
Senin, 01 April 2019

KONGRES I HUTAGALUNG DOHOT BORUNA SE-DUNIA
Panggilan Kepada seluruh marga/boru Hutagalung di seluruh dunia unutk turut serta menghadiri:
KONGRES I HUTAGALUNG DOHOT BORUNA SE-DUNIA
yang akan diadakan di Jakarta, 2 Februari 2020 (02-02-2020)
Mohon mendaftarkan diri sekarang.
Untuk informasi lebih lengkap, dapat menghubungi:
ONDA HUTAGALUNG: 0813-14122777
VICTORIA: 0811-8404266
Horas.
Senin, 27 Februari 2017

Ceyco Georgia Zefanya Hutagalung - Si Jago Karate Indonesia
![]() |
| Ceyco Georgia Zefanya Hutagalung |
Ceyco Georgia Zefanya Hutagalung tampil memukau di final Kejuaraan Dunia Karate WKF, Kadet, Junior, dan U21 yang berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE), Serpong, Jumat (13/11/2015). Ceyco yang tampil di nomor Kumite Putri Junior Kelas 59+ sukses merebut medali emas.
Menariknya Ceyco meraih emas lewat pertarungan sengit melawan wakil Turki, Eltemur Elda di babak final. Sempat terkejar 5-5 lewat tendanan mawahi geri lawan, Ceyco akhirnya menang setelah pukukannya berhasil meraih angka pada detik-detik terakhir pertandingan. Ceyco pun menang 6-5.
Ini merupakan emas pertama Ceyco di kejuaraan dunia WKF. Wanita kelahiran 24 Juni 1999 itu mengaku tidak menyangka bisa keluar sebagai juara karena sejak awal hanya menargetkan perunggu.
Karena itu dia sangat senang saat mampu melampaui targetnya. Namun siapa sebenarnya yang mengenalkan Ceyco ke dunia karate? "Tante saya," jawabnya singkat saat ditanya usai pertandingan.
"Kebetulan dia juga dulu atlet karate," sambung siswi kelas II SMA 39 Jakarta tersebut.
Yang dimaksud tante oleh Ceyco tenyata adalah mantan karateka nasional Jenny Zeanet. Menurut wanita berdarah Batak itu, Jenny punya hubungan adik-kakak dengan ibunya, Dessy Yovita.
Semasa aktif, Jenny memang merupakan salah satu karateka putri andalan Merah Putih. Jenny pernah mendulang medali emas pada SEA Games XXI Hanoi, 2003 lewat nomor kumite perorangan putri -53kg. Dan saat ini, Jenny melanjutkan karirnya sebagai salah satu pelatih di tim karate DKI Jakarta.
"Iya, tante Jenny Zeanet masih saudaraan sama mama. Dulu sering diajak lihat latihan sama tante."
Di keluarganya, Ceyco juga bukan satu-satunya yang menggeluti olahraga karate. Kakaknya, Caesar George Issac Hutagalung juga bergelut di dunia yang sama. Caesar bahkan pernah satu kontingen dengan Ceyco di Kejuaraan Karate Asia Tenggara (SEAKF) di Vietnam, 16-18 April 2014.
Saat itu, Ceyco merebut emas di nomor kumite kadet 59kg putri. Sedangkan Caesar hanya mampu mendulang perunggu dari nomor kumite 84kg putra senior.
Menariknya Ceyco meraih emas lewat pertarungan sengit melawan wakil Turki, Eltemur Elda di babak final. Sempat terkejar 5-5 lewat tendanan mawahi geri lawan, Ceyco akhirnya menang setelah pukukannya berhasil meraih angka pada detik-detik terakhir pertandingan. Ceyco pun menang 6-5.
Ini merupakan emas pertama Ceyco di kejuaraan dunia WKF. Wanita kelahiran 24 Juni 1999 itu mengaku tidak menyangka bisa keluar sebagai juara karena sejak awal hanya menargetkan perunggu.
Karena itu dia sangat senang saat mampu melampaui targetnya. Namun siapa sebenarnya yang mengenalkan Ceyco ke dunia karate? "Tante saya," jawabnya singkat saat ditanya usai pertandingan.
"Kebetulan dia juga dulu atlet karate," sambung siswi kelas II SMA 39 Jakarta tersebut.
Yang dimaksud tante oleh Ceyco tenyata adalah mantan karateka nasional Jenny Zeanet. Menurut wanita berdarah Batak itu, Jenny punya hubungan adik-kakak dengan ibunya, Dessy Yovita.
Semasa aktif, Jenny memang merupakan salah satu karateka putri andalan Merah Putih. Jenny pernah mendulang medali emas pada SEA Games XXI Hanoi, 2003 lewat nomor kumite perorangan putri -53kg. Dan saat ini, Jenny melanjutkan karirnya sebagai salah satu pelatih di tim karate DKI Jakarta.
"Iya, tante Jenny Zeanet masih saudaraan sama mama. Dulu sering diajak lihat latihan sama tante."
Di keluarganya, Ceyco juga bukan satu-satunya yang menggeluti olahraga karate. Kakaknya, Caesar George Issac Hutagalung juga bergelut di dunia yang sama. Caesar bahkan pernah satu kontingen dengan Ceyco di Kejuaraan Karate Asia Tenggara (SEAKF) di Vietnam, 16-18 April 2014.
Saat itu, Ceyco merebut emas di nomor kumite kadet 59kg putri. Sedangkan Caesar hanya mampu mendulang perunggu dari nomor kumite 84kg putra senior.
Sekian dan Terima kasih.
Sumber: bola.liputan6.com
Senin, 18 Agustus 2014

Silsilah dan Monumen Hasibuan
Hasibuan adalah salah satu marga Batak Toba, jika dirunut dari si Raja Batak maka Si Raja Hasibuan berada pada keturunan (sundut) kedelapan : Si Raja Batak -- Raja Isumbaon -- Tuan Sorbadibanua alias Sisuanon -- Siraja Sobu alias Toga Sobu -- Hasibuan.
Dalam silsilah masyarakat suku batak (dalam struktur tarombo) bahwa si Raja Hasibuan adalah keturunan dari si Raja Sobu, si Raja Sobu yang hidup pada abad xv atau sekitar tahun 1455 adalah keturunan ke V dari si Raja Batak, ayahnya bernama Tuan Sorbadibanua anak dari istrinya yang ke dua bernama si Boru Basopaet (Putri Mojopahit).
Si Raja Sobu memiliki dua orang anak putra yang bernama Raja Tinandang atau lebih dikenal dengan bernama Toga Sitompul dan si Raja Hasibuan.
Di masa kecil, Toga Sitompul dan si Raja Hasibuan tinggal bersama orang tuanya di Desa Lobu Galagala yang terletak di kaki Gunung Dolok Tolong (Kabupaten Toba Samosir saat ini) dan setelah beranjak dewasa si Raja Hasibuan pergi merantau ke Desa Sigaol – Uluan dan menetap di sana yang pada akhirnya menjadi bonapasogit marga Hasibuan, dan ia pun meminang boru Simatupang dari Muara.
Toga Hasibuan memiliki keturunan :
Dalam silsilah masyarakat suku batak (dalam struktur tarombo) bahwa si Raja Hasibuan adalah keturunan dari si Raja Sobu, si Raja Sobu yang hidup pada abad xv atau sekitar tahun 1455 adalah keturunan ke V dari si Raja Batak, ayahnya bernama Tuan Sorbadibanua anak dari istrinya yang ke dua bernama si Boru Basopaet (Putri Mojopahit).
Si Raja Sobu memiliki dua orang anak putra yang bernama Raja Tinandang atau lebih dikenal dengan bernama Toga Sitompul dan si Raja Hasibuan.
Di masa kecil, Toga Sitompul dan si Raja Hasibuan tinggal bersama orang tuanya di Desa Lobu Galagala yang terletak di kaki Gunung Dolok Tolong (Kabupaten Toba Samosir saat ini) dan setelah beranjak dewasa si Raja Hasibuan pergi merantau ke Desa Sigaol – Uluan dan menetap di sana yang pada akhirnya menjadi bonapasogit marga Hasibuan, dan ia pun meminang boru Simatupang dari Muara.
Toga Hasibuan memiliki keturunan :
- Raja Manjalo : tinggal di Sigaol, Uluan dan tetap memakai marga Hasibuan, namun setelah berumah tangga Raja Marjalo membuat atau membuka perkampungan baru yang diberi nama Hariaramarjalo di Lumban Bao Sigaol saat ini, Hariara (pohon ara) marjalo (namanya) dan membuat pertanda dengan menamakan pohon Hariara (ara) yang sampai saat ini masih berdiri kokoh dan di sampingnya telah dibangun Monumen si Raja Hasibuan yang sudah diresmikan tahun 2002 lalu.
- Guru Mangaloksa : pergi merantau ke daerah Silindung dan menetap disana di kampung Marsaitbosi dan menikah dengan marga boru (putri) Pasaribu. Keturunan Guru Mangaloksa telah memakai nama/marga baru yaitu marga Hutagalung, marga Hutabarat, marga Hutatoruan dan marga Lumbantobing, sementerata keturunan marga Panggabean ada yang menjadi marga Simorangkir dan keturunan dari Guru Mangaloksa ini dikemudian hari dikenal dengan sebutan "Si Opat Pusoran", menurut cerita bahwa sebahagian keturunan Guru Mangaloksa yang merantau ke Tapanuli Sealatan Sipirok tetap memaki marga Hasibuan, begitu juga dengan marga Hasibuan dan marga Lumbantobing yang bermukim di Laguboti.
- Guru Hinobaan : pergi merantau ke Barus/Sibolga atau Asahan dan tetap memakai marga Hasibuan.
- Raja Manjalang : pergi merantau ke Padang Bolak/Sibuhuan Tapanuli Selatan dan tetap memakai Marga Hasibuan
- Raja Maniti : dikabarkan pergi meranatau ke daerah Aceh (Nangro Aceh Darussalam saat ini), dan kemungkinan keturunan inilah yang mengaku batak sampulu pitu (17) yang bermukim di kabupaten Alas saat ini, dan hingga saat ini Parsadaan Pomparan ni Raja Hasibuan dimanapun berada masih menanti kembalinya keturunan anak yang hilang ini.Anak ke lima adalah Guru Marjalang, dan ini pergi merantau ke Padang Bolak/Sibuhuan Tapanuli Selatan dan tetap memakai Marga Hasibuan.
- Lima putri si Raja Hasibuan :
- Si Boru Turasi : marhamulian/marhuta (kawin) ke marga Sitorus Pane di Lumban Lobu,
- Si Boru Tumandi : marhamulian/marhuta (kawin) ke Marga Panjaitan di Sitorang,
- Si Boru Taripar laut : marhamulian/marhuta (kawin) ke marga Simanjuntak di Sitandohan Balige,
- Si Boru Sande Balige : marhamulian/marhuta (kawin) ke marga Siahaan di Hinalang Balige, dan
- Si Boru Nauli : marhamulian/marhuta (kawin) ke marga Siringo-ringo di Muara.
Monumen Hasibuan
Tidak semua keturunan Hasibuan (termasuk keturunan Guru Mangaloksa) tahu di mana dan bentuk seperti apa monumen/Tugu Hasibuan.
Ketika diadakan perayaan Monumen si Raja Hasibuan di Lumban Bao Hariaramarjalo tahun 2002 lalu semua perwakilan dari si Raja hasibuan dan boru hadir bersama rombongannya masing-masing, kecuali keturunan dari Guru Maniti yang tidak hadir.
Polemik Hukum Adat Pernikahan sesama keturunan Hasibuan
Dalam Hukum ada pernikahan Batak Toba tidak boleh saling menikahi sesama marga, demikian halnya dengan Hasibuan, tidak boleh menikah dengan sesama Hasibuan, namun hal itu tidak disadari oleh beberapa keturunan Hasibuan bahwa sesungguhnya telah terjadi saling menikahi sesama Hasibuan, dan keturunan Hasibuan yang saling menikahi tersebut adalah keturunan dari Guru Mangaloksa sendiri. Parahnya ada pula aturan atau padan yang menyatakan bahwa keturunan Guru Mangaloksa tidak boleh menikah dengan Hasibuan yang menggunakan marga/boru Hasibuan.
Lalu kenapa sesama Si Opat Pusoran bisa saling menikahi? Ada sejarahnya, sebab pada zaman dahulu marga dan boru lain tidak sebanyak sekarang yang dijumpai pada waktu itu i daerah Si Opat Pisoran. Apalagi teknologi Informasi dan komunikasi serta transportasi tidak secanggih sekarang, maka untuk menghindari para putra dan putri Guru Mangaloksa tidak menjadi lajang terus atau tidak ketuaan menikah maka diberilah kebebasan untuk saling menikahi. Sebenarnya pemberian kebebasan seperti itu adalah melanggar aturan yang dijelaskan di atas.
Haruslah disadari, semua keturunan si opat pisoran atau keturunan Guru Mangaloksa berhak memakai marga/boru Hasibuan.
Bila memang sudah terjadi biarlah terjadi dan berlalu, namun jangan diulang lagi kebiasaan lama tersebut. Sebagai contoh: Buat apa dibuat kumpulan/punguan Guru Mangaloksa tapi saling menikahi? Bayangkan bila kumpulan tersebut membuat acara dan tentunya yang banyak bekerja atau repot adalah pihak "boru", dan ternyata pihak "boru" tersebut adalah bermarga salah satu keturunan Guru Mangaloksa, otomatis yang merasa bermarga salah satu keturunan Guru Mangaloksa tidak akan melakukan pekerjaan sebagai pihak "boru".
Referensi:
- W. M. Hutagalung, PUSTAHA BATAK Tarombo dohot Turiturian ni Bangso Batak.
- http://agusthutabarat.wordpress.com/guru-mangaloksa-dan-hutabarat/
- http://id.wikipedia.org/wiki/Tarombo_Batak
- http://id.wikipedia.org/wiki/Hasibuan
- Dari berbagai sumber.
Minggu, 10 Agustus 2014

Berita tentang Pusaka Peninggalan Guru Mangaloksa
Mungkin masih banyak di antara para keturunan Guru Mangaloksa bertanya-tanya tentang Pusaka peninggalan Guru Mangaloksa, namun mengenai hal tersebut dapat kita simak di bawah ini berita dari Harian Sinar Indonesia Baru Edisi Sabtu, 2 Agustus 2014.
Berbagai Pusakko Peninggalan Raja Guru Mangaloksa Ditemukan di Beberapa Daerah
Tarutung (SIB) - Atas petunjuk 'sahala raja' kepada seorang “sorangannya”, berbagai barang “pusakko” (pusaka) peninggalan Raja Guru Mangaloksa ditemukan di beberapa daerah. Penemuan barang pusaka tersebut setelah sorangannya bernama Dedy Boy Lumban Tobing (23) mendapat ilham dan petunjuk dari 'sahala ni' Raja Guru Mangaloksa tentang keberadaan barang-barang pusaka yang berada di berbagai daerah.
Pengumpulan puluhan barang pusaka tersebut telah dilaksanakan sejak empat bulan lalu sampai sekarang. Pencarian dan pengambilannya dilakukan secara sakral. Barang-barang tersebut ditemukan di hutan belantara yang tidak dapat dilihat mata manusia secara langsung, namun melalui petunjuk 'sahala raja' kepada sorangannya barang tersebut dapat ditemukan dengan utuh dan langsung disaksikan oleh 'pomparannya' yang mewakili empat marga yakni Hutabarat, Panggabean Hutagalung dan Hutatoruan serta Hula-hula Pasaribu dari Barus Tapanuli Tengah.
Menurut Ketua Panitia Pembangunan Monumen Ompui Raja Guru Mangaloksa, Gold Paulus Hutabarat didampingi Sekretaris Firma Lumban Tobing, Kamis (31/7), sejak empat bulan lalu sampai sekarang sudah ada 14 pusakko peninggalan Raja Guru Mangaloksa ditemukan di berbagai daerah dan sekarang dikumpulkan di rumah sorangannya di Desa Simarangkir Julu Kecamatan Siatas Barita,Tarutung. Barang-barang tersebut antara lain; buku lak-lak dari Barus, tano sanjomput, kursi Guru Mangaloksa, keris (tujuh bayangan) dari Desa Portibi Gunung Tua, pinggan pasu dari Siatas Barita, buka parsantabian dari Siatas Barita, piso halasan dan batu pitonggam dari Siatas Barita, tawar, baju moncak dari Marsait Bosi Simorangkir, sarung keris marsait, batu bola portibi (batu parpadanan) dari Aek Tangga Garoga, miak tawar dari Kabanjahe, piso yang datang sendiri dan tungkot Tunggal Panaluan dari Garoga. Semua barang itu ditemukan di hutan belantara di berbagai daerah.
Pencarian barang-barang pusaka itu selain dihadiri marga keturunan Guru Mangaloksa juga disaksikan ratusan warga yang kepingin tahu di masing-masing tempat. Penemuan terakhir sampai saat ini yakni Tongkat Tunggal Panaluan di hutan Garoga yang pencariannya diawali dengan gondang sabangunan sehingga mendapat perhatian 300-an warga.
Sementara itu salah seorang pomparan Guru Mangaloksa, Sabang Simorangkir SE saat ditanya SIB mengatakan, pencarian barang-barang milik ompui sudah cukup banyak menghabiskan energi dan biaya, karena lokasinya berbeda-beda dan pengambilannya sudah dilakukan sejak empat bulan lalu. Namun atas dukungan dan bantuan dana yang diberikan mantan Bupati Tapanuli Utara Torang Lumban Tobing pihaknya jadi terbantu.
"Kami menyampaikan banyak terima kasih kepada mantan bupati Taput bapak Torang Lumban Tobing yang memberikan perhatiannya dan memberikan bantuan dana sehingga proses pengumpulan barang-barang peninggalan Ompui Raja Guru Mangaloksa dapat terbantu," ucapnya.
Belum diketahui secara pasti apakah masih ada lagi barang lain yang akan ditemukan karena sorangannya masih menunggu petunjuk 'sahala raja. Namun telah direncanakan akan memindahkan makam dari Desa Sigaol Porsea ke Siatas Barita, Tarutung.(E1/ r)
Tarutung (SIB) - Atas petunjuk 'sahala raja' kepada seorang “sorangannya”, berbagai barang “pusakko” (pusaka) peninggalan Raja Guru Mangaloksa ditemukan di beberapa daerah. Penemuan barang pusaka tersebut setelah sorangannya bernama Dedy Boy Lumban Tobing (23) mendapat ilham dan petunjuk dari 'sahala ni' Raja Guru Mangaloksa tentang keberadaan barang-barang pusaka yang berada di berbagai daerah.
Pengumpulan puluhan barang pusaka tersebut telah dilaksanakan sejak empat bulan lalu sampai sekarang. Pencarian dan pengambilannya dilakukan secara sakral. Barang-barang tersebut ditemukan di hutan belantara yang tidak dapat dilihat mata manusia secara langsung, namun melalui petunjuk 'sahala raja' kepada sorangannya barang tersebut dapat ditemukan dengan utuh dan langsung disaksikan oleh 'pomparannya' yang mewakili empat marga yakni Hutabarat, Panggabean Hutagalung dan Hutatoruan serta Hula-hula Pasaribu dari Barus Tapanuli Tengah.
Menurut Ketua Panitia Pembangunan Monumen Ompui Raja Guru Mangaloksa, Gold Paulus Hutabarat didampingi Sekretaris Firma Lumban Tobing, Kamis (31/7), sejak empat bulan lalu sampai sekarang sudah ada 14 pusakko peninggalan Raja Guru Mangaloksa ditemukan di berbagai daerah dan sekarang dikumpulkan di rumah sorangannya di Desa Simarangkir Julu Kecamatan Siatas Barita,Tarutung. Barang-barang tersebut antara lain; buku lak-lak dari Barus, tano sanjomput, kursi Guru Mangaloksa, keris (tujuh bayangan) dari Desa Portibi Gunung Tua, pinggan pasu dari Siatas Barita, buka parsantabian dari Siatas Barita, piso halasan dan batu pitonggam dari Siatas Barita, tawar, baju moncak dari Marsait Bosi Simorangkir, sarung keris marsait, batu bola portibi (batu parpadanan) dari Aek Tangga Garoga, miak tawar dari Kabanjahe, piso yang datang sendiri dan tungkot Tunggal Panaluan dari Garoga. Semua barang itu ditemukan di hutan belantara di berbagai daerah.
Pencarian barang-barang pusaka itu selain dihadiri marga keturunan Guru Mangaloksa juga disaksikan ratusan warga yang kepingin tahu di masing-masing tempat. Penemuan terakhir sampai saat ini yakni Tongkat Tunggal Panaluan di hutan Garoga yang pencariannya diawali dengan gondang sabangunan sehingga mendapat perhatian 300-an warga.
Sementara itu salah seorang pomparan Guru Mangaloksa, Sabang Simorangkir SE saat ditanya SIB mengatakan, pencarian barang-barang milik ompui sudah cukup banyak menghabiskan energi dan biaya, karena lokasinya berbeda-beda dan pengambilannya sudah dilakukan sejak empat bulan lalu. Namun atas dukungan dan bantuan dana yang diberikan mantan Bupati Tapanuli Utara Torang Lumban Tobing pihaknya jadi terbantu.
"Kami menyampaikan banyak terima kasih kepada mantan bupati Taput bapak Torang Lumban Tobing yang memberikan perhatiannya dan memberikan bantuan dana sehingga proses pengumpulan barang-barang peninggalan Ompui Raja Guru Mangaloksa dapat terbantu," ucapnya.
Belum diketahui secara pasti apakah masih ada lagi barang lain yang akan ditemukan karena sorangannya masih menunggu petunjuk 'sahala raja. Namun telah direncanakan akan memindahkan makam dari Desa Sigaol Porsea ke Siatas Barita, Tarutung.(E1/ r)
* * * * *
Demikian info yang disampaikan, untuk selanjutnya belum ada tanggapan kami, Saudara/i dapat menanggapi sendiri. Terima kasih dan Horas.
Sumber:
Kamis, 12 Juni 2014

Taingot ma na opat on
Taingot ma na adong tarsurat di gambar na di ginjang on.
Mauliate jala Horas!
Logo dibuat oleh: B. Marada Hutagalung
Minggu, 01 Juni 2014

Aksara Batak Toba Baru Untuk Komputer
Puji Tuhan kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena atas berkat dan karunia-Nyalah salah satu dari Saudara kita keturunan marga Hutagalung berhasil memperbaharui Font/Huruf Aksara Batak Toba yang dibuat oleh Uly Kozok sebelumnya.
Dalam hal ini saya memperbaharui kekurangan Font yang diciptakan oleh beliau dan semua itu adalah untuk menjaga dan mempertahankan budaya kita.
Telah disediakan dua file, satu file Font dan satu file Cara pengetikan, dan untuk mendapatkannya klik gambar Download di bawah ini:
Setelah kita klik DOWNLOAD di atas maka akan muncul seperti di bawah ini:
![]() |
| Klik tombol yang dilingkari warna merah! (klik gambar untuk melihat dengan jelas) |
Klik kiri tombol yang ada dalam lingkaran warna merah di gambar di atas, lalu pilih tulisan Download. Ingat, file yang kedua yang harus didownload, setelah didownload lalu ekstrak file zipnya. Jika kurang paham, klik Judulnya Batak Toba New.ttf, kemudian save as, dan juga Cara Pengetikannya, lalu save as.
Jika yang di atas tidak berhasil, maka, silahkan klik ini : DOWNLOAD! (otomatis)
CATATAN: Font ini bisa digunakan di komputer berbasis Linux dan Machintos, namun rumit cara instalnya, cara mudah salin terlebih dahulu fontnya ke komputer Linux/Machintos, klik font tersebut lalu klik tulisan instal.
Marilah kita menjaga, memelihara dan mempertahankan budaya kita.
HORAS!
Minggu, 18 Mei 2014

Meninjau Pusaka Guru Mangaloksa
![]() |
| Dua Tim Admin HC (kanan), bersama Jekson Tobing dan Tulus Panggabean (kiri). |
Siatas Barita, Tapanuli Utara (18/05/2014)
Peninjauan Pusaka Guru Mangaloksa yang telah ditemukan itu tidaklah direncanakan oleh admin, namun berkat rasa penasaran oleh salah satu admin Hutagalung Cyber (Dans Hutagalung), maka beliau langsung ke Kecamatan Siatas Barita, Kabupaten Tapanuli Utara bersama Tulus Panggabean, SH (Camat Sibabangun Kabupaten Tapanuli Tengah) dan salah seorang marga sihombing yang datang langsung dari Tapanuli Tengah.
Peninjauan Pusaka Guru Mangaloksa yang telah ditemukan itu tidaklah direncanakan oleh admin, namun berkat rasa penasaran oleh salah satu admin Hutagalung Cyber (Dans Hutagalung), maka beliau langsung ke Kecamatan Siatas Barita, Kabupaten Tapanuli Utara bersama Tulus Panggabean, SH (Camat Sibabangun Kabupaten Tapanuli Tengah) dan salah seorang marga sihombing yang datang langsung dari Tapanuli Tengah.
Namun sebelumnya admin Dans Hutagalung telah terlebih dahulu komunikasi dengan Jekson L. Tobing, SE (Balige) supaya bersama-sama meninjau penemuan tersebut, dan hal itu terjadi setelah admin Dans Hutagalung membaca postingan HC sebelumnya.
Oleh karena itu Admin Dans menghubungi salah satu Admin Hutagalung Cyber yang berdomisili di Tarutung, yakni B. Marada Hutagalung (Penulis/Editor Artikel Red.).
Setelah meninjau penemuan tersebut dan juga setelah salah satu admin Hutagalung Cyber (B. Marada Hutagalung Red.) mensurvei penemuan ternyata penemuan tersebut tidak dipublikasi karena dikuatirkan menimbukan kontroversi. Dengan demikian penemuan tersebut tidak disajikan namun saudara/i bisa membaca artikel yang telah diposting sebelumnya, yakni lihat dan klik di
http://hutagalung-cyber.blogspot.com/2014/05/MisteriGMditemukan.html
Horas.
http://hutagalung-cyber.blogspot.com/2014/05/MisteriGMditemukan.html
Horas.
Jumat, 09 Mei 2014

Misteri Guru Mangaloksa Ditemukan?
"Apa maksud dan tujuan judul tersebut mari kita baca dan simak penjelasannya di bawah ini!"
Misteri Guru Mangaloksa Ditemukan?
Oleh: Jekson L. Tobing, SE
- Telah Ditemukan Beberapa Benda Pusaka dari tempat yg berbeda;
- Utusan PGM di Silindung sudah mengadakan Rapat.
# Surat Terbuka buat Pinompar Guru Mangaloksa#
Syalom / Assalamu Alaikum WWW
Sehubungan dengan adanya informasi yang beredar (Berita di Koran SIB, Sabtu 12 April 2014) perihal: adanya “Sorangan/Sandaran” atau orang yang menjadi sumber berita muncul, di mana Ompu i, Guru Mangaloksa “menunjukkan diri” (dalam tanda kutip) melalui orang yang kita sebut saja, Boy Tobing, umur 23 tahun, tinggal di Siatas Barita - Tapanuli Utara; dan ditemukannya Hinambor / Makam/ Kuburan di Sigaol – Lumban Bao dan beberapa benda pusaka (seperti Kursi, Keris, Buku Laklak) dari beberapa tempat yang berbeda yang diyakini sebagai peninggalan Ompung Guru Mangaloksa, Oleh berita tersebut sudah banyak terjadi pro kontra khususnya di media jaringan sosial.
Syalom / Assalamu Alaikum WWW
Sehubungan dengan adanya informasi yang beredar (Berita di Koran SIB, Sabtu 12 April 2014) perihal: adanya “Sorangan/Sandaran” atau orang yang menjadi sumber berita muncul, di mana Ompu i, Guru Mangaloksa “menunjukkan diri” (dalam tanda kutip) melalui orang yang kita sebut saja, Boy Tobing, umur 23 tahun, tinggal di Siatas Barita - Tapanuli Utara; dan ditemukannya Hinambor / Makam/ Kuburan di Sigaol – Lumban Bao dan beberapa benda pusaka (seperti Kursi, Keris, Buku Laklak) dari beberapa tempat yang berbeda yang diyakini sebagai peninggalan Ompung Guru Mangaloksa, Oleh berita tersebut sudah banyak terjadi pro kontra khususnya di media jaringan sosial.
Sebagaimana disampaikan oleh Amang MPL. Tobing (Sekjen PGM) pada pertemuan awal tanggal 11 April 2014, di Siatas Barita yang dihadiri oleh 43 org yang mewakili PGM, menyampaikan bahwa berita atau kabar tersebut nantinya akan menjadi perdebatan, menimbulkan beragam pendapat baik yang berupa pertanyaan, kritik, rasa penasaran bahkan sinisme yang kita kuatirkan dapat menimbulkan rasa ketidakenakan, perpecahan atau sikap bermusuhan di antara sesama kita.
Pada prinsipnya, wajar saja kalau tidak semua sepaham, percaya atau bahkan akan ada yang memandang sinis akan berita tersebut. Semua itu karna KITA keluarga besar PGM, adalah orang atau pribadi yang berbeda dalam banyak hal dalam Umur, Pengalaman, Pendidikan, Latar belakang, Era/zaman, bahkan berbeda Kepercayaan, dan lain-lain.
Penulis dan rekan Jurnalis yang lain, yang hadir dalam pertemuan tersebut memandang perlu untuk menyampaikan informasi dengan tujuan agar hal-hal yang tidak kita inginkan sedini mungkin dapat diantisipasi, agar jangan sampai ada orang atau kelompok yang memanfaatkan isu tersebut demi kepentingan pribadi atau memengaku-ngaku sorangan (titisan) dari Ompung kita, Guru Mangaloksa.
Oleh karena itu, sepanjang yang Penulis ikuti, ada beberapa hal atau fakta yang ingin disampaikan sebagai berikut:
- Bahwa benar, pada hari Jumat, 11 April 2014 telah diadakan pertemuan yang dihadiri oleh sekitar 50 orang (dalam daftar Absensi berjumlah 43 orang), bertempat di Siatas Barita, di rumah keluarga Tobing untuk membicarakan, mendengar penjelasan dari orang-orang yang terlibat langsung dalam proses penemuan tersebut, membahas langkah-langkah selanjutnya sehubungan dengan adanya Penemuan Makam dan benda peninggalan (Harta Pusaka) dari Ompung kita Guru Mangaloksa dari beberapa tempat dan waktu yang berbeda.
- Bahwa dari penuturan beberapa orang yang terlibat langsung mencari Pusaka tadi, diperoleh penjelasan-penjelasan serta cerita yang cukup dan dapat dipercaya dan dari orang terpercaya juga. Dalam pertemuan awal tersebut, yang dihadiri Bendahara PGM, Freddy L. Tobing dan Amang Sekjen PGM (MPL.Tobing) dan di mana Amang MPL. Tobing, ternyata sudah ikut serta (minggu lalu) ke Sigaol – Lumban Bao dalam proses pencarian, yang belakangan ini diinfokan ditemukan Hinambor (Makam), tempat dikuburkan Ompung kita. Dengan berurai air mata, Beliau bercerita telah menyaksikan langsung hahomion (Keanehan/keajaiban) dalam proses penentuan lokasi Makam Ompung Guru Mangaloksa. Diceritakan bahwa sebelum Makam diketemukan, terlebih dahulu diinfokan oleh kita, sebut saja tondi (roh) melalui sorangan-nya (Boy Tobing) bahwa nanti akan ada ‘tanda’ jika sorangan sudah terjerembab/tergeletak di tanah, maka di situlah Ompung tersebut dikubur, lalu Kilat dan Petir tiba-tiba datang, hujan gerimis yang sebelumnya turun juga segera reda.
- Bahwa sudah ada 3 (tiga) jenis benda peninggalan yang diyakini sebagai Harta Pusaka yang ditemukan dari tempat dan waktu yang seperti Barus, Portibi, dan Batu Mardinding (Siatas Barita) dan sekarang diamankan di suatu tempat. Sehubungan dengan proses penemuan tersebut, orang yang terlibat juga menceritakan hal-hal yang tidak masuk akal yang menuntun mereka kepada tempat-tempat yang harus mereka tuju.
- Bahwa masih ada Peninggalan Ompung Guru Mangaloksa yang harus diambil dari beberapa tempat yang proses pencarian (pengambilannya masih harus melalui proses yang bertahap).
- Bahwa pada hari Sabtu, 12 April 2014 telah diadakan gotong-royong yang dihadiri oleh utusan PGM yang ada di wilayah Silindung untuk ‘mangarintis’ (membersihkan) jalan di Dolok Siatas Barita (di bawah Patung Yesus), titik kumpul di Rumah Amang Tobing (Pak Kembar) di Simorangkir.
- Bahwa semua yang hadir pada pertemuan tadi, yang sudah mewakili PGM telah sepakat untuk mensosialisasikan “BERITA” tersebut kepada Marganya masing-masing.
- Bahwa pada hari Senin, 14 April 2014, juga ditemukan benda berupa Hujur (tombak?) dari Batu Mardinding Siatas Barita.
Saran-saran :
- Untuk semua PGM di mana pun berada, diharapkan agar: jika belum mengetahui jelas atau tidak mengikuti sejarah dari awal, tidak terlibat langsung, diharapkan tidak sembarangan membuat berita, meng-upload (mengunggah/memosting) topik yang dapat menimbulkan perdebatan yang tidak perlu, yang berhubungan dengan Ompung kita, Guru Mangaloksa.
- Adalah lebih baik, kita semua secara arif dan bijaksana, bersabar menunggu HASIL KESEPAKATAN atau perkembangan dan penjelasan dari pihak-pihak yang berkompeten, sehingga Kabar/Berita yang muncul tidak simpang siur.
Jayalah PGM. Mari kita bersatu, dalam Kasih Persaudaraan!
HORAS! HORAS! HORAS!
Editor HC: B. Marada Hutagalung (lihat profilnya -> klik FB - B. Marada Hutagalung )
Minggu, 27 April 2014
Sabtu, 29 Maret 2014

Foto Pengurus Punguan Rahut Bona Kota Medan Periode 2014-2019
![]() |
| Pengurus Punguan Rahut Bona Kota Medan Periode 2014-2019 |
Foto Pengurus Punguan Si Raja Hutagalung dohot Boruna (Rahut Bona) Kota Medan 2014-2019
Sumber Foto : Jefree S. Hutagalung, profil facebook klik via :
- Seluler : https://www.facebook.com/s.jefri
- Komputer : https://m.facebook.com/s.jefri
HORAS!
Kamis, 06 Maret 2014

Punguan Hutagalung Boru, Bere, Ibebere Bogor Nahumaliangna atau Parrahutbona
![]() |
| Logo Komunitas Hutagalung Bogor |
Bagi kita yang bermarga dan boru Hutagalung yang berdomisili di Bogor mari kita bergabung ke Punguan Hutagalung Boru Bere Ibebere Bogor Nahumaliangna.
Dan kita juga dapat bergabung di grup Facebook Punguan Hutagalung Boru Bere Ibebere Bogor Nahumaliangna atau Parrahutbona klik :
- via komputer : https://www.facebook.com/groups/707309515986836/
- via seluler : https://m.facebook.com/groups/707309515986836
Admin Grup dan Ketua Hutagalung di Bogor a.n. Rudy Hutagalung, klik :
- via komputer https://www.facebook.com/rudy.hutagalung.75
- via seluler https://www.facebook.com/rudy.hutagalung.75
- via komputer : https://www.facebook.com/groups/707309515986836/
- via seluler : https://m.facebook.com/groups/707309515986836
Admin Grup dan Ketua Hutagalung di Bogor a.n. Rudy Hutagalung, klik :
- via komputer https://www.facebook.com/rudy.hutagalung.75
- via seluler https://www.facebook.com/rudy.hutagalung.75
Kamis, 27 Februari 2014

Hutagalung Bersatu!
Bagikan ke saudara/i kita!
Bagihon tu keluarganta!
Bgihno\ T kELra\gn\t!
Share for our brothers/sisters!
![]() |
| Hutagalung Bersatu! |
Kepada para marga/boru Hutagalung sedunia yang terkasih mari bersatu di mana pun kita berada! Salam Sejahtera!
Tu marga/boru Hutagalung sa-portibi na hinaholongan marsada ma hita manang di dia pe hita marluat. Horas!
T mr\ga (boR) HtgL^ spro\tibi n hinholo<n\ mrsd m hit mn^ dia pE hit mr\Lta\. hors\!
Dear clan of Hutagalung around the world beloved let's unite wherever we are! Best Regards!
Jika tulisan aksara batak yang ada dalam blog ini tidak jelas maka mohon terlbih dahulu font batak toba didownload : Downloadlah disini!
Minggu, 02 Februari 2014

Penggunaan Marga dan Boru Salah Satu Identitas Orang Batak
Penggunaan marga/boru pada nama orang Batak adalah merupakan salah satu ciri khas suku Batak (Toba, Simalungun, Angkola, Mandailing, dan Karo) dan itu merupakan identitas diri sebagai orang batak.
Bukan hal langka lagi jika beberapa orang Batak tidak menggunakan marga/boru pada namanya. Dulu banyak alasan orang Batak bila menggunakan marga/boru pada namanya maka akan kesulitan untuk mendapat pekerjaan, atau tertindas. Apalagi suku Batak diidentifikasi sebagai orang yang menganut agama Kristen (dan Katolik), sehingga ada istilah yang menyebutkan "Sudah Batak, Kristen Pula!" Atau "Sudah Kristen, Batak pula!" Apakah orang Batak pada zaman dahulu kala sudah beragama Kristen? Jawabannya tidak, sebab agama pertama orang Batak pada zaman dahulu adalah agama suku atau aliran kepercayaan.
Catatan Penting
Penghilangan marga/boru pada nama orang batak itu merupakan menghilangkan identitas diri sbgi orang batak, serta menjadi cikal bakal kepunahan budaya orang batak. Sebagai orang Batak Jika sudah terlanjur tidak menggunakan marga/boru maka untuk keturunan selanjutnya sebaiknya marga/boru itu digunakan.
Ciri khas utama orang batak :
- menggunakan marga/boru pada nama,
- memiliki silsilah, tutur sapa umum dan khusus,
- memiliki upacara adat umum dan khusus,
- memiliki bahasa dan aksara.
Tidak boleh ada alasan takut tidak dapat pekerjaan atau tertindas bila menggunakan marga/boru batak. Ada baiknya nama tidak usah terlalu panjang supaya marga/boru dapat digunakan pada namanya. Tidak harus mengikuti saran pembuatan nama dari ompung dari kedua belah pihak, orang tua kedua belah pihak, dari tulang kedua belah pihak, dan lain-lain.
Pengaruh negatif tidak menggunakan marga/boru sangatlah besar akibatnya, sekarang tidak masalah tapi di generasi berikutnya tak ingat lagi marganya, berikutnya tidak ingat lagi bahasa/budayanya, dan tidak ingat lagi suku dan asalnya.
Menghilangkan marga/boru pada nama orang batak adalah sama dengan menghilangkan identitas diri sebagi orang batak.
Penulis : B. Marada Hutagalung (Klik - Lihat Profil Facebooknya)
Selasa, 28 Januari 2014

Mencari Kedudukan Dalihan Na Tolu Dalam Pesta Adat Perkawinan dan Adat Meninggal Batak Toba
Sekilas Tentang Dalihan Na Tolu
Dalihan Na Tolu adalah filosofis atau wawasan sosial-kulturan yang menyangkut masyarakat dan budaya Batak. Dalihan Natolu menjadi kerangka yang meliputi hubungan-hubungan kerabat darah dan hubungan perkawinan yang mempertalikan satu kelompok. Dalam adat batak, Dalihan Natolu ditentukan dengan adanya tiga kedudukan fungsional sebagai suatu konstruksi sosial yang terdiri dari tiga hal yang menjadi dasar bersama. Ketiga tungku tersebut adalah:
Dalihan Na Tolu adalah filosofis atau wawasan sosial-kulturan yang menyangkut masyarakat dan budaya Batak. Dalihan Natolu menjadi kerangka yang meliputi hubungan-hubungan kerabat darah dan hubungan perkawinan yang mempertalikan satu kelompok. Dalam adat batak, Dalihan Natolu ditentukan dengan adanya tiga kedudukan fungsional sebagai suatu konstruksi sosial yang terdiri dari tiga hal yang menjadi dasar bersama. Ketiga tungku tersebut adalah:
- Pertama, Somba Marhulahula/sembah/hormat kepada keluarga pihak Istri,
- Kedua, Elek Marboru (sikap membujuk/mengayomi wanita),
- Ketiga, Manat Mardongan Tubu (bersikap hati-hati kepada teman semarga).
Dalihan Na Tolu artinya tungku yang berkaki tiga, bukan berkaki empat atau lima. Tungku yang berkaki tiga sangat membutuhkan keseimbangan yang mutlak. Jika satu dari ketiga kaki tersebut rusak, maka tungku tidak dapat digunakan. Kalau kaki lima, jika satu kaki rusak masih dapat digunakan dengan sedikit penyesuaian meletakkan beban, begitu juga dengan tungku berkaki empat. Tetapi untuk tungku berkaki tiga, itu tidak mungkin terjadi. Inilah yang dipilih leluhur suku batak sebagai falsafah hidup dalam tatanan kekerabatan antara sesama yang bersaudara, dengan hulahula dan boru. Perlu keseimbangan yang absolut dalam tatanan hidup antara tiga unsur. Untuk menjaga keseimbangan tersebut kita harus menyadari bahwa semua orang akan pernah menjadi hula-hula, pernah menjadi boru, dan pernah menjadi dongan tubu.
Dalihan Natolu menjadi kerangka yang meliputi hubungan-hubungan kerabat darah dan hubungan perkawinan yang mempertalikan satu kelompok. Dalam adat batak, Dalihan Natolu ditentukan dengan adanya tiga kedudukan fungsional sebagai suatu konstruksi sosial yang terdiri dari tiga hal yang menjadi dasar bersama, ketiga hal tersebut :
- Somba Marhulahula: ada yang menafsirkan pemahaman ini menjadi “menyembah hul-hula, namun ini tidak tepat. Memang benar kata "Somba", yang tekanannya pada som berarti menyembah, akan tetapi kata "Somba" di sini tekananya ba yang adalah kata sifat dan berarti hormat. Sehingga Somba marhula-hula berarti hormat kepada Hula-hula. Hula-hula adalah kelompok marga istri, mulai dari istri kita, kelompok marga ibu (istri bapak), kelompok marga istri opung, dan beberapa generasi; kelompok marga istri anak, kelompok marga istri cucu, kelompok marga istri saudara dan seterusnya dari kelompok dongan tubu. Hula-hula ditengarai sebagai sumber berkat. Hulahula sebagai sumber hagabeon/keturunan. Keturunan diperoleh dari seorang istri yang berasal dari hulahula. Tanpa hulahula tidak ada istri, tanpa istri tidak ada keturunan.
- Elek Marboru/lemah lembut tehadap boru/perempuan. Berarti rasa sayang yang tidak disertai maksud tersembunyi dan pamrih. Boru adalah anak perempuan kita, atau kelompok marga yang mengambil istri dari anak kita (anak perempuan kita). Sikap lemah lembut terhadap boru perlu, karena dulu borulah yang dapat diharapkan membantu mengerjakan sawah di ladang. Tanpa boru, mengadakan pesta suatu hal yang tidak mungkin dilakukan.
- Manat mardongan tubu/sabutuha, suatu sikap berhati-hati terhadap sesama marga untuk mencegah salah paham dalam pelaksanaan acara adat. Hati-hati dengan teman semarga. Kata orang tua-tua “hau na jonok do na boi marsiogoson” yang berarti kayu yang dekatlah yang dapat bergesekan. Ini menggambarkan bahwa begitu dekat dan seringnya hubungan terjadi, hingga dimungkinkan terjadi konflik, konflik kepentingan, kedudukan, dan lain-lain.
Inti ajaran Dalihan Natolu adalah kaidah moral berisi ajaran saling menghormati (masipasangapon) dengan dukungan kaidah moral: saling menghargai dan menolong. Dalihan Natolu menjadi media yang memuat azas hukum yang objektif.
Pokok Pembahasan : Cara Mencari Kedudukan Dalihan Na Tolu Dalam Pesta Adat Perkawinan dan Meninggal (Oleh Dans Hutagalung)
Dalam hal ini kita mencoba menelusuri dengan mencari keududukannya pada pesta pernikahan dan pada acara Adat sesudah si Bola meninggal menurut Adat Batak.
Skema Silsilah :

Bp. Op. Bola
|
Op. Bola
|
Bp. Bola
|
Si Bola
Keterangan :
- Op. = Ompung,
- Bp. = Bapak (ayah).
|
Op. Bola
|
Bp. Bola
|
Si Bola
Keterangan :
- Op. = Ompung,
- Bp. = Bapak (ayah).
Penjelasan
Namar Dongan Tubu:
1. Abang dan Adiknya bapak si Bola disebut Pamarai,
2. Abang dan Adiknya Op. Si Bola disebut Amangtua/Amang Uda,
3. Abang-Adiknya Opung bapak Bola disebut Parmaan.
4. Abang-Adik dari Opungnya Opung si Bola disebut Bola Tambirik.
Hula-Hula:
2. Abang dan Adiknya Op. Si Bola disebut Amangtua/Amang Uda,
3. Abang-Adiknya Opung bapak Bola disebut Parmaan.
4. Abang-Adik dari Opungnya Opung si Bola disebut Bola Tambirik.
Hula-Hula:
- Saudara Laki-laki dari Istrinya Bp. Si Bola disebut; Tulang, dan Tulangnya Tulang itulah yang disebut; Tulang Narobot.
- Saudara laki dari Istrinya Op. Bola disebut Bona Tulang.
- Saudara Laki-laki Istrinya Op. Bp. Bola disebut Bona Ni Ari.
- Saudara Laki-laki Istrinya Opungnya Op. Bola disebut Pangabis.
Boru:
- Saudari perempuan Bp. Bola disebut Namboru/Parorot.
- Saudari perempuan Op. Bola disebut Parsonduk.
- Saudari perempuan Op. Bp. Bola disebut Sihunti Ampang.
- Saudari perempuan Op. Op. Bola disebut; Pangabis (boru na leleng).
Demikianlah cara mencari Dalihan Na tolu pada Pesta Adat Batak Dalihan Na Tolu dan Semoga bermanfaat bagi yang belum memahaminya. Horas.
Penulis : Dans Hutagalung (klik profil facebooknya)
Editor dan Penulis Sekilas Dalihan Na Tolu : B. Marada Hutagalung (klik profil facebooknya)
Referensi tentang Dalihan Na Tolu : id.wikipedia.com.
Minggu, 26 Januari 2014

Olivia Hutagalung Pemenang Juara Pertama pada ASEAN Television Melodies Festival 2012 Vietnam
![]() |
| Olivia Hutagalung(sumber foto dari berbagai sumber) |
Olivia Hutagalung adalah seorang penyanyi yang sekaligus bekerja di Sound and Music Entertainment yang telah berhasil mengharumkan nama Indonesia dengan meraih juara pertama pada ASEAN Television Melodies Festival 2012 Vietnam.
Olivia lahir pada tanggal15 Nopmber 1990, yang marupakan alumni dari Universitas Tarumanegara (jurusan Akuntansi) dan SMA Negeri 70 Jakarta.
Mari kita simak berita tentang Olivia Hutagalung di bawah ini.
Olivia lahir pada tanggal15 Nopmber 1990, yang marupakan alumni dari Universitas Tarumanegara (jurusan Akuntansi) dan SMA Negeri 70 Jakarta.
Mari kita simak berita tentang Olivia Hutagalung di bawah ini.
A. Olivia Hutagalung, Jawara yang Demam Panggung
TEMPO.CO, Jakarta - Jumat, 9 Maret lalu, merupakan hari spesial dan akan selalu dikenang oleh Olivia Hutagalung. Penyanyi 21 tahun ini berhasil menyabet gelar juara pertama dalam ASEAN Television Melodies Award di Ho Chi Minh, Vietnam, bersama Muhamad Ananta Kusuma Negara. Suara alto dengan power yang kuat saat ia menyanyikan lagu I'm Telling You dari Jennifer Hudson mampu membuat para juri terpesona. Olivia mengalahkan sepuluh kontestan lainnya di kategori pop. "Aku sendiri tidak menyangka," kata Olivia saat ditemui di kediamannya di Ciledug, Rabu lalu.
Rupanya kontes menyanyi yang diikuti sebelas penyanyi dari negara-negara Asia Tenggara itu merupakan kompetisi internasional pertama yang diikuti Olivia. Berangkat ke negeri dengan payung kelompok Geronimo, ia tak membekali diri dengan target muluk. "Yang penting pengalamannya. Menang atau kalah, itu nanti," katanya.
Dunia tarik suara bukan hal baru bagi dara keturunan Batak ini. Sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama, ia kerap mendapat tawaran menyanyi di banyak acara. Dari satu acara ke acara itulah vokalnya terasah.
Saat kuliah pun, Olivia kerap tampil di berbagai pusat belanja dan kafe bersama kelompok The Chorus.
Pada 2004, untuk pertama kalinya Olivia mengantongi penghargaan. Pada usianya yang ke-13 tahun, ia merebut juara III dalam Singing English Contest. Penghargaan berikutnya ia peroleh pada tahun yang sama, yakni juara II kategori solo remaja dalam Festival Pemuji Rohani. Prestasi tersebut layak dicapai oleh penyanyi yang mampu bersuara rendah alto dan sanggup mencapai mezzo-soprano itu.
"Keluarga selalu kasih semangat dan dorong aku ikut kontes," kata bungsu dari tiga bersaudara ini.
Olivia memang sejak kecil tak jauh dari dunia seni suara. Ibunya kerap menyumbangkan suara meski hanya di lingkungan sekitar rumah dan pekerjaannya. Begitu pula neneknya, yang gemar olah vokal. Kakak lelakinya nomor dua, Mario, merupakan salah satu personel grup Pasto.
Namun, tentu saja, semua kehebatan di sekelilingnya tidak otomatis membuat Olivia hebat dalam bernyanyi. Setiap hari, dia berlatih menyanyi. Ia juga selalu mengusahakan berolahraga setiap hari untuk menjaga kondisi bugar tubuh dan suaranya dengan berlari atau senam. Asupan makanan dan minuman yang masuk pun selalu dijaganya.
Selain itu, Olivia harus berjuang menghilangkan grogi sebelum manggung. Dulu, saking groginya, ia selalu susah berdiri karena kakinya gemetaran. Tapi, seiring dengan bertambahnya pengalaman, kini masalah itu bisa dia atasi. "Demam panggung masih banget, tapi aku buat bercanda sambil menggumam saja," ucapnya.
Kini, lulusan jurusan akuntansi di sebuah universitas swasta tersebut memutuskan untuk berfokus menyanyi. Di tengah maraknya demam band Korea, Olivia berencana mengeluarkan single tahun ini. Jenis lagunya masih seputar pop, yang memang menjadi kesukaannya. Keinginan berikutnya adalah membuat album. "Dan kalau bisa, saya juga ingin go international," ucapnya.
Yang memicu cita-cita tersebut adalah kehebatan para penyanyi idolanya: Beyonce, Whitney Houston, Mariah Carey, serta penyanyi Indonesia, Ruth Sahanaya. "Mereka penyanyi yang memiliki kualitas vokal suara yang sangat bagus," kata penggemar musik R&B ini.
Meski sibuk dengan dunia nyanyi, Olivia masih sering melakukan hobinya: jalan-jalan dan wisata kuliner. "Biasanya, setelah menonton acara televisi tentang kuliner, saya pasti segera mengajak keluarga pergi berburu tempat makan itu." Kali ini, untuk urusan tersebut, ia tak pilih-pilih.
Biodata
Nama : Olivia Hutagalung
Lahir : Jakarta, 15 November 1990
Pendidikan :
- TK-SD-SMP Strada Bhakti Utama, Jakarta
- SMA Negeri 70 Jakarta
- Universitas Tarumanagara
Prestasi :
- Juara II kategori solo remaja, Festival Pemuji Rohani, November 2004.
- Juara III Singing English Contest, Maret 2004.
- Juara I ASEAN Television Melodies Festival di Vietnam, Maret 2012.
B. Olivia Hutagalung & Ananta Kusuma Juara ASEAN Television Melodies Festival 2012 di Ho Chi Minh, Vietnam
Dua penyanyi Indonesia, Olivia Hutagalung dan Muhamad Ananta Kusuma Negara, mengharumkan nama bangsa dengan berhasil menjadi juara di ajang ASEAN Television Melodies Festival 2012 yang diselenggarakan di Stasiun Ho Chi Minh City Television (HTV) pada 9 Maret 2012.
Olivia dinyatakan sebagai pemenang pertama kategori lagu pop dengan membawakan lagu I’m Telling You (Jennifer Hudson), sementara Ananta yang menyanyikan lagu Kereta Tanah Abang sebagai pemenang pertama lagu kategori folk, ciptaan Dr. Anton Issoedibyo, Geronimo.
Selama 2 kali penyelenggaraan terdahulu, tahun 2010 dan 2011, acapkali penyanyi Vietnam merebut berbagai penghargaan hiburan, sebelum akhirnya menerima penghargaan tertinggi.
Olivia dan Ananta, dua penyanyi kelompok Geronimo asuhan Dr. Anton Issoedibyo mengikuti acara ASEAN Television Melodies Festival 2012, yang dimulai pada 5 Maret 2012 untuk mempertandingkan lagu kategori folk. Pada 7 Maret 2012 acara dilanjutkan dengan mempertandingkan lagu pop.
Acara yang diselenggarakan oleh HTV tersebut, diikuti oleh kontestan dari Brunei, Indonesia, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Philipina, Thailand, Singapore dan Vietnam, dimaksudkan sebagai wahana untuk meningkatkan solidaritas dan persahabatan antara negara-negara anggota ASEAN melalui kegiatan kompetisi lagu dan pertukaran budaya.
Bertindak sebagai juri pada ASEAN Television Melodies Festival 2012 adalah Fathan Haji Anuar seorang produser musik , penyanyi dan pembawa acara dari Brunei; Rachmasari Nurdin dari Indonesia; penulis lagu Tran Long An, penyanyi Ta Minh Tam dan Anh Tuyet, ketiganya dari Vietnam.
Daftar Tautan/Link Olivia Hutagalung :
- Facebook : https://www.facebook.com/olivia.hutagalung.7
- Twitter : https://twitter.com/olivehutagalung atau @olivehutagalung
- Youtube : http://www.youtube.com/user/oliviahutagalung
Refrensi :
- Tempo.co
- Rujukan Indonesiaproud.wordpress.com dari Kemlu.go.id (KJRI Ho Chi Minh City)
- berbagai sumber.
TEMPO.CO, Jakarta - Jumat, 9 Maret lalu, merupakan hari spesial dan akan selalu dikenang oleh Olivia Hutagalung. Penyanyi 21 tahun ini berhasil menyabet gelar juara pertama dalam ASEAN Television Melodies Award di Ho Chi Minh, Vietnam, bersama Muhamad Ananta Kusuma Negara. Suara alto dengan power yang kuat saat ia menyanyikan lagu I'm Telling You dari Jennifer Hudson mampu membuat para juri terpesona. Olivia mengalahkan sepuluh kontestan lainnya di kategori pop. "Aku sendiri tidak menyangka," kata Olivia saat ditemui di kediamannya di Ciledug, Rabu lalu.
Rupanya kontes menyanyi yang diikuti sebelas penyanyi dari negara-negara Asia Tenggara itu merupakan kompetisi internasional pertama yang diikuti Olivia. Berangkat ke negeri dengan payung kelompok Geronimo, ia tak membekali diri dengan target muluk. "Yang penting pengalamannya. Menang atau kalah, itu nanti," katanya.
Dunia tarik suara bukan hal baru bagi dara keturunan Batak ini. Sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama, ia kerap mendapat tawaran menyanyi di banyak acara. Dari satu acara ke acara itulah vokalnya terasah.
Saat kuliah pun, Olivia kerap tampil di berbagai pusat belanja dan kafe bersama kelompok The Chorus.
Pada 2004, untuk pertama kalinya Olivia mengantongi penghargaan. Pada usianya yang ke-13 tahun, ia merebut juara III dalam Singing English Contest. Penghargaan berikutnya ia peroleh pada tahun yang sama, yakni juara II kategori solo remaja dalam Festival Pemuji Rohani. Prestasi tersebut layak dicapai oleh penyanyi yang mampu bersuara rendah alto dan sanggup mencapai mezzo-soprano itu.
"Keluarga selalu kasih semangat dan dorong aku ikut kontes," kata bungsu dari tiga bersaudara ini.
Olivia memang sejak kecil tak jauh dari dunia seni suara. Ibunya kerap menyumbangkan suara meski hanya di lingkungan sekitar rumah dan pekerjaannya. Begitu pula neneknya, yang gemar olah vokal. Kakak lelakinya nomor dua, Mario, merupakan salah satu personel grup Pasto.
Namun, tentu saja, semua kehebatan di sekelilingnya tidak otomatis membuat Olivia hebat dalam bernyanyi. Setiap hari, dia berlatih menyanyi. Ia juga selalu mengusahakan berolahraga setiap hari untuk menjaga kondisi bugar tubuh dan suaranya dengan berlari atau senam. Asupan makanan dan minuman yang masuk pun selalu dijaganya.
Selain itu, Olivia harus berjuang menghilangkan grogi sebelum manggung. Dulu, saking groginya, ia selalu susah berdiri karena kakinya gemetaran. Tapi, seiring dengan bertambahnya pengalaman, kini masalah itu bisa dia atasi. "Demam panggung masih banget, tapi aku buat bercanda sambil menggumam saja," ucapnya.
Kini, lulusan jurusan akuntansi di sebuah universitas swasta tersebut memutuskan untuk berfokus menyanyi. Di tengah maraknya demam band Korea, Olivia berencana mengeluarkan single tahun ini. Jenis lagunya masih seputar pop, yang memang menjadi kesukaannya. Keinginan berikutnya adalah membuat album. "Dan kalau bisa, saya juga ingin go international," ucapnya.
Yang memicu cita-cita tersebut adalah kehebatan para penyanyi idolanya: Beyonce, Whitney Houston, Mariah Carey, serta penyanyi Indonesia, Ruth Sahanaya. "Mereka penyanyi yang memiliki kualitas vokal suara yang sangat bagus," kata penggemar musik R&B ini.
Meski sibuk dengan dunia nyanyi, Olivia masih sering melakukan hobinya: jalan-jalan dan wisata kuliner. "Biasanya, setelah menonton acara televisi tentang kuliner, saya pasti segera mengajak keluarga pergi berburu tempat makan itu." Kali ini, untuk urusan tersebut, ia tak pilih-pilih.
Biodata
Nama : Olivia Hutagalung
Lahir : Jakarta, 15 November 1990
Pendidikan :
- TK-SD-SMP Strada Bhakti Utama, Jakarta
- SMA Negeri 70 Jakarta
- Universitas Tarumanagara
Prestasi :
- Juara II kategori solo remaja, Festival Pemuji Rohani, November 2004.
- Juara III Singing English Contest, Maret 2004.
- Juara I ASEAN Television Melodies Festival di Vietnam, Maret 2012.
B. Olivia Hutagalung & Ananta Kusuma Juara ASEAN Television Melodies Festival 2012 di Ho Chi Minh, Vietnam
Dua penyanyi Indonesia, Olivia Hutagalung dan Muhamad Ananta Kusuma Negara, mengharumkan nama bangsa dengan berhasil menjadi juara di ajang ASEAN Television Melodies Festival 2012 yang diselenggarakan di Stasiun Ho Chi Minh City Television (HTV) pada 9 Maret 2012.
Olivia dinyatakan sebagai pemenang pertama kategori lagu pop dengan membawakan lagu I’m Telling You (Jennifer Hudson), sementara Ananta yang menyanyikan lagu Kereta Tanah Abang sebagai pemenang pertama lagu kategori folk, ciptaan Dr. Anton Issoedibyo, Geronimo.
Selama 2 kali penyelenggaraan terdahulu, tahun 2010 dan 2011, acapkali penyanyi Vietnam merebut berbagai penghargaan hiburan, sebelum akhirnya menerima penghargaan tertinggi.
Olivia dan Ananta, dua penyanyi kelompok Geronimo asuhan Dr. Anton Issoedibyo mengikuti acara ASEAN Television Melodies Festival 2012, yang dimulai pada 5 Maret 2012 untuk mempertandingkan lagu kategori folk. Pada 7 Maret 2012 acara dilanjutkan dengan mempertandingkan lagu pop.
Acara yang diselenggarakan oleh HTV tersebut, diikuti oleh kontestan dari Brunei, Indonesia, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Philipina, Thailand, Singapore dan Vietnam, dimaksudkan sebagai wahana untuk meningkatkan solidaritas dan persahabatan antara negara-negara anggota ASEAN melalui kegiatan kompetisi lagu dan pertukaran budaya.
Bertindak sebagai juri pada ASEAN Television Melodies Festival 2012 adalah Fathan Haji Anuar seorang produser musik , penyanyi dan pembawa acara dari Brunei; Rachmasari Nurdin dari Indonesia; penulis lagu Tran Long An, penyanyi Ta Minh Tam dan Anh Tuyet, ketiganya dari Vietnam.
Mari kita lihat videonya :
Daftar Tautan/Link Olivia Hutagalung :
- Facebook : https://www.facebook.com/olivia.hutagalung.7
- Twitter : https://twitter.com/olivehutagalung atau @olivehutagalung
- Youtube : http://www.youtube.com/user/oliviahutagalung
Refrensi :
- Tempo.co
- Rujukan Indonesiaproud.wordpress.com dari Kemlu.go.id (KJRI Ho Chi Minh City)
- berbagai sumber.
Senin, 20 Januari 2014

Aplikasi Kamus Bahasa Batak Toba - Indonesia
Aplikasi Kamus Bahasa Batak Toba - Indonesia dapat membantu saudara/i untuk menerjemahkan beberapa kosakata bahasa Batak Toba ke bahasa Indonesia.
Cara memakainya sangat gampang, tinggal klik aplikasinya saja apabila sudah berhasil diunduh/didownload.
Kelemahan atau kekurangannya adalah bahwa aplikasi ini mudah kena virus, dan belum bisa menerjemahkan kata dari bahasa Indonesia ke bahasa Batak Toba.
Jika berminat silak diunduh : KLIK DOWNLOAD.
Di samping itu ada juga Kamus Bahasa Batak Online (menggunakan jaringan), antara lain klik :
Semoga bermanfaat. Horas.
Cara memakainya sangat gampang, tinggal klik aplikasinya saja apabila sudah berhasil diunduh/didownload.
Kelemahan atau kekurangannya adalah bahwa aplikasi ini mudah kena virus, dan belum bisa menerjemahkan kata dari bahasa Indonesia ke bahasa Batak Toba.
Jika berminat silak diunduh : KLIK DOWNLOAD.
Di samping itu ada juga Kamus Bahasa Batak Online (menggunakan jaringan), antara lain klik :
- Kamus Daerah
- Kamus Bahasa Batak - Komunitas Batak
- Kamus Bahasa Batak - Horas
- Kamus Batak - Sintaxindo
- Kamus Batak - Indonesia
Semoga bermanfaat. Horas.

Film Batak - Demi Ucok
![]() |
| Poster Film (sumber : boleh.com) |
Demi Ucok adalah salah satu film drama dan komedi Indonesia yang bernuansa budaya batak.
Tema Film
Film ini bertema ibu dan anak yang dibalut dalam kisah kultur Batak. Alur cerita film Demi Ucok lebih condong pada ambisi orang tua dan idealismi seorang anak.
Sinopsis film
Film ini bertema ibu dan anak yang dibalut dalam kisah kultur Batak. Alur cerita film Demi Ucok lebih condong pada ambisi orang tua dan idealismi seorang anak.
Sinopsis film
Glo atau Gloria Sinaga tidak mau jadi seperti ibunya, yaitu menikah, lupa mimpi, dan hidup dengan rutinitas setelahnya. Glo ingin mengejar mimpi, yaitu membuat film. Sementara Mak Gondut (ibu Glo) yang dalam keadaan sakit dan divonis hidup tinggal setahun lagi tetap bertekad mencari pasangan untuk Glo agar kemudian menikah dan hidup bahagia setelahnya.
Mak Gondut yang diperankan oleh Lina Marpaung, seorang janda berusia 55 tahun memiliki seorang anak perempuan bernama Gloria Sinaga (diperankan oleh Geraldine Sianturi) atau dalam filmnya kerap disapa Glo. Usia Glo sudah matang, namun dia belum juga mau menikah, bahkan pacar pun tidak dimilikinya. Dia juga selalu menolak untuk di jodohkan.
Melihat kenyataan itu, Mak Gondot pun resah. Mak Gondut yang divonis hidupnya tinggal setahun lagi terus bertekad mencari Ucok agar Glo bisa kawin dan hidup bahagia selamanya.
Ambisi seorang Mak Gondot sangat berlawanan dengan idealismi Glo yang memiliki tekad kuat untuk mengejar cita-citanya menjadi sutradara film. Glo juga tidak ingin bernasib seperti ibunya yang dalam pandangan dia : kawin, lupa mimpi dan hidup membosankan selamanya.
Mencapai mimpi memang tidak semudah membalikan telapak tangan, baik itu mimpi Mak Ucok agar anaknya bisa kawin maupun mimpi yang sangat didambakan seorang Glo sebagai sutradara film. Masalah yang diahapi Glo adalah dia tidak memiliki dana segar untuk membuat film.
Di saat Glo pusing mencari dana untuk filmnya, Mak Gondut datang dengan sebuah penawaran. Uang asuransinya senilai satu milyar pun siap digelontorkan Mak Gondut, dengan satu syarat, Glo harus mau menikah dengan laki-laki Batak pilihannya.
Pesan dari film ini adalah : "Jika Anda ingin sukses, bersikap baiklah terhadap orang tua Anda."
Mak Gondut yang diperankan oleh Lina Marpaung, seorang janda berusia 55 tahun memiliki seorang anak perempuan bernama Gloria Sinaga (diperankan oleh Geraldine Sianturi) atau dalam filmnya kerap disapa Glo. Usia Glo sudah matang, namun dia belum juga mau menikah, bahkan pacar pun tidak dimilikinya. Dia juga selalu menolak untuk di jodohkan.
Melihat kenyataan itu, Mak Gondot pun resah. Mak Gondut yang divonis hidupnya tinggal setahun lagi terus bertekad mencari Ucok agar Glo bisa kawin dan hidup bahagia selamanya.
Ambisi seorang Mak Gondot sangat berlawanan dengan idealismi Glo yang memiliki tekad kuat untuk mengejar cita-citanya menjadi sutradara film. Glo juga tidak ingin bernasib seperti ibunya yang dalam pandangan dia : kawin, lupa mimpi dan hidup membosankan selamanya.
Mencapai mimpi memang tidak semudah membalikan telapak tangan, baik itu mimpi Mak Ucok agar anaknya bisa kawin maupun mimpi yang sangat didambakan seorang Glo sebagai sutradara film. Masalah yang diahapi Glo adalah dia tidak memiliki dana segar untuk membuat film.
Di saat Glo pusing mencari dana untuk filmnya, Mak Gondut datang dengan sebuah penawaran. Uang asuransinya senilai satu milyar pun siap digelontorkan Mak Gondut, dengan satu syarat, Glo harus mau menikah dengan laki-laki Batak pilihannya.
Pesan dari film ini adalah : "Jika Anda ingin sukses, bersikap baiklah terhadap orang tua Anda."
Tim yang terlibat dalam pembuatan
1. Pemeran :
1. Pemeran :
- Geraldine Sianturi sebagai Gloria Sinaga (Glo)
- Lina Marpaung sebagai Mak Gondut
- Saira Jihan
- Sunny Soon
2. Produser/Sutradara/Penulis : Sammaria Simanjuntak
3. Studio dan Produksi : PT. Kempompong Gendut dan Royal Cinema Multimedia
3. Studio dan Produksi : PT. Kempompong Gendut dan Royal Cinema Multimedia
Penghargaan dan jadwal Penayangan
Pada ajang Festival Film Indonesia (FFI) 2012 film ini berhasil meraih 8 nominasi dan juga membawa pulang 1 piala pada kategori Aktris Pendukung Terbaik untuk salah satu aktrisnya, Mak Gondut.
Pada ajang Festival Film Indonesia (FFI) 2012 film ini berhasil meraih 8 nominasi dan juga membawa pulang 1 piala pada kategori Aktris Pendukung Terbaik untuk salah satu aktrisnya, Mak Gondut.
Catatan Produksi
Film ini sempat menuai kontroversi sebab yang mengakibatkan aksi protes keras dari warga Bandung di dunia maya karena dalam film ini terdapat adegan anjing yang bernama Bobot memakai kostum Persib (Persatuan Sepak Bola Indonesia Bandung).[4] Tim produksi film Demi Ucok meminta maaf dengan menanggapi protes yang disampaikan beberapa warga Bandung yang mengaku sebagai Bobotoh-julukan pendukung Persib.
Film ini sempat menuai kontroversi sebab yang mengakibatkan aksi protes keras dari warga Bandung di dunia maya karena dalam film ini terdapat adegan anjing yang bernama Bobot memakai kostum Persib (Persatuan Sepak Bola Indonesia Bandung).[4] Tim produksi film Demi Ucok meminta maaf dengan menanggapi protes yang disampaikan beberapa warga Bandung yang mengaku sebagai Bobotoh-julukan pendukung Persib.
Refrensi :
- Jeanotnahasan.com
- 21cineplex.com
- FilmIndonesia.or.id
- Bobotoh Marah - Kapanlagi.com
- Tim Film Demi Ucok Minta Maaf - Kapanlagi.com
- Jangan Ganggu Persib Kami - Facebook
- Wikipedia Bahasa Indonesia
- Dari Berbagai Sumber.
Tautan/Link
- http://www.demiapa.com/demiucok/
- http://www.facebook.com/demiucok
- Twitter.com/demiucokfilm atau @Demiucokfilm
- http://www.youtube.com/user/demiucok
- http://www.mindtalk.com/ch/demiucokfilm
- http://demiucok.blogspot.com

Instagram untuk Ani Yudhoyono dari Vita Sinaga-Hutagalung Korban Sinabung
Yth. Ibu Ani Yudhoyono, nama sahaya Vita Sinaga-Hutagalung, satu dari
puluhan ribu korban letusan Gunung Sinabung yang letaknya di Sumatera,
bukan di Jogjakarta atau Magelang. Sahaya ingin sekali menuliskan dan
melukiskan Sinabung lewat jepreten tustel
seperti Ibu Ani lewat telegram, eh, Instagram. Atau melukiskan
keindahan derita Sinabung dengan mengabadikan jepretan kamera dan
menampilkan di Instagram. Namun, apa daya. Kami para pengungsi tak
memiliki apa-apa lagi.
Ibu Ani yang cantik jelita bulat mukanya, surat ini sahaya tuliskan menjelang kedatangan Bapak Susilo Bambang Yudhonono - suami dan presiden Ibu Ani ke Tanah Karo. Sahaya dengar dan yakin Ibu Ani sangat berperan menentukan kebijakan negara Indonesia, sama halnya para koruptor yang selalu disetujui dan didukung oleh para isteri mereka. Sahaya dengar dari wartawan yang selalu datang ke mari selama enam bulan ini, bahwa Ibu Ani aktif sekali di dunia maya ya Ibu Ani. Kata para wartawan Ibu Ani hobby sekali main Instagram, Twitter dan Facebook.
Ibu Ani yang cantik bulat menarik hati, katanya Ibu bahkan senang sekali mengabadikan apapun. Bahkan bisa juga Ibu Ani ribet mengurus Instagram dan main tustel. Itu adalah aktivitas sangat positif sebagai Ibu Negara. Aktivitas Ibu Ani bermanfaat untuk bangsa dan negara Indonesia. Di situlah kedekatan rakyat sampah jelata dengan para pejabat dan istri pejabat tinggi yang menjulang ke langit ketujuh dapat terjembatani.
Ibu Ani, dengan aktivitas Ibu Ani di Istagram, maka kami sebagai korban Gunung Berapi Sinabung telah tertolong. Dengan melihat kebahagiaan Ibu Ani, Anissa Pohan - yang menjuluki Ibu Ani sebagai mertua terbaik di dunia dan akhirat, cucu-cucu yang cantik dan gagah menarik, Ibas yang berenang dengan baju mau menyelam padahal di kolam renang dangkal, lalu ke pantai dengan memakai batik resmi, itu pertunjukan yang mampu memberikan kebahagiaan buat kami.
Ibu Ani, kami para pengungsi tak membutuhkan apapun selain gambar-gambar di Instagram. Kami tak butuh tanah pertanian yang telah rusak untuk direhabilitasi. Kami tak butuh makanan. Kami tak butuh obat-obatan. Kami tak butuh selimut. Kami tak butuh pembalut wanita. Kami tak butuh pakaian. Kami tak butuh tempat tinggal karena tempat tinggal kami ya di 59 tempat pengungsian selama enam bulan ini. Kami pun tak butuh apa-apa selain melihat dan menonton foto-foto kebahagiaan Ibu Ani sekeluarga melalui Instagram. Instagram Ibu Ani adalah kebahagiaan kami.
Ibu Ani yang cantik jelita dengan muka bulat sempurna. Dari muka Ibu kami tahu Ibu adalah orang paling baik di Bumi, Langit dan Surga nanti. Untuk itu, kami sebagai warga negara merasa puas dan senang berbagi melihat kebahagiaan keluarga Ibu Ani. Sementara di pengungsian ini, kami selama enam bulan, merasakan kurang makan, kurang tidur, kurang nyaman dan kurang kebahagiaan - namun sekali lagi, melihat kebahagiaan keluarga Presiden RI, kami sudah kenyang dan berbahagia. Sudah selayaknya sahaya dan rakyat melayani pejabat dan orang besar serta penguasa. Maka, biarkanlah kami di Tanah Karo dan Sinabung menikmati pengorbanan sebagai hamba kepada penguasa.
Ibu Ani yang terhormat, bolehlah sahaya pesankan kepada Ibu agar memberi tahu Bapak Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhyono, suami Ibu yang besar badannya itu, untuk :
Ibu Ani yang cantik jelita bulat mukanya, surat ini sahaya tuliskan menjelang kedatangan Bapak Susilo Bambang Yudhonono - suami dan presiden Ibu Ani ke Tanah Karo. Sahaya dengar dan yakin Ibu Ani sangat berperan menentukan kebijakan negara Indonesia, sama halnya para koruptor yang selalu disetujui dan didukung oleh para isteri mereka. Sahaya dengar dari wartawan yang selalu datang ke mari selama enam bulan ini, bahwa Ibu Ani aktif sekali di dunia maya ya Ibu Ani. Kata para wartawan Ibu Ani hobby sekali main Instagram, Twitter dan Facebook.
Ibu Ani yang cantik bulat menarik hati, katanya Ibu bahkan senang sekali mengabadikan apapun. Bahkan bisa juga Ibu Ani ribet mengurus Instagram dan main tustel. Itu adalah aktivitas sangat positif sebagai Ibu Negara. Aktivitas Ibu Ani bermanfaat untuk bangsa dan negara Indonesia. Di situlah kedekatan rakyat sampah jelata dengan para pejabat dan istri pejabat tinggi yang menjulang ke langit ketujuh dapat terjembatani.
Ibu Ani, dengan aktivitas Ibu Ani di Istagram, maka kami sebagai korban Gunung Berapi Sinabung telah tertolong. Dengan melihat kebahagiaan Ibu Ani, Anissa Pohan - yang menjuluki Ibu Ani sebagai mertua terbaik di dunia dan akhirat, cucu-cucu yang cantik dan gagah menarik, Ibas yang berenang dengan baju mau menyelam padahal di kolam renang dangkal, lalu ke pantai dengan memakai batik resmi, itu pertunjukan yang mampu memberikan kebahagiaan buat kami.
Ibu Ani, kami para pengungsi tak membutuhkan apapun selain gambar-gambar di Instagram. Kami tak butuh tanah pertanian yang telah rusak untuk direhabilitasi. Kami tak butuh makanan. Kami tak butuh obat-obatan. Kami tak butuh selimut. Kami tak butuh pembalut wanita. Kami tak butuh pakaian. Kami tak butuh tempat tinggal karena tempat tinggal kami ya di 59 tempat pengungsian selama enam bulan ini. Kami pun tak butuh apa-apa selain melihat dan menonton foto-foto kebahagiaan Ibu Ani sekeluarga melalui Instagram. Instagram Ibu Ani adalah kebahagiaan kami.
Ibu Ani yang cantik jelita dengan muka bulat sempurna. Dari muka Ibu kami tahu Ibu adalah orang paling baik di Bumi, Langit dan Surga nanti. Untuk itu, kami sebagai warga negara merasa puas dan senang berbagi melihat kebahagiaan keluarga Ibu Ani. Sementara di pengungsian ini, kami selama enam bulan, merasakan kurang makan, kurang tidur, kurang nyaman dan kurang kebahagiaan - namun sekali lagi, melihat kebahagiaan keluarga Presiden RI, kami sudah kenyang dan berbahagia. Sudah selayaknya sahaya dan rakyat melayani pejabat dan orang besar serta penguasa. Maka, biarkanlah kami di Tanah Karo dan Sinabung menikmati pengorbanan sebagai hamba kepada penguasa.
Ibu Ani yang terhormat, bolehlah sahaya pesankan kepada Ibu agar memberi tahu Bapak Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhyono, suami Ibu yang besar badannya itu, untuk :
(1) jangan menetapkan bencana Sinabung
sebagai bencana nasional, agar kami tak mendapatkan bantuan berskala
nasional,
(2) jangan kami diberi bantuan apapun karena kami bangsa
Indonesia dan Batak akan pergi ke saudara-saudara kami untuk mencari
kehidupan - itu yang banyak diperhatikan bahwa bangsa Batak memiliki
kekuatan sendiri,
(3) biarkan kami tetap di pengungsiaan selama-lamanya,
(4) jangan Ibu Ani hentikan kegiatan main tustel, kamera standard
professional seharga Rp 250 juta, untuk menampilkan foto-foto Ibu Ani,
Annisa Pohan - anak koruptor bernama Aulia Pohan - dan juga cucu-cucu
dan anak-anak tercinta, karena foto-foto Instagram Ibu Ani adalah
kebahagiaan bagi kami semua: warga pengungsi yang tak memiliki apa-apa
selain air mata.
Ibu Ani yang terhormat, demikian surat Instagram kami. Karena kami tak tahu Istagram itu apa maka mohon maaf yang sahaya tahu adalah telegram di kampung kami dulu. Sahaya pikir dengan menulis Instagram ini, yakni istagram tanpa foto karena tak memiliki tustel, maka pesan yang sahaya sampaikan rasanya sampai. Kami warga korban gunung berapi hanya membutuhkan gambar-gambar yang indah hasil jepretan Ibu Ani di Instagram. Kami di pengungisan sudah puas dan bahagia meskipun kami sakit, kurang makan, kurang pakain, tak memiliki tempat bekerja karena pertanian kami hancur, anak-anak mahasiswa kami sebanyak 25,000 terancam tak bisa bayar uang kuliah dan makan, namun itu semua tak penting. Yang penting kami menonton foto-foto Instagram Ibu Ani sekeluarga yang berbahagia. Itulah rentetan nestapa duka derita sengsara kami selama enam bulan letusan Gunung Sinabung paling dalam yang Ibu tak pernah pikirkan - sama dengan suamimu dan para menteri yang sibuk nyaleg lagi.
Salam bahagia ala saya Ibu Ani Yudhoyono yang cantik jelita bulat sempurna.
Ibu Ani yang terhormat, demikian surat Instagram kami. Karena kami tak tahu Istagram itu apa maka mohon maaf yang sahaya tahu adalah telegram di kampung kami dulu. Sahaya pikir dengan menulis Instagram ini, yakni istagram tanpa foto karena tak memiliki tustel, maka pesan yang sahaya sampaikan rasanya sampai. Kami warga korban gunung berapi hanya membutuhkan gambar-gambar yang indah hasil jepretan Ibu Ani di Instagram. Kami di pengungisan sudah puas dan bahagia meskipun kami sakit, kurang makan, kurang pakain, tak memiliki tempat bekerja karena pertanian kami hancur, anak-anak mahasiswa kami sebanyak 25,000 terancam tak bisa bayar uang kuliah dan makan, namun itu semua tak penting. Yang penting kami menonton foto-foto Instagram Ibu Ani sekeluarga yang berbahagia. Itulah rentetan nestapa duka derita sengsara kami selama enam bulan letusan Gunung Sinabung paling dalam yang Ibu tak pernah pikirkan - sama dengan suamimu dan para menteri yang sibuk nyaleg lagi.
Salam bahagia ala saya Ibu Ani Yudhoyono yang cantik jelita bulat sempurna.
Sumber dari Kompasiana. Sayang sekali, artikel ini sudah dihapus di kompasiana, tidak tahu kenapa dihapus! Tapi unik, ternyata ada juga menyalin ulang ke website lainnya. Silahkan cari melalui google. Akan ketemu.
Horas.
Langganan:
Postingan (Atom)



















