Kamis, 12 Juni 2014

Taingot ma na opat on


Taingot ma na adong tarsurat di gambar na di ginjang on.

Mauliate jala Horas!

Logo dibuat oleh: B. Marada Hutagalung

Minggu, 01 Juni 2014

Aksara Batak Toba Baru Untuk Komputer



Puji Tuhan kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena atas berkat dan karunia-Nyalah salah satu dari Saudara kita keturunan marga Hutagalung berhasil memperbaharui Font/Huruf Aksara Batak Toba yang dibuat oleh Uly Kozok sebelumnya.

Dalam hal ini saya memperbaharui kekurangan Font yang diciptakan oleh beliau dan semua itu adalah untuk menjaga dan mempertahankan budaya kita.

Telah disediakan dua file, satu file Font dan satu file Cara pengetikan, dan untuk mendapatkannya klik gambar Download di bawah ini:





Setelah kita klik DOWNLOAD di atas maka akan muncul seperti di bawah ini:
Klik tombol yang dilingkari warna merah! (klik gambar untuk melihat dengan jelas)

Klik kiri tombol yang ada dalam lingkaran warna merah di gambar di atas, lalu pilih tulisan Download. Ingat,  file yang kedua yang harus didownload, setelah didownload lalu ekstrak file zipnya. Jika kurang paham, klik Judulnya Batak Toba New.ttf, kemudian save as, dan juga Cara Pengetikannya, lalu save as.

Bagi yang memiliki akun 4shared.com (daftar bila belum memiliki) : klik DOWNLOAD!

Jika yang di atas tidak berhasil, maka, silahkan klik ini : DOWNLOAD! (otomatis)



CATATAN: Font ini bisa digunakan di komputer berbasis Linux dan Machintos, namun rumit cara instalnya, cara mudah salin terlebih dahulu fontnya ke komputer Linux/Machintos, klik font tersebut lalu klik tulisan instal.


Marilah kita menjaga, memelihara dan mempertahankan budaya kita.

HORAS!

Minggu, 18 Mei 2014

Meninjau Pusaka Guru Mangaloksa

Dua Tim Admin HC (kanan), bersama Jekson Tobing dan Tulus Panggabean (kiri).

Siatas Barita, Tapanuli Utara (18/05/2014)

Peninjauan Pusaka Guru Mangaloksa yang telah ditemukan itu tidaklah direncanakan oleh admin, namun berkat rasa penasaran oleh salah satu admin Hutagalung Cyber (Dans Hutagalung), maka beliau langsung ke Kecamatan Siatas Barita, Kabupaten Tapanuli Utara bersama Tulus Panggabean, SH (Camat Sibabangun Kabupaten Tapanuli Tengah) dan salah seorang marga sihombing yang datang langsung dari Tapanuli Tengah.


Namun sebelumnya admin Dans Hutagalung telah terlebih dahulu komunikasi dengan Jekson L. Tobing, SE (Balige) supaya bersama-sama meninjau penemuan tersebut, dan hal itu terjadi setelah admin Dans Hutagalung membaca postingan HC sebelumnya.

 
Oleh karena itu Admin Dans menghubungi salah satu Admin Hutagalung Cyber yang berdomisili di Tarutung, yakni B. Marada Hutagalung (Penulis/Editor Artikel Red.).
Setelah meninjau penemuan tersebut dan juga setelah salah satu admin Hutagalung Cyber (B. Marada Hutagalung Red.) mensurvei penemuan ternyata penemuan tersebut tidak dipublikasi karena dikuatirkan menimbukan kontroversi. Dengan demikian penemuan tersebut tidak disajikan namun saudara/i bisa membaca artikel yang telah diposting sebelumnya, yakni lihat dan klik di
http://hutagalung-cyber.blogspot.com/2014/05/MisteriGMditemukan.html


Horas.

Jumat, 09 Mei 2014

Misteri Guru Mangaloksa Ditemukan?


"Apa maksud dan tujuan judul tersebut mari kita baca dan simak penjelasannya di bawah ini!"


Misteri Guru Mangaloksa Ditemukan? 
Oleh: Jekson L. Tobing, SE

  • Telah Ditemukan Beberapa Benda Pusaka dari tempat yg berbeda;
  • Utusan PGM di Silindung sudah mengadakan Rapat.
# Surat Terbuka buat Pinompar Guru Mangaloksa#
Syalom / Assalamu Alaikum WWW


Sehubungan dengan adanya informasi yang beredar (Berita di Koran SIB, Sabtu 12 April 2014) perihal: adanya “Sorangan/Sandaran” atau orang yang menjadi sumber berita muncul, di mana Ompu i, Guru Mangaloksa “menunjukkan diri” (dalam tanda kutip) melalui orang yang kita sebut saja, Boy Tobing, umur 23 tahun, tinggal di Siatas Barita - Tapanuli Utara; dan ditemukannya Hinambor / Makam/ Kuburan di Sigaol – Lumban Bao dan beberapa benda pusaka (seperti Kursi, Keris, Buku Laklak) dari beberapa tempat yang berbeda yang diyakini sebagai peninggalan Ompung Guru Mangaloksa, Oleh berita tersebut sudah banyak terjadi pro kontra khususnya di media jaringan sosial.

Sebagaimana disampaikan oleh Amang MPL. Tobing (Sekjen PGM) pada pertemuan awal tanggal 11 April 2014, di Siatas Barita yang dihadiri oleh 43 org yang mewakili PGM, menyampaikan bahwa berita atau kabar tersebut nantinya akan menjadi perdebatan, menimbulkan beragam pendapat baik yang berupa pertanyaan, kritik, rasa penasaran bahkan sinisme yang kita kuatirkan dapat menimbulkan rasa ketidakenakan, perpecahan atau sikap bermusuhan di antara sesama kita.
Pada prinsipnya, wajar saja kalau tidak semua sepaham, percaya atau bahkan akan ada yang memandang sinis akan berita tersebut. Semua itu karna KITA keluarga besar PGM, adalah orang atau pribadi yang berbeda dalam banyak hal dalam Umur, Pengalaman, Pendidikan, Latar belakang, Era/zaman, bahkan berbeda Kepercayaan, dan lain-lain.

Penulis dan rekan Jurnalis yang lain, yang hadir dalam pertemuan tersebut memandang perlu untuk menyampaikan informasi dengan tujuan agar hal-hal yang tidak kita inginkan sedini mungkin dapat diantisipasi, agar jangan sampai ada orang atau kelompok yang memanfaatkan isu tersebut demi kepentingan pribadi atau memengaku-ngaku sorangan (titisan) dari Ompung kita, Guru Mangaloksa.
Oleh karena itu, sepanjang yang Penulis ikuti, ada beberapa hal atau fakta yang ingin disampaikan sebagai berikut:
  1. Bahwa benar, pada hari Jumat, 11 April 2014 telah diadakan pertemuan yang dihadiri oleh sekitar 50 orang (dalam daftar Absensi berjumlah 43 orang), bertempat di Siatas Barita, di rumah keluarga Tobing untuk membicarakan, mendengar penjelasan dari orang-orang yang terlibat langsung dalam proses penemuan tersebut, membahas langkah-langkah selanjutnya sehubungan dengan adanya Penemuan Makam dan benda peninggalan (Harta Pusaka) dari Ompung kita Guru Mangaloksa dari beberapa tempat dan waktu yang berbeda.
  2. Bahwa dari penuturan beberapa orang yang terlibat langsung mencari Pusaka tadi, diperoleh penjelasan-penjelasan serta cerita yang cukup dan dapat dipercaya dan dari orang terpercaya juga. Dalam pertemuan awal tersebut, yang dihadiri Bendahara PGM, Freddy L. Tobing dan Amang Sekjen PGM (MPL.Tobing) dan di mana Amang MPL. Tobing, ternyata sudah ikut serta (minggu lalu) ke Sigaol – Lumban Bao dalam proses pencarian, yang belakangan ini diinfokan ditemukan Hinambor (Makam), tempat dikuburkan Ompung kita. Dengan berurai air mata, Beliau bercerita telah menyaksikan langsung hahomion (Keanehan/keajaiban) dalam proses penentuan lokasi Makam Ompung Guru Mangaloksa. Diceritakan bahwa sebelum Makam diketemukan, terlebih dahulu diinfokan oleh kita, sebut saja tondi (roh) melalui sorangan-nya (Boy Tobing) bahwa nanti akan ada ‘tanda’ jika sorangan sudah terjerembab/tergeletak di tanah, maka di situlah Ompung tersebut dikubur, lalu Kilat dan Petir tiba-tiba datang, hujan gerimis yang sebelumnya turun juga segera reda.
  3. Bahwa sudah ada 3 (tiga) jenis benda peninggalan yang diyakini sebagai Harta Pusaka yang ditemukan dari tempat dan waktu yang seperti Barus, Portibi, dan Batu Mardinding (Siatas Barita) dan sekarang diamankan di suatu tempat. Sehubungan dengan proses penemuan tersebut, orang yang terlibat juga menceritakan hal-hal yang tidak masuk akal yang menuntun mereka kepada tempat-tempat yang harus mereka tuju.
  4. Bahwa masih ada Peninggalan Ompung Guru Mangaloksa yang harus diambil dari beberapa tempat yang proses pencarian (pengambilannya masih harus melalui proses yang bertahap).
  5. Bahwa pada hari Sabtu, 12 April 2014 telah diadakan gotong-royong yang dihadiri oleh utusan PGM yang ada di wilayah Silindung untuk ‘mangarintis’ (membersihkan) jalan di Dolok Siatas Barita (di bawah Patung Yesus), titik kumpul di Rumah Amang Tobing (Pak Kembar) di Simorangkir.
  6. Bahwa semua yang hadir pada pertemuan tadi, yang sudah mewakili PGM telah sepakat untuk mensosialisasikan “BERITA” tersebut kepada Marganya masing-masing.
  7. Bahwa pada hari Senin, 14 April 2014, juga ditemukan benda berupa Hujur (tombak?) dari Batu Mardinding Siatas Barita.

Saran-saran :
  • Untuk semua PGM di mana pun berada, diharapkan agar: jika belum mengetahui jelas atau tidak mengikuti sejarah dari awal, tidak terlibat langsung, diharapkan tidak sembarangan membuat berita, meng-upload (mengunggah/memosting) topik yang dapat menimbulkan perdebatan yang tidak perlu, yang berhubungan dengan Ompung kita, Guru Mangaloksa.
  • Adalah lebih baik, kita semua secara arif dan bijaksana, bersabar menunggu HASIL KESEPAKATAN atau perkembangan dan penjelasan dari pihak-pihak yang berkompeten, sehingga Kabar/Berita yang muncul tidak simpang siur.
Jayalah PGM. Mari kita bersatu, dalam Kasih Persaudaraan!
HORAS! HORAS! HORAS!


Editor HC: B. Marada Hutagalung (lihat profilnya -> klik FB - B. Marada Hutagalung )

Minggu, 27 April 2014

Logo 6 tahun Hutagalung Cyber

Logo 6 Tahun Hutagalung Cyber
HORAS!

Logo Hutagalung Sedunia
Flag Counter