hasil jerih payahnya kemarin.

Apa hendak dikata, pada tanggal 26 April 2008 ia harus tereliminasi dengan menyanyikan lagu Dewa19 - Cemburu. Semoga Gido jaya pada sesi lain. Tetaplah semangat!

Video Gido Idol


Sumber :
- http://edyjharto.blogspot.com/
- Wikiperdia.org
- dan lain-lain.

Facebook Guido Firdaus Hutagalung : http://www.facebook.com/guido.firdaushutagalung

Horas!

Senin, 29 Oktober 2012

Karal Hutagalung - The Legend of Sipoholon's Guitar

 Karal Hutagalung - Pembuat Gitar Sipoholon

Pernahkah Saudara/i mendengar Gitar Sipoholon? Mungkin ada yang pernah atau ada juga belum pernah. Jika ingin mengetahui tentang gitar sipoholon maka tidak terlepas dari sang Pembuat Gitar Sipoholon, yakni Karal Hutagalung.



A. Sejarah Ompu Pinondang Hutagalung ( Gomar Hutagalung - Sofia br Hutauruk )

Parjolo haroro ni oppung nami Omp. Sahata sian Hutagalung Harean ia Hutagalung nami Hutagalung Tuan Napitu, mangaratto ma oppung nami on tu Huta Lobu Sikkam jala mangalap boru Parapat sian Lumban Sijungkot jala sonduk hela ma disi jala anakna Sahata muse mangalap boru Hutauruk sian Hutabagasan dungi mangaratto ma tu Lobu Sikkam jala tinggalma disi hira ra piga taon, jala dung ra piga taon tinggal disi dang ra adong nani pinarorotna dungi marpanungkuni ma oppug nami tu halak namalo ahado manghalahi parjalanan ni oppung nami on binna tung songoni lelengna manarihan napinarorotna. Dung marpanungkun oppung nami on tung sahalak namalo dihutai roma hata ni namalo mandok na ikkon mulak ma oppung nami on tu huta ni hula-hulana Hutauruk di Hutauruk Parjulu (Hutabagasan) dung songoni hata ni namalo ai dirimang-rimangima di bagasan rohana dungi mulak ma halaki tutu tu hutani hula-hulana tu Hutabagasan. Dungi ngabe sonduk hela ma nasida di huta jala dungi tutu sada asi ni rohani Tuhanta Namartua Debata di lehon ma tutu sada dakdanak ima oppung nami Omp.Tumbur (Johan) udut ni tutu ngabe ma tutu oppung na mi on ngabe maranakon 4 (opat) baoa dohot 1 (sada) borua ima (Johan Hutagalung, Jamian Hutagalung, Muliater Hutagalung, Daria Hutagalung, Hilderia br Hutagalung, Karal Hutagalung).
Torkis Hutagalung dan Karal Hutagalung

Boima dison dipatorangkon songon ni ruas na tamba sian pomparan Ompung Gomar Hutagalung sahat tu saonari ima :

Parjolo :Johan Hutagalung mangalap boru sian Lumban Baringin I ma Dorkas br Hutauruk sian ni dilehon tuhanta ma 3 (tolu) baoa dohot 5 (lima) boru.

Paduahon : Jamian Hutagalung mangalap boru sian pahae ima br Simanungkalit sian ni adong …. baoa dohot 4 boru. Molo tambak na adong saonari di dolok jonok tu huta Sosor Hutagalung di Sipoholon.

Patoluhon : Muliater Hutagalung mangalap boru Tambunan sian …….. sian adong 1 (sada) baoa dohot 1 (sada) boru.

Paompathon : Daria Hutagalung mangalap boru Silitonga sian ………. sian ni adong ma 4 (baoa) dohot 4 (opat) boru.

Palimahon : Hilderia br Hutagalung na dialap Marga Lumban Tobing sian Huta Banuaji sian ini adong do 3 (tolu) baoa dohot 4 (opat) boru. Sahat tu saonnari be halakki rap tinggal ma di huta Banuaji molo disi adong do amangboru I manjaga jabu i.

Paonomon : Karal Hutagalung na mangalap boru Parapat sian Lumban Sijongkot sian Sipaholon sian ni adong 4 (opat) baoa dohot 4 (opat) boru.

Sahat tu saonari gabe ma tutu pomparan ni oppung nami on songoni tinggal di huta nang songoni tinggal di tano parserahan. Dung manang piga taon di huta ni hula-hulana antar hurang tabo ma parhombaran ni oppung nami tu hula-hulana. Dung songoni ala asi ni rohani hula-hula nami Parapat dilehon ma parhutaon nami di Sosor Hutagalung.

Sumber : http://ompupinondang.blogspot.com



B. Karal Hutagalung dan Gitar Sipoholon

Karal Hutagalung semasih muda sudah piawai memainkan beberapa alat instrumental buatan Eropa seperti gitar, biola, mandolin dan organ engkol.

Berawal dari upayanya memperbaiki gitarnya sendiri yang rusak memotovasi dirinya membuat gitar yang baru. Ternyata buatannya lebih baik dari gitar yang pada waktu itu kebanyakan buatan luar, sehingga banyak yang memesan. Tidak puas sampai disitu, dia mencoba membuat organ engkol yang digunakan pada gereja. Organ itu dengan sebutan batak poti marende. Banyak gereja menggunakan organ buatan Hutagalung.
Usahanya semakin berkembang, semula dilakukan dirumahnya Hutabagasan Desa Lumban Baringin Sipoholon sejak tahun 1954. Modal usaha terkumpul sehingga dapat membeli tanah di pinggir jalan raya Jalan Balige Lumban Baringin Sipoholon.

Hutagalung mampu membuat alat musik lain seperti biola, mandolin, stringbass, jazband dan bamboo. Beberapa kepingan kayu model senapan juga ditemukan dibenglenya. Dia juga mampu membuat senapan angin.

Pesanan organ engkol poti marende tidak lagi ditekuninya sejak keyboard semakin banyak dan murah. Poti Marende telah digeser peranannya dari gereja dengan keyboard sehingga tidak lagi diproduksi.

Beberapa alat pertukangan yang ada dibengkelnya adalah atas upaya sendiri. Menurut pengakuannya pemerintah daerah Tapanuli Utara pada saat Bupati R. E. Nainggolan pernah membantunya Rp 10 juta. Sebelum dan sesudah itu tidak pernah ada. Konon pemda sering mengikutkan bengkel kerjanya mengikuti pameran ke Medan dan Jakarta. Dia mengakui bahwa gitar buatannya sudah pernah sampai ke Amerika.

Kelebihan gitar Sipoholon adalah kualitas dan seni pembuatannya dan penjiwaan pembuatnya ditambah dengan pemilihan kayu berkualitas terbaik yang ditemukan di daerah Sarulla.

Pemasaran Gitar Sipoholon tidak jelas, pada umumnya hanya melayani pesanan. Semua gitar yang terpajang di gallerinya semua sudah ada pemiliknya. Harga yang dipatok berkisar antara Rp 350.000 s/d Rp 400.000. Akustik Bass dipatok Rp 800.000. dan Gitar listrik sekitar Rp 1 juta. Pembuatan 1 gitar dapat diselesaikan dalam 1 minggu. Setelah menggunakan alat mekanik telah dapat menyelesaikan 2 gitar dalam 1 minggu.

Karal Hutagalung telah memiliki cucu-cucu yang membahagiakan hatinya dari 5 orang putra dan 4 orang putri. Dia dipanggil Ompu Mega. Isteri tercintanya Boru Parapat telah lebih dulu meninggalkannya. Pada usianya yang seja (82 tahun) Ompu Mega telah pensiun dari pekerjaannya. Usahanya dilanjutkan oleh 3 putranya.

Sumber : http://tanobatak.wordpress.com



C. Gitar Sipoholon

Produk Gitarnya dikenal dengan sebutan Gitar Sipoholon sudah terpatri dengan baik di dalam hati para pecinta musik di Tapanuli Utara khususnya dan di Sumatera Utara pada umumnya.


Karal Hutagalung memulai usahanya dirumahnya di Hutabagasan Desa Lumban Baringin Sipoholon sejak tahun 1954. Modal usaha terkumpul sehingga dapat membeli tanah di pinggir jalan raya Jalan Balige Lumban Baringin Sipoholon. Hutagalung mampu membuat alat musik lain seperti biola, mandolin, stringbass, jazband dan bamboo. Beberapa kepingan kayu model senapan juga ditemukan dibenglenya.
Pemasaran Gitar Sipoholon tidak jelas, pada umumnya hanya melayani pesanan. Semua gitar yang terpajang di gallerinya semua sudah ada pemiliknya. Harga yang dipatok berkisar antara Rp 350.000 s/d Rp 400.000. Akustik Bass dipatok Rp 800.000. dan Gitar listrik sekitar Rp 1 juta. Pembuatan 1 gitar dapat diselesaikan dalam 1 minggu. Setelah menggunakan alat mekanik telah dapat menyelesaikan 2 gitar dalam 1 minggu.

Kelebihan gitar Sipoholon adalah kualitas dan seni pembuatannya dan penjiwaan pembuatnya ditambah dengan pemilihan kayu berkualitas terbaik yang ditemukan di Sarulla.

Sumber : http://bataknauli.org

D. Pencipta Potimarende dan Gitar Sipoholon K. Hutagalung Meninggal Dunia


Sipoholon (Nababan) - Pencipta “Potimarende” dan Gitar Sipoholon, Karal Hutagalung meninggal dunia dengan tenang di rumah duka Jalan Balige Sipoholon Kabupaten Tapanuli Utara, Jumat (4/12).

Pria yang dilahirkan pada 17 Maret 1923 disapa dengan nama Ompu Romega Doli Hutagalung, hingga akhir hidupnya masih aktif mengerjakan Potimarende dan Gitar Sipoholon serta alat-alat musik tradisional lainnya yang digelutinya sejak tahun 1940 yang lalu.

Tanganku nametmet, hulehonma tu Debata, itulah motto hidup Ompu Romega Hutagalung. Motto hidup itu dipersembahkannya melalui buah karya tangannya yang telah banyak dipergunakan Gereja-Gereja di penjuru daerah untuk memuliakan Tuhan yaitu Potimarende (orgel manual) dan Gitar Sipoholon. Tidak jarang para penginjil dari Eropa membawa hasil buah tangan Ompu Romega ke daerahnya masing-masing.


Sejak 15 tahun yang lalu Ompu Romega Doli telah hidup menduda atas duluanya berpulang ke Rumah Bapa di Sorga Ompu Romega Boru/br Parapat. Kerja keras untuk membuat Potimarende dan Gitar Sipoholon terus ditekuninya dan hingga kini kerja keras itu diturunkannya kepada 3 putranya yaitu A Hutagalung (Ama Romega/Omp Riel), Hotma Hutagalung (Ama Erwin) dan Ronny Hutagalung (Ama Tian). Sedangkan dua putranya yaitu Roster Hutagalung bekerja di PGN Medan dan Drs Madin Hutagalung bekerja di Disperindag Medan. Serta meninggalkan 4 putri yang sudah berkeluarga/bercucu yaitu M br Hutagalung (Ny Manalu), K br Hutagalung (Ny Hutabarat), D br Hutagalung (Ginting) dan R br Hutagalung (Nababan).
Bahkan di masa penjajahan tahun 40-an, Ompu Romega bisa menciptakan senjata, sehingga dimasa tuanya mendapat penghargaan dari pemerintahan Indonesia sebagai Veteran.
Menurut salah seorang anggota keluarga A Hutagalung, melalui Jhon Manalu SPd (cucu) yang kini sebagai Wartawan SIB di Medan, jenazah almarhum akan dikebumikan pada Selasa 8 Desember 2009 mendatang di Desa Hutauruk Sipoholon.

Mendengar kabar duka cita itu, Sekda Pemprovsu Dr. R.E. Nainggolan, menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya dan merasa kehilangan atas berpulangnya ke Rumah Bapa di Sorga seorang tokoh khususnya di Tapanuli Utara yaitu pencipta Gitar Sipoholon dan Potimarende Karal Hutagalung. “Karena dengan karya-karya beliau melalui Potimarende dan Gitar Sipoholon Tapanuli Utara semakin dikenal di tigkat nasional maupun internasional. Saya harapkan karya-karya beliau tetap kita kenang dan kiranya tetap muncul generasi-generasi baru yang akan meneruskan buah karyanya,” ucapnya, Sabtu (5/12) melalui telepon kepada Jhon Manalu selaku cucu almarhum di Medan, saat Bupati Taput RE Nainggolan sering mengunjungi Karal Hutagalung.

Hal yang sama disampaikan Bupati Taput Torang Lumbantobing, yang mana karya-karya almarhum sudah cukup dikenal masyarakat luas. Bahkan sudah sering diikutkan dalam pameran tingkat propinsi maupun nasional. “Sehingga beliau merupakan salah satu tokoh yang mengharumkan nama baik Tapanuli Utara. Saya mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya,” ucap Bupati Toluto.

Sumber : http://tuannahoda.blogspot.com/


E. Gitar Sipoholon Riwayatmu Kini

Di era tahun 1970-an hingga tahun 1990-an, wilayah Tapanuli Utara dikenal masyarakatSumatera Utara sebagai salah satu sentra produksi gitar yang cukup akrab dengan konsumen, baik dilihat dari mutu maupun modelnya. Pada masa kejayaannya, industri kerajinan gitar Sipoholon ini telah berkembang cukup baik. Produk gitarnya yang dikenal dengan sebutan Gitar Sipoholon pun sudah terpatri dengan baik di dalam hati para pecinta musik di Tapanuli Utara khususnya, dan di Sumatera Utara pada umumnya.


Sipoholon sebenarnya adalah nama sebuah desa di Tapanuli Utara, Sumatera Utara yang banyak dihuni oleh para perajin gitar yang sangat terampil dan berbakat. Sudah puluhan tahun lamanya para perajin itu menggeluti industri kerajinan gitar kayu dan secara turun-temurun keterampilan membuat gitar dari kayu itu diwariskan kepada generasi penerusnya. Kini setidaknya sudah ada tiga generasi yang melanjutkan industri kerajinan gitar kayu tersebut.

Entah bagaimana awal ceritanya, nama desa Sipoholon itu disematkan sebagai merek dagang (trade mark) dari produk gitar buatan desa tersebut. Menurut penuturan Hutagalung, salah satu pengrajin Gitar Sipoholon, tidak jelas bagaimana sejarah dari Gitar Sipoholon itu. Yang kami tahu industri gitar ini sudah digeluti secara turun temurun oleh kakek buyut kami dan kini tinggal anak cucunya yang melanjutkan. Kami sendiri sudah generasi ketiga, kata R. Hutagalung ketika ditemui majalah Media Industri di bengkel kerja alat musik gitarnya di Sipoholon, Tarutung, Tapanuli Utara.

Di bengkel kerja alat musiknya itu, selain membuat gitar, Hutagalung juga membuat alat musik lain seperti keyboard tradisional atau lebih dikenal dengan sebutan poti marende dan bass betot. Namun untuk bas betot dan keyboard, Hutagalung mengaku sudah angkat tangan karena tergilas dengan keyboard dan bass betot modern yang dioperasikan secara elektrik. Bass betot buatan Sipoholon adalah bas betot non elektrik sedangkan keyboardnya digerakkan dengan pedal kaki. Untuk kedua alat musik ini kami sudah menyerah. Tapi untuk gitar, kami masih bisa bertahan karena masih banyak peminat, tuturnya.

Selain dikenal sebagai sentra industri kerajinan gitar dari kayu, desa Sipoholon juga dikenal dengan sumber air panasnya yang beberapa diantaranya kini sudah dikembangkan menjadi objek wisata pemandian air panas. Pada saat hari libur khususnya pada akhir pecan, objek wisata pemandian air panas di Sipoholon mulai banyak dikunjungi wisatawan domestik dari wilayah sekitar Tapanuli Utara. Tentu saja, pengembangan industri pariwisata ini dapat juga dimanfaatkan untuk mempromosikan industri gitar kayu di Sipoholon.

Untuk membangkitkan kembali industri kerajinan gitar dari kayu itu, Hutagalung sangat berharap ada uluran bantuan modal, apakah dari pemerintah atau dari kalangan perusahaan perbankan. Untuk memenuhi permintaan pasar selama ini, Hutagalung mengaku kewalahan karena tidak mempunyai modal khususnya untuk pengadaan kayu sebagai bahan baku utama.

Menurut Hutagalung, setiap bulan masuk permintaan pembuatan gitar kayu antara 30 sampai 50 unit gitar, baik gitar melodi, klasik maupun gitar bass. Jika pesanan masuk, maka perajin harus sudah siap dengan semua jenis bahan baku, baik kayu yang didatangkan dari Sibolga, Tapanuli Selatan serta seluruh peralatan pendukung seperti lem, amplas dan lain-lain.

Namun karena ketiadaan modal kerja untuk pengadaan bahan baku, sering kali para perajin tersebut terpaksa menolak pesanan sambil menunggu adanya bantuan modal dari keluarga untuk pengadaan bahan baku. Yang paling banyak menyedot modal kerja sebetulnya adalah kayu.

Akibatnya, bengkel pembuat alat-alat musik di Sipoholon kini terpaksa mengerjakan pekerjaan yang kadang-kadang hanya satu unit dalam satu minggu sehingga untuk menghidupi keluarga pun sudah kewalahan. Padahal untuk menjalankan roda usaha yang awalnya dimulai dari usaha keluarga ini, Hutagalung mempekerjakan empat karyawan yang tugasnya menggergaji kayu, memotong dan memoles. Untuk pekerjaan yang membutuhkan keterampilan dan ketangkasan khusus seperti memasang cantolan senar dan memasang senar, Hutagalung sendiri yang melakukannya.

Untuk produk gitarnya itu, Hutagalung biasanya menjual dengan harga yang bervariasi dari mulai Rp 400.000 per unit sampai Rp 850.000 per unit. Harga tersebut, menurut Hutagalung, merupakan harga baru yang terpaksa dinaikkan untuk mengimbangi biaya produksi dan biaya hidup yang terus
merangkak naik.

Selain harga bahan baku yang terus membumbung tinggi, gaji empat karyawan pun ikut serta dinaikkan. Kami sangat kesulitan. Tapi jika sekiranya ada uluran tangan untuk membantu modal kerja, kesulitan hidup kami masih bisa diatasi karena permintaan dari penggemar gitar Sipoholon masih terus mengalir, tutur Hutagalung.

Para pemilik bengkel gitar Sipoholon juga sangat merindukan produk mereka dapat dipajang di toko-toko alat musik, baik di Tarutung apalagi di Medan sebagai kota provinsi. Itu juga yang selama ini menjadi mimpi Hutagalung, apalagi ketika mereka berjalan-jalan ke kota dan melihat di beberapa toko alat musik terdapat sejumlah gitar dipajang.

Disadur dari Media Industri (No. 05.2008) Departemen Perindustrian RI
Sumber : http://arifh.blogdetik.com



F. Gitar Sipoholon Tembus Pasar Nasional

TARUTUNG--MICOM: Gitar hasil kerajinan tangan warga Desa Lumban Baringin, Kecamatan Sipoholon, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, kini banyak mendapat pesanan dari berbagai kota besar di Indonesia. "Industri kerajinan ini merupakan warisan yang kami geluti secara turun-temurun sejak 1954. Semula, keluarga kami mengerjakannya dengan peralatan sangat sederhana," ujar R. Hutagalung (44), warga Hutagalung, Sipoholon, Ahad (12/12).


Ia mengatakan, dari tahun ke tahun usahanya terus berkembang dan peralatan yang digunakan semakin disempurnakan. Karenanya, pesanan pun terus meningkat dari berbagai kota dan bahkan terkadang mendapat orderan pelanggan dari luar negeri. "Kami selalu menjaga kualitas dengan memilih kayu terbaik yang dipesan dari daerah Sarulla. Harganya berkisar Rp500 ribu sampai Rp2 juta tergantung bentuk dan modelnya," ujarnya.

Menurutnya, untuk satu gitar pesanan, pengerjaannnya membutuhkan waktu satu hingga dua minggu. "Diperlukan, kesabaran dalam proses pembuatannya, karena pengerjaannya masih secara manual," katanya. Hutagalung menambahkan, proses pembuatannya terbilang sederhana, tetapi dapat menghasilkan kualitas suara yang tidak kalah dibandingkan gitar buatan luar negeri. "Mungkin itu sebabnya, semakin banyak peminat yang memesan," katanya.

Hanya saja, menurut dia, Pemerintah Daerah Tapanuli Utara kurang memberi perhatian, meski proposal untuk modal usaha sudah beberapa kali diajukan melalui Dinas Koperasi dan Perindustrian. Sekretaris Kecamatan Sipoholon Siasep Manalu mengatakan industri kerajinan gitar di daerah itu sangat berpotensi untuk dikembangkan, mengingat keberadaannya yang sudah sejak lama dikenal pelanggan berbagai daerah.

Kata Siasep, menurut catatan yang ada, Pemkab Tapanuli Utara pernah memberikan bantuan permodalan bagi pengusaha. Selain itu, pemerintah daerah juga sering mengikutkan bengkel kerja Hutagalung pada berbagai pameran hingga ke tingkat nasional di Jakarta.

Sumber : http://www.mediaindonesia.com

 
G. Gitar Mendunia Asal ‘Sipoholon’

Sejak tahun 1970-an hingga kini wilayah Tapanuli Utara dikenal oleh masyarakat di Propinsi Sumatera Utara sebagai salah satu sentra produksi gitar dengan kualitas kayu bermutu ditambah dengan varian modelnya yang tidak monoton. Karena diproduksi di Desa Sipoholon, Kabupaten Tapanui Utara, gitar itu disebut dengan julukan ‘Gitar Sipoholon’.

Maka tak heran jika selain bertani masyarakat di desa itu bermata pencaharian sebagai perajin gitar yang turun temurun. Kini setidaknya sudah ada tiga generasi yang melanjutkan industri kerajinan gitar kayu tersebut. “Industri gitar ini sudah digeluti secara turun temurun oleh kakek buyut kami dan kini tinggal anak cucunya yang melanjutkan. Kami sendiri sudah generasi ketiga,” kata R. Hutagalung ketika ditemui di bengkel kerjanya.

Pemesanan gitar hasil industri kerajinan rakyat Sipoholon memiliki kayu berkualitas dan suara cukup nyaring menembus pasar Amerika Serikat. Pesanan gitar yang dikerjakan secara turun temurun oleh keluarga Hutagalung itu sempat sampai ke pasar Amerika Serikat bahkan negeri kincir angin Belanda.

“Kami mengerjakan pembuatan gitar ini dengan peralatan yang cukup sederhana, namun dibarengi dengan penjiwaan hati. Sedangkan kesabaran menjadi dasar kejelian tangan,” tutur R Hutagalung menjelaskan.

Sebelumnya, pembuatan gitar tersebut muncul karena terinspirasi dari gitar buatan luar negeri yang dipasarkan ke daerah Tapanuli Utara. Dari sana usahanya itu berkembang pesat hingga kini. Umumnya pemasaran gitar asal Sipoholon itu bergantung pada pesanan saja, jadi gitar yang terpajang digallerinya itu merupakan gitar yang sudah dibeli atau dipesan.

Disamping itu pula ketersediaan kayu ‘Jalatung’ sebagai bahan baku juga mengalami kelangkaan sehingga harganya membumbung tinggi. “Walaupun begitu, kebutuhan hidup masih dapat terpenuhi karena permintaan dari penggemar gitar Sipoholon masih terus mengalir,” tutur Hutagalung mengakhiri.

Sumber : http://www.pixeletphotomagz.com



H. Gitar Sipoholon Tembus AS

Medan (ANTARA News) - Pemesanan gitar hasil industri kerajinan rakyat Sipoholon, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara yang memiliki kayu berkualitas dan suara cukup nyaring menembus pasar Amerika Serikat.

"Pesanan gitar yang dikerjakan secara turun temurun oleh keluarga Hutagalung ini sudah sampai ke Amerika," kata penanggung jawab anjungan Kabupaten Tapanuli Utara, Jones Lubis, di Pekan Raya Sumut, Medan, Senin.

Kelebihan gitar Sipoholon adalah kualitas dan seni penjiwaan pembuatnya ditambah dengan pemilihan kayu kualitas terbaik yang ditemukan di daerah Sarulla, Tarutung.

Usaha gitar yang dijalani sejak 1954 ini, pembuatannya terbilang cukup sederhana dan membutuhkan kesabaran karena masih manual serta memiliki kejelian sentuhan tangan.

Jones menambahkan, pembuatan gitar tersebut muncul karena adanya gitar buatan luar yang dipasarkan ke daerah Tapanuli Utara pada saat itu sehingga keluarga Hutagalung termotivasi untuk membuat gitar yang tidak kalah kualitasnya.

Usahanya semakin berkembang, semula dilakukan di rumahnya Hutabagasan Desa Lumban Baringin Sipoholon. Modal usaha terkumpul kini dapat membeli tanah di pinggir jalan raya Jalan Balige km 3 Lumban Baringin Sipoholon.

Pemasaran gitar tersebut pada umumnya hanya melayani pesanan. Semua gitar yang terpajang digallerinya  sudah ada pembelinya.

Harga gitar yang dipatok oleh Hutagalung berkisar Rp350 ribu sampai Rp1 juta tergantung bentuk dan model. "Tergantung keinginan si pemesan, satu gitar biasanya membutuhkan waktu 1-2 minggu", katanya.

Jones menjelaskan, pembuatan gitar Sipoholon yang terbilang mudah serta dapat menghasilkan kualitas suara merdu ini tidak kalah dibandingkan dengan gitar luar.




I. Harmoni Gitar Sipoholon

(Petikan demi petikan Gitar Sipoholon dimainkan dengan penuh perasaan menghasilkan suara yang merdu menyejukkan hati dan menarik perhatian beribu jiwa.)

Hembusan angin mengiringi setiap langkah perjalanan menuju Kecamatan Sipoholon sekitar satu jam lamanya. Sambil menanti tibanya ke tempat tujuan, matapun tergerak untuk memandang keindahan pemandangan alam di sekitar seperti pegunungan dan persawahan. Kicauan burung yang merdu dialunkan secara berirama sehingga mampu menghilangkan kejenuhan hati. Setelah melewati bebagai keindahan alam, akhirnya Kecamatan Sipoholon yang berjarak 10 km dari kota Tarutung menyambut dengan riang kehadiran para jiwa yang menghampirinya. Daerah ini sangat dikenal dengan daerah wisata seperti Air Panas dan Gitar Sipoholon.

Pada tahun 1954, tepat di pinggir Jalan Balige Lumban Baringin hidup seorang ompung bernama Kahral Hutagalung yang semasa mudanya diberikan talental memainkan alat musik instrumental. Berawal dari memperbaiki gitarnya sendiri yang rusak, ompung pun mulai berimajinasi dan membuka pikirannya dengan seribu ide cemerlang untuk menciptakan gitar sendiri. Gitar tersebut dikenal sebagai Gitar Sipoholon.

Hasil alam pun mulai berbisik memanggil ompung Kahral untuk membuat gitar tersebut menjadi lebih bagus. Akhirnya, kayu sepang mampu memenangkan perhatian ompung Kahral. Dalam pembuatannya, ompung itu mampu menghasilkan satu buah gitar dalam jangka sastu minggu. Akan tetapi, sebanyak empat buah gitar yang indah mampu diciptakan oleh ompung Kahral. Selain itu, perasaan dan perhatian khusus sangat dibutuhkan dan mampu memberikan hasil yang terbaik dalam pembuatan Gitar Sipoholon.

Hasil yang terbaik Gitar Sipoholon mampu mengalahkan gitar yang lain dengan berbagai keindahan yang menjadi kelebihan gitar tersebut seperti suara yang merdu, ketahanan dan bahan dasar yang digunakan sehingga mampu menarik perhatian para peminatnya. Keindahan dan merdunya suara petikan Gitar Sipoholon yang khas mampu mencuri perhatian beribu peminat yang mengidamkannya. Merdunya Gitar Sipoholon mampu menyejukkan hati para masyarakat terutama saat dimainkan bagaikan hidup berada di Sorga yang penuh dengan kedamaian.

Sekian banyak peminat dari berbagai kota mengunjungi Kecamatan Sipoholon untuk menyaksikan keindahan Gitar Sipoholon. Akhirnya, gitar tersebut mampu bersaing tidak hanya di pemasaran lokal bahkan sudah mencapai pemasaran internasional. Harganya yang lumayan terjangkau sesuai dengan kemerduan suaranya yang tidak kalah banding dengan gitar lain tidak mengurangi pusat perhatian para peminatnya.


Video Pembuatan Gitar Sipoholon



Link Facebook : 

Di samping itu ada juga Siregar yang ikut membuat gitar, link Facebook :

Rabu, 17 Oktober 2012

Mari baca aksara batak toba



Jumat, 05 Oktober 2012

Gambar Desa Si Raja Hutagalung

Desa Si Raja Hutagalung, Kec. Siatas Barita (Dulu termasuk Kec. Tarutung), Kabupaten Tapanuli Utara, adalah merupakan Daerah Asal Asli marga/boru Hutagalung (9 Gambar)


Logo Hutagalung Sedunia
Flag Counter